Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gaji di Bawah Rp3,5 Juta? Presiden Prabowo Siapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp600 Ribu untuk Jutaan Pekerja!

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 3 Juni 2025 | 14:23 WIB
Presiden Prabowo dalam acara Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah Langsung ke Rekening Guru, di Jakarta, Kamis (13/3/2025) (Foto : Tangkapan layar siaran Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo dalam acara Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah Langsung ke Rekening Guru, di Jakarta, Kamis (13/3/2025) (Foto : Tangkapan layar siaran Youtube Sekretariat Presiden)

RADAR KUDUS - Pemerintah kembali menunjukkan keberpihakan kepada rakyat kecil. Dalam gebrakan terbarunya, Presiden Prabowo Subianto menggulirkan kebijakan yang menggiurkan: pekerja dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta bakal menerima bantuan tunai senilai Rp600 ribu!

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi stimulus ekonomi nasional yang digadang-gadang mampu memperkuat daya beli masyarakat kelas pekerja, terutama di tengah ancaman pelemahan ekonomi global yang mulai terasa.

Baca Juga: Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Ikut Kebagian Gaji ke-13, Ini Jumlah yang Mereka Terima!

Stimulus Kilat untuk Pekerja Bergaji Rendah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan langkah ini dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Negara pada Senin (2/6).

Ia menyebut, program ini berbentuk Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan akan menyasar tak kurang dari 17,3 juta tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Bantuan ini ditujukan bagi pekerja yang menerima gaji di bawah Rp3,5 juta atau yang upahnya masih di bawah standar minimum provinsi maupun kabupaten/kota," jelas Sri Mulyani.

Penyaluran bantuan ini nantinya akan ditangani langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan, yang sudah menyiapkan mekanisme distribusinya agar bisa cair secepat mungkin.

Bantuan Rp600 Ribu Langsung Masuk Rekening

Mekanisme bantuannya sederhana tapi berdampak besar. Setiap pekerja penerima akan mendapatkan Rp300 ribu per bulan selama dua bulan, yaitu untuk bulan Juni dan Juli 2025.

Jika dihitung total, setiap orang akan menerima Rp600 ribu, langsung ditransfer ke rekening.

Sri Mulyani menegaskan bahwa proses pencairan dirancang agar bisa dimulai segera pada bulan Juni, demi merespons cepat tekanan ekonomi yang mulai memengaruhi kelompok rentan.

Tak Hanya Buruh, Guru Honorer Juga Kebagian

Dalam kebijakan ini, pemerintah juga tidak menutup mata terhadap kondisi guru honorer. Sebanyak 565 ribu guru honorer dipastikan akan menerima bantuan yang sama.

Mereka akan memperoleh BSU senilai Rp600 ribu untuk dua bulan, sebagai bentuk dukungan terhadap para pendidik non-PNS yang selama ini mengisi kekosongan tenaga pengajar di berbagai pelosok Indonesia.

“Guru honorer adalah bagian penting dari sistem pendidikan kita. Mereka juga berhak mendapat perlindungan ekonomi,” tegas Menkeu.

Dari Diskon Listrik ke Bantuan Tunai: Pemerintah Pilih Langkah Paling Efektif

Awalnya, pemerintah sempat mempertimbangkan opsi memberikan diskon tarif listrik sebagai stimulus.

Namun, menurut Sri Mulyani, proses administrasi dan anggaran untuk diskon listrik terlalu lambat dan tidak akan bisa dijalankan tepat waktu.

“Karena kesiapan data dan proses penganggaran yang lambat, maka diskon listrik tidak bisa dijalankan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, kita alihkan dan fokus ke BSU yang datanya sudah siap,” ujarnya.

Keputusan untuk mengganti rencana subsidi listrik dengan bantuan tunai dianggap lebih masuk akal karena data BPJS Ketenagakerjaan sudah akurat dan siap digunakan.

Hal ini memungkinkan pemerintah menyalurkan bantuan dengan lebih cepat, tepat, dan efisien.

Baca Juga: Sapi Raksasa 900 Kg Seharga Rp 85 Juta Ini Dipilih Presiden Prabowo Jadi Hewan Kurban di Rembang, Namanya Bulki

Rp24,44 Triliun untuk Jaga Kantong Rakyat

Program BSU ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun yang telah disetujui Presiden Prabowo.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat menengah-bawah, terutama menghadapi tekanan harga dan potensi resesi global.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga tetap stabil, sekaligus mendorong perputaran uang di sektor riil.

Langkah ini menjadi penegasan bahwa Prabowo tidak hanya berjanji saat kampanye, tapi mulai merealisasikan perlindungan terhadap kelompok pekerja sejak awal pemerintahannya.

Kapan Bantuan Cair? Segera di Bulan Juni

Bagi para pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, bersiaplah.

BSU senilai Rp600 ribu akan mulai cair pada bulan Juni ini. Pastikan data Anda lengkap dan sesuai, agar tidak tertinggal dalam distribusi bantuan.

Langkah ini jelas menjadi angin segar bagi jutaan pekerja yang selama ini menghadapi tekanan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Prabowo, bantuan langsung tunai kembali hadir bukan hanya sebagai janji, tetapi sebagai solusi nyata menjaga daya beli rakyat.

Editor : Mahendra Aditya
#subsidi upah 2025 #bantuan tunai pekerja #sri mulyani #bpjs ketenagakerjaan #BSU #Subsidi Upah Pekerja #subsidi upah #bantuan subsidi upah (BSU) #subsidi upah cair #Bantuan tunai guru honorer #bantuan subsidi upah 2025 #bantuan subsidi upah #bsu Rp600 ribu