Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Raja Ampat Terancam Keberadaan Tambang Nikel, Susi Pudjiastuti: Tambang Nikel tak Sebanding dengan Nilai Ekosistem dan Wisata

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 5 Juni 2025 | 22:59 WIB
Gerakan Save Raja Ampat atas Penolakan Tambang Nikel Warga (X @IndoPopBase)
Gerakan Save Raja Ampat atas Penolakan Tambang Nikel Warga (X @IndoPopBase)

RAJA AMPAT – Di tengah keindahan alamnya yang memukau dan laut sebening kristal, Raja Ampat kini berada di ambang kehancuran. Bukan karena bencana alam, tapi karena kerakusan manusia.

Tambang nikel mengintai kawasan konservasi ini, memicu gelombang perlawanan besar dari warga adat, aktivis lingkungan, hingga tokoh nasional.

Pada 26 Mei 2025, ratusan warga dari berbagai kampung di Papua Barat memadati halaman kantor DPRD Kabupaten Raja Ampat.

Baca Juga: Warganet Gaungkan #SaveRajaAmpat! Tambang Nikel Ancam Raja Ampat

Mereka tergabung dalam Aliansi Jaga Alam Raja Ampat (ALJARA), menyuarakan satu tuntutan jelas: hentikan tambang nikel di tanah warisan kami!

Perusahaan tambang PT Mulia Raymond Perkasa yang beroperasi di Pulau Batang Pele dan Manyaifun dituding sebagai ancaman serius.

Dua pulau ini tidak hanya menjadi wilayah hidup masyarakat adat, tetapi juga berbatasan langsung dengan zona konservasi laut yang memiliki ekosistem laut paling kaya di dunia.

“Kami bukan anti pembangunan. Tapi ini bukan pembangunan. Ini penghancuran,” tegas Ketua ALJARA dalam orasinya.

Ledakan Perlawanan dari Darat Hingga Dunia Maya

Tak hanya turun ke jalan, suara perlawanan juga menggema di dunia digital. Tagar #SaveRajaAmpat merajai trending topic di berbagai platform media sosial.

Ribuan orang menyuarakan solidaritas mereka, dari aktivis lingkungan, influencer, hingga masyarakat umum yang terpanggil untuk melindungi "surga terakhir Indonesia".

Di Twitter (X), mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menumpahkan kekhawatiran:

“Raja Ampat sedang di ujung tanduk. Ancaman tambang nikel tak sebanding dengan nilai ekosistem dan pariwisata yang bisa diwariskan. Pak Presiden @prabowo, tolong hentikan ini.”

Baca Juga: Rapat Pemda Kembali di Hotel dan Restoran, Mendagri Tito Karnavian: Sudah Direstui Presiden Prabowo!

Raja Ampat: Wisata Dunia yang Terancam Jadi Lubang Tambang

Raja Ampat dikenal sebagai salah satu kawasan laut dengan biodiversitas tertinggi di planet ini. Terumbu karang, ikan tropis, hutan mangrove, dan spesies laut endemik hidup berdampingan secara harmonis di kawasan ini.

Namun, ekspansi pertambangan nikel yang terus digencarkan justru mengoyak tatanan ekologi yang rapuh.

Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, memperingatkan:

“Lebih dari 500 hektare lahan hutan akan dibabat untuk tambang. Terumbu karang, biota laut, bahkan identitas budaya masyarakat Papua bisa hilang selamanya.”

Tambang nikel bukan sekadar menggali logam — ia memicu deforestasi, pencemaran laut, dan penggusuran ruang hidup warga lokal. Sebuah harga yang terlalu mahal jika hanya demi mengejar ambisi hilirisasi industri.

Tagar Save Raja Ampat
Tagar Save Raja Ampat

Politisi Hingga Akademisi Ikut Bersuara: “Izin Harus Dicabut!”

Tekanan publik terus meningkat. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyatakan perlunya evaluasi ulang terhadap izin tambang yang telah diberikan.

“Kita harus menimbang bukan hanya nilai ekonomis sesaat, tapi juga keberlanjutan jangka panjang berbasis pariwisata, budaya, dan lingkungan. Jangan korbankan Raja Ampat untuk keuntungan sesaat.”

Raja Ampat, Simbol Pertaruhan Masa Depan Indonesia

Lebih dari sekadar konflik lokal, perlawanan terhadap tambang di Raja Ampat telah menjelma menjadi gerakan nasional.

Ini adalah pertarungan antara eksploitasi versus pelestarian, antara keuntungan jangka pendek versus kehidupan jangka panjang.

Raja Ampat adalah milik seluruh bangsa. Jika dibiarkan rusak, maka kita semua ikut kehilangan.

Gerakan Save Raja Ampat bukan hanya tentang menyelamatkan satu wilayah. Ini tentang menegakkan prinsip bahwa alam Indonesia bukan komoditas yang bisa dijual murah.

Ini panggilan untuk semua anak bangsa — agar berdiri menjaga tanah airnya dari perampasan dan kerusakan.

“Jangan tunggu hingga laut menjadi lumpur, hutan menjadi gurun, dan budaya tinggal cerita. Selamatkan Raja Ampat sekarang, atau selamanya kita menyesal.” 

Editor : Mahendra Aditya
#Save Raja Ampat #SaveRajaAmpat #raja ampat dirusak tambang nikel #Save Raja Ampat Mendengung #Ancam Wisata Alam Raja Ampat #tempat wisata di raja ampat dekat laut #Pantai Raja Ampat #tempat wisata di raja ampat untuk diving #Tambang Nikel #Raja Ampat #tambang nikel raja ampat