Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Profil Lengkap Ibrahim Assegaf: Sosok Suami Najwa Shihab yang Telah Tiada

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 21 Mei 2025 | 01:37 WIB

Ibrahim Sjarief, Suami Najwa Shihab meninggal dunia
Ibrahim Sjarief, Suami Najwa Shihab meninggal dunia

RADAR KUDUS - Dunia hukum dan jurnalisme Indonesia tengah berduka. Ibrahim Sjarief Assegaf, sosok pendiam namun berpengaruh besar sebagai pengacara senior dan suami jurnalis kondang Najwa Shihab, meninggal dunia pada Selasa siang, 20 Mei 2025.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh tokoh Nahdlatul Ulama, Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil, yang menyebut bahwa penyebab wafatnya adalah serangan stroke. Ibrahim mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 14.29 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta Timur.

"Kami turut berduka atas berpulangnya Bapak Ibrahim Sjarief Assegaf, Komisaris Utama Narasi dan suami dari Najwa Shihab," demikian pernyataan resmi yang dipublikasikan oleh akun Instagram @narasi.tv.

Baca Juga: Berpulangnya Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab: Dimakamkan di Jeruk Purut Besok Pagi

Karier Gemilang Seorang Pengacara Rendah Hati

Meskipun jarang tampil di hadapan publik, Ibrahim dikenal luas di kalangan profesional hukum sebagai sosok cerdas, berintegritas, dan berdedikasi tinggi. Lahir pada 1977, Ibrahim adalah mitra senior di firma hukum prestisius Assegaf Hamzah & Partners, tempat ia membangun reputasi sebagai ahli hukum korporasi dan keuangan.

Tak hanya itu, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur di PT Justika Siar Publika—perusahaan di balik platform hukum daring, Hukumonline. Perannya di dunia hukum digital menunjukkan visinya dalam membawa akses keadilan ke ranah teknologi.

Ibrahim meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (LL.M) di University of Melbourne, Australia, pada 2009 dengan beasiswa Australian Development Scholarship.

Tak hanya itu, ia juga sempat menjadi peneliti tamu di Harvard Law School dalam program studi Hukum Asia Timur pada 2002–2003—sebuah prestasi yang menandai kualitas intelektualnya di kancah internasional.

Kisah Cinta Sejak Kuliah dan Pernikahan yang Bertahan Puluhan Tahun

Pertemuan pertama antara Ibrahim dan Najwa terjadi saat mereka masih menempuh pendidikan di bangku kuliah.

Ibrahim adalah senior Najwa di kampus. Hubungan mereka tumbuh dalam keheningan yang kuat, hingga akhirnya memutuskan menikah di usia muda—Najwa baru berusia 20 tahun saat mereka mengikat janji suci pada 1997.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Ngobrol Asix, Najwa menceritakan bahwa keputusan menikah muda dilandasi oleh keyakinannya terhadap Ibrahim sebagai pasangan hidup yang tepat.

"Aku merasa sudah menemukan orang yang benar-benar klik dan tepat untuk diajak hidup bersama," ujar Najwa.

Setelah menikah, pasangan ini sempat menjalani hubungan jarak jauh saat Ibrahim melanjutkan studi ke luar negeri.

Namun, jarak tidak menjadi penghalang, melainkan justru mempererat ikatan mereka. Najwa bahkan menyebut bahwa dirinya tumbuh dewasa bersama suaminya, dan dari situ lahirlah pondasi yang kokoh dalam rumah tangga mereka.

"Kita bertumbuh bersama. Itu yang membuat hubungan kami kuat dan bertahan," ungkapnya.

Penjaga Privasi dan Sahabat Diskusi

Meski jarang terlihat di publik, Ibrahim adalah sosok penting dalam setiap langkah karier Najwa Shihab. Najwa menyebut bahwa sang suami adalah partner diskusi utama dalam berbagai hal, mulai dari urusan pribadi hingga keputusan profesional.

"Apapun akan aku tanyakan ke dia. Dia jadi sounding board-ku," kata Najwa.

Namun Ibrahim bukan orang yang gemar tampil. Ia sangat menjaga privasi dirinya, bahkan di media sosial. Najwa menuturkan bahwa setiap kali ingin mengunggah foto atau cerita tentang sang suami, ia selalu harus meminta izin terlebih dahulu.

"Dia nggak suka tampil. Nggak mau di-posting sembarangan. Jadi harus tanya dulu boleh apa nggak. Kadang-kadang aku bisa posting, tapi ya di momen tertentu saja," kata Najwa sambil tersenyum mengenang.

Sikap ini justru membuat publik semakin penasaran terhadap sosok Ibrahim, namun bagi Najwa, ketidakinginan suaminya untuk tampil justru menjadi kekuatan dan keunikan dalam hubungan mereka.

Baca Juga: Inilah 10 Fakta Menarik Tentang Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf

Jejak Kehidupan yang Tak Akan Dilupakan

Pernikahan Najwa dan Ibrahim sudah memasuki tahun ke-28, sebuah perjalanan panjang yang mereka lalui dengan berbagai ujian dan dinamika. Dalam wawancara sebelumnya, Najwa mengaku bersyukur bisa menjalani hidup bersama sosok seperti Ibrahim.

"Saya nggak menyangka bisa sejauh ini. Tapi ternyata karena saya menikah dengan orang yang tepat," ujar Najwa penuh rasa syukur.

Kini, kepergian Ibrahim meninggalkan luka yang mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga di hati para sahabat, kolega, dan komunitas hukum serta jurnalisme. Sosoknya yang pendiam namun tajam, penuh kasih sayang, serta sangat menjaga nilai-nilai moral, akan terus dikenang oleh mereka yang pernah mengenalnya.

Selamat jalan, Ibrahim Sjarief Assegaf. Warisan intelektual, keteladanan, dan cintamu akan terus hidup dalam kenangan dan inspirasi bagi banyak orang.

Editor : Mahendra Aditya
#suara Najwa Shihab #Suami najwa shihab meninggal #keluarga Najwa Shihab #Najwa Shihab diam #Profil suami najwa shihab #Ibrahim Assegaf #Suami Najwa Shihab Meninggal Stroke #ibrahim assegaf meninggal karena stroke #Suami Najwa shihab Meninggal Dunia #najwa shihab #penyebab suami najwa shihab meninggal #suami Najwa Shihab wafat