RADAR KUDUS - Kunjungan kerja bisa berujung viral, apalagi jika melibatkan dua sosok publik yang tengah menjalani hidup tanpa pasangan.
Itulah yang terjadi saat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bertandang ke kediaman Dedi Mulyadi, tokoh berpengaruh asal Jawa Barat, yang juga mantan Bupati Purwakarta.
Momen pertemuan yang semula bertujuan untuk bertukar pikiran antar-pemimpin daerah justru memicu gelombang spekulasi romansa di kalangan warganet.
Belajar Kepemimpinan, Malah Disorot Soal Kedekatan
Sherly Tjoanda baru saja menakhodai Provinsi Maluku Utara. Sebagai gubernur yang masih terbilang baru, ia mengakui ingin menimba ilmu dari figur yang dianggap sarat pengalaman, salah satunya Dedi Mulyadi. Maka, ia pun menyambangi Lembur Pakuan Sukadaya—sebuah kampung budaya yang dirintis Dedi.
Namun, alih-alih menganggap dirinya sebagai mentor, Dedi justru merendah. Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa belum cukup layak menjadi rujukan, dan berharap kunjungan Sherly lebih diarahkan untuk menikmati suasana kampung adat tersebut ketimbang sebatas studi banding.
Interaksi yang akrab dan penuh kehangatan di antara keduanya ternyata menjadi pemantik spekulasi di dunia maya.
Banyak netizen yang mulai menggoda keduanya dengan harapan agar mereka berjodoh, terlebih karena keduanya kini sama-sama berstatus tanpa pasangan.
Siapa Sherly Tjoanda?
Sherly Tjoanda bukanlah sosok baru dalam dunia kepemimpinan di Maluku Utara. Ia lahir di Ambon pada 8 Agustus 1982 dan kini berusia 42 tahun.
Sebelumnya, ia adalah istri dari mendiang Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai, yang wafat pada Oktober 2024. Pasangan ini menikah sejak 2005 dan dikaruniai tiga anak: Edbert (19), Edelyn (18), dan Edrick (15).
Dalam konteks keberagaman, Sherly mewakili umat Katolik saat dilantik sebagai kepala daerah bersama gubernur lain di Indonesia pada Februari 2025.
Karier Politik dan Aktivitas Sosial
Perjalanan pendidikan Sherly cukup impresif. Ia meraih gelar sarjana dalam bidang International Business Management dari Universitas Petra, Surabaya. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan program double degree di Inholland University, Belanda.
Langkah politik Sherly makin kokoh ketika ia terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara pada 20 Februari 2025, menggantikan kursi yang pernah diisi oleh almarhum suaminya.
Kemenangan itu tak lepas dari dukungan solid Partai Demokrat bersama delapan partai lain. Dalam menjalankan roda pemerintahan, ia didampingi oleh wakil gubernur Sarbin Sehe.
Di luar jabatan formal, Sherly aktif sebagai Ketua Yayasan Bela Peduli serta memimpin DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Maluku Utara.
Ketika sang suami dulu menjabat sebagai bupati, Sherly juga memegang peran penting sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Pulau Morotai.
Setelah kepergian sang suami, Sherly turut memimpin Bela Group, sebuah perusahaan keluarga yang bergerak di sektor pelayaran dan properti.
Dari Viral ke Harapan Netizen: Dedi & Sherly
Kehadiran Sherly di Jawa Barat mulanya dipandang sebagai bagian dari agenda kerja. Namun, fakta bahwa Dedi Mulyadi kini berstatus duda turut memperkuat narasi yang berkembang.
Dedi sebelumnya menjalani pernikahan selama dua dekade dengan Anne Ratna Mustika, sebelum akhirnya bercerai. Sama seperti Sherly, Dedi juga memiliki tiga orang anak.
Kemesraan dan kehangatan yang terekam selama pertemuan itu membuat publik tak tahan untuk menggulirkan harapan "perjodohan digital".
Banyak yang menganggap bahwa perbedaan usia 11 tahun di antara keduanya justru membuat mereka terlihat serasi.
Namun, publik juga mencatat bahwa perbedaan keyakinan menjadi salah satu tantangan jika hubungan itu benar-benar berkembang.
Menanggapi geliat perjodohan ini, Dedi memilih merespons lewat kutipan lirik lagu "Mangu" dari Fourtwnty—sebuah pernyataan tersirat yang menyinggung perbedaan agama di antara mereka.
Namun, reaksi Dedi justru dianggap banyak pihak sebagai sinyal bahwa mungkin ada rasa di balik interaksi tersebut.
Tak sedikit warganet yang percaya bahwa segala kemungkinan tetap terbuka, termasuk perubahan yang bisa terjadi jika perasaan di antara mereka kian tumbuh seiring waktu.
Apakah pertemuan Sherly dan Dedi akan berlanjut ke arah yang lebih personal atau tetap dalam koridor profesional? Untuk saat ini, keduanya belum memberikan pernyataan eksplisit.
Namun yang pasti, publik akan terus mengamati setiap interaksi mereka—sebuah kisah yang bermula dari studi banding, namun berpotensi menjelma menjadi cerita hati.
Editor : Mahendra Aditya