Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Djoko Susanto, Sosok Pendiri Jaringan Minimarket Alfamart dan Pengendali Lawson yang Miliki Harta Rp57,96 Triliun

Fadila Noor Rohma • Jumat, 16 Mei 2025 | 21:24 WIB

Djoko Susanto
Djoko Susanto
RADAR KUDUS – Djoko Susanto merupakan salah satu tokoh penting dalam industri ritel Indonesia.

Ia adalah pendiri jaringan minimarket Alfamart, yang kini memiliki lebih dari 20.000 gerai di seluruh Indonesia serta lebih dari 1.400 toko di Filipina.

Menurut data Forbes Real Time Billionaires per 15 Mei 2025, total kekayaan Djoko diperkirakan mencapai 3,5 miliar dolar AS, setara dengan Rp57,96 triliun (kurs Rp16.561/dolar).

Meski kini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, Djoko sempat mengalami kesulitan di masa muda.

Ia harus berhenti sekolah pada 1966 ketika pemerintah menutup sekolah-sekolah Tionghoa.

Djoko lahir dari keluarga pedagang di pasar tradisional dan sejak usia muda sudah membantu usaha orang tuanya.

Dari warung makan, ia kemudian mengelola kios rokok yang menjadi awal mula kesuksesan bisnisnya.

Kemitraan bisnisnya dengan Putera Sampoerna pada tahun 1985 melahirkan jaringan toko ritel “Alfa Toko Gudang Rabat”, cikal bakal Alfamart.

Kemudian pada 1989, Djoko mendirikan PT Alfa Mitramart Utama, dan pada 1999 Alfamart pertama resmi dibuka di Karawaci, Tangerang.

Setelah keluarga Sampoerna melepas bisnis ritelnya ke Philip Morris International pada 2005, Djoko membeli seluruh saham Alfamart lewat PT Sigmantara Alfindo, sehingga menjadi pemegang saham mayoritas.

Akuisisi Lawson

Melalui perusahaan induknya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), Alfamart mengakuisisi PT Lancar Wiguna Sejahtera, pengelola waralaba Lawson di Indonesia.

Transaksi ini dilakukan dengan nilai sebesar Rp200,45 miliar untuk mengambil alih lebih dari 1,48 miliar lembar saham dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).

Dengan akuisisi ini, Lawson yang semula berada di bawah MIDI (anak perusahaan Alfamart), kini resmi menjadi anak langsung dari AMRT.

Struktur kepemilikan MIDI juga memperlihatkan dominasi AMRT sebesar 77,09 persen, sementara sisanya dimiliki oleh individu dan publik, termasuk Rullyanto dan Maria Theresia.

Djoko Susanto mengendalikan perusahaan melalui PT Sigmantara Alfindo, di mana ia memiliki 12,83 persen saham secara langsung, dan 87,09 persen sisanya melalui dua perusahaan afiliasi: PT Perdana Mulia Fajar dan PT Cipta Selaras Agung.

Keterlibatan Keluarga dan Ekspansi Bisnis

Beberapa anak Djoko juga terlibat aktif dalam bisnis keluarga. Feny, Budiyanto, dan Harryanto Djoko Susanto tercatat sebagai anggota direksi dan komisaris.

Sedangkan Hanto dan Rita Djoko Susanto fokus mengelola bisnis properti dan Yayasan Bunda Mulia, yayasan pendidikan yang didirikan sejak 1986.

Di kancah internasional, Alfamart memperluas jangkauan lewat Alfamart Retail Asia Pte Ltd di Singapura, yang mengoperasikan gerai-gerai di Filipina.

Selain ritel, AMRT juga memiliki anak perusahaan lain yang bergerak di sektor distribusi alat kesehatan, pengolahan data, e-commerce, dan perdagangan grosir.(Fadila Noor)

Editor : Ali Mustofa
#orang terkaya #alfamart #industri ritel #Forbes #djoko susanto