MINYAK NAIK GILA-GILAAN! Konflik Iran-Israel Meledak, Dunia Was-was Krisis Energi Baru
Redaksi Radar Kudus• Selasa, 17 Juni 2025 | 23:24 WIB
Proses Filtrasi Minyak bumi
RADAR KUDUS - Krisis baru mengancam dunia! Harga minyak melonjak tajam nyaris 2 persen pada Selasa (17/6/2025) akibat meledaknya konflik bersenjata antara Iran dan Israel.
Pasar global kini dicekam kecemasan akan terganggunya rantai pasok energi dari kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak Brent melesat US$1,17 (1,6%) ke posisi US$74,40 per barel, sementara minyak WTI naik US$1,34 (1,87%) ke level US$73,11 per barel.
Lonjakan ini menyusul gejolak terbaru di Teheran dan Tel Aviv yang saling kirim serangan militer.
Padahal, sehari sebelumnya, pasar sempat optimis ketika muncul kabar Iran terbuka untuk berdamai.
Namun harapan itu runtuh seketika saat ledakan besar terdengar di ibu kota Iran, disusul aktivasi sistem pertahanan rudal di Israel.
Sebagai produsen minyak terbesar ketiga di OPEC, Iran memegang peran penting dalam keseimbangan energi global.
Gangguan pada negara tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan lonjakan harga berkepanjangan dan tekanan ekonomi di banyak negara.
Ketegangan mencapai titik kritis ketika pada Senin (16/6), Israel menghantam gedung penyiaran nasional Iran, dan laporan Badan Energi Atom Internasional menyebutkan kerusakan besar di fasilitas nuklir utama milik Teheran.
Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran karena gagal menyepakati kesepakatan nuklir sebelum konflik meletus.
Namun ia juga menyebut ada peluang diplomasi kembali terbuka, meski jalan menuju perundingan masih penuh rintangan.
Jika sanksi ekonomi terhadap Iran dicabut dan ekspor minyaknya dibuka kembali, pasar bisa memperoleh suplai tambahan yang berpotensi menekan harga minyak dunia.
Tapi untuk saat ini, pasar lebih memilih bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Sementara itu, OPEC dan sekutunya (OPEC+), termasuk Rusia, mengaku tetap yakin bahwa ekonomi global akan tetap solid di sisa 2025.
Namun mereka juga memberi sinyal waspada. (Labib Azka)