Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Endah Laras Nyanyikan Bengawan Solo di World Expo 2025 Osaka, Penampilan Ini Tak Terlupakan!

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 10 Juni 2025 | 05:03 WIB

 

Sosok Endah Laras yang baru baru ini tampil di Osaka Jepang
Sosok Endah Laras yang baru baru ini tampil di Osaka Jepang

RADAR KUDUS - Panggung World Expo 2025 Osaka menjadi saksi betapa kuatnya kekuatan budaya Indonesia saat Endah Laras, maestro tembang keroncong, membawakan lagu legendaris “Bengawan Solo” dengan penuh penghayatan pada 27 Mei lalu.

Momen ini terjadi dalam rangka Hari Nasional Indonesia, dan sontak membuat para penonton—terutama warga Jepang—terpukau hingga larut dalam nostalgia.

Tak sekadar pertunjukan musik, penampilan Endah Laras memicu gelombang emosi. Lagu “Bengawan Solo” yang diciptakan maestro Gesang pada 1940-an ini memang memiliki sejarah panjang di Jepang.

Popularitasnya sejak zaman perang telah menjadikan lagu ini semacam jembatan emosional antara dua bangsa, dan saat Endah Laras menyanyikannya dengan sentuhan khas Jawa dan vokal penuh rasa, suasana menjadi magis. Penonton Jepang yang hadir banyak yang terdiam, sebagian tampak mengusap air mata.

Hari Nasional Indonesia: Panggung Budaya dan Diplomasi

Hari Nasional atau National Day di World Expo bukan sekadar selebrasi, tapi juga ajang unjuk gigi identitas nasional yang dikemas lewat diplomasi budaya.

Setiap negara peserta mendapatkan satu hari khusus untuk menampilkan kebudayaannya di hadapan dunia. Dan pada 27 Mei, giliran Indonesia mengambil alih sorotan dengan meriah dan megah.

Paviliun Indonesia di Expo 2025 (@expo2025indonesia) menjelma jadi pusat perhatian. Tak hanya menampilkan arsitektur yang mencerminkan kekayaan nusantara, namun juga menyuguhkan rangkaian pertunjukan budaya yang memperlihatkan betapa dalamnya akar tradisi kita.

Aksi Padepokan Cecep Arif Rahman: Pencak Silat Bikin Merinding

Selain lantunan “Bengawan Solo”, Indonesia juga memikat penonton lewat pertunjukan pencak silat oleh Padepokan Kasundan, pimpinan aktor sekaligus pendekar internasional, Cecep Arif Rahman.

Gerakan silat yang tegas namun anggun, dipadukan dengan narasi kultural, sukses mencuri perhatian. Bukan hanya sebagai seni bela diri, pencak silat dipresentasikan sebagai warisan budaya yang hidup dan berenergi.

Dengan penampilan yang dramatis dan berenergi tinggi, Cecep dan timnya berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga tempur, tapi juga seni pertunjukan yang mengandung filosofi, spiritualitas, dan kekuatan identitas nasional.

Suara Tulus dan Putri Ariani: Dua Generasi, Satu Harmoni

Tidak berhenti di situ, panggung semakin semarak ketika Tulus, musisi berbakat yang dikenal dengan lirik-lirik puitisnya, melantunkan lagu-lagu andalannya.

Karismanya membius penonton, dan menghadirkan suasana yang intimate meski di tengah keramaian. Tulus tampil sederhana, namun justru itulah yang membuat penampilannya terasa tulus dan menyentuh.

Kemudian datang Putri Ariani, penyanyi muda dengan segudang prestasi internasional, yang berhasil menghipnotis penonton dengan vokalnya yang memukau. Penampilan Putri adalah simbol generasi baru Indonesia yang percaya diri, penuh talenta, dan siap bersaing di panggung global.

Gabungan ketiga penampil ini—Endah Laras, Tulus, dan Putri Ariani—mewakili spektrum kekayaan musik Indonesia dari masa ke masa. Mereka bukan hanya menyanyi, tetapi menyampaikan cerita tentang bangsa.

Indonesia Tampil Gagah di Hadapan Dunia

Dihadiri sekitar 400 penonton dari berbagai negara, Hari Nasional Indonesia di Expo Osaka menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia bukan sekadar negara dengan kekayaan alam, tetapi juga gudang budaya dan talenta.

Momentum ini penting karena World Expo 2025 sendiri merupakan ajang internasional yang akan berlangsung hingga Oktober, dengan jutaan pengunjung dari seluruh dunia.

Pementasan budaya, seperti yang dilakukan Indonesia, bukan hanya soal hiburan, tapi juga investasi citra bangsa.

Dan pada 27 Mei itu, Indonesia mencetak kesan mendalam. Di tengah gempuran modernitas, Indonesia menunjukkan bahwa budaya tradisional dan nilai-nilai lokal masih punya tempat—bahkan di panggung global.

Diplomasi Lewat Nada dan Gerak

World Expo 2025 Osaka menjadi panggung strategis untuk menyuarakan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.

Lewat suara emas Endah Laras, aksi heroik pencak silat Cecep Arif Rahman, hingga suara muda Putri Ariani, Indonesia berhasil memadukan warisan dan modernitas dalam satu komposisi yang kuat.

Bukan sekadar performa, ini adalah bentuk diplomasi budaya yang efektif. Dan jika momen ini bisa terus dirawat dan dikembangkan, Indonesia tidak hanya akan dikenang karena alam dan destinasi wisatanya, tetapi juga karena jiwanya yang hidup dalam seni dan budaya.

 

Editor : Mahendra Aditya
#tulus #putri ariani #Pencak Silat Cecep Arif Rahman #Indonesia National Day Expo Osaka #World Expo 2025 Osaka #endah laras #Endah Laras nyanyi Bengawan Solo