Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Gelar Ziarah ke Makam Tokoh Bangsa
Redaksi Radar Kudus• Senin, 23 Juni 2025 | 21:14 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ziarah ke Makam BJ Habibie dan Jenderal Hoegeng
RADAR KUDUS - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar ziarah ke makam sejumlah tokoh besar yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi bangsa.
Termasuk Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie dan mantan Kapolri legendaris Jenderal Hoegeng Imam Santoso.
Ziarah makam tokoh besar ini dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.
Ziarah ini bukan sekadar seremoni rutin, namun menjadi momen penting untuk mengenang warisan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan pengabdian yang ditinggalkan para tokoh tersebut.
Jenderal Sigit memimpin langsung upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada pukul 08.00 WIB.
TMP Kalibata memang menjadi tempat peristirahatan terakhir banyak tokoh Polri, termasuk delapan jenderal polisi yang pernah menorehkan sejarah penting dalam perjalanan institusi kepolisian.
Ziarah yang juga diikuti oleh 1.010 peserta dari jajaran pejabat tinggi Polri hingga para mantan Kapolri ini berlangsung dengan khidmat.
Salah satu titik penghormatan utama adalah makam Presiden BJ Habibie tokoh intelektual yang dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia serta para mantan Kapolri seperti Jenderal Purn Kunarto dan Jenderal Purn Dibyo Widodo.
Namun, penghormatan paling menyentuh ditujukan kepada Jenderal Hoegeng Imam Santoso, sosok yang selalu dikenang sebagai lambang kejujuran dalam institusi kepolisian.
Jenderal Sigit bahkan menyempatkan diri berziarah ke makam beliau yang berada di Taman Pemakaman Budaya Giritama, Bogor, Jawa Barat.
Tak hanya berziarah, Jenderal Sigit juga dijadwalkan bersilaturahmi ke kediaman istri almarhum, Ibu Meriyati Hoegeng, yang pada hari ini genap berusia 100 tahun.
Dalam pertemuan yang sarat nilai sejarah ini, Ibu Meriyati akan menyerahkan buku berjudul "Meriyati Hoegeng: 100 Tahun Langkah Setia Pengabdian" yang mengisahkan perjuangan panjangnya sebagai pendamping hidup tokoh besar bangsa tersebut.
Langkah Jenderal Sigit ini menjadi refleksi bahwa penghormatan terhadap para tokoh bukan hanya bentuk nostalgia, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai luhur yang perlu diwariskan kepada generasi baru.
Di tengah tantangan zaman, warisan integritas Jenderal Hoegeng dan dedikasi BJ Habibie menjadi teladan yang tetap relevan untuk menuntun arah pengabdian aparat negara kepada masyarakat. (Labib Azka)