Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jalan Rusak di Cirebon Jadi Viral, Dedi Mulyadi Tak Tinggal Diam: “Baru Dua Bulan Jadi Gubernur, Udah Disalahin Semua”

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 8 Mei 2025 | 18:20 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

RADAR KUDUS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali jadi sorotan publik, kali ini bukan karena gebrakan program atau blusukan khasnya, melainkan karena sebuah spanduk nyeleneh yang menyindir dirinya sebagai “bapa tiri” alias orang luar yang tak peduli pada rakyatnya.

Spanduk yang bertuliskan “Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lain bapa aing tapi bapa tiri, jalan Cirebon Timur rusak parah, Pak” itu beredar luas di media sosial dan memantik perdebatan publik. Dedi, yang dikenal responsif terhadap berbagai keluhan warga, tak tinggal diam.

Melalui pidato yang ia sampaikan di Bale Jaya Dewata, Cirebon—dan disiarkan di kanal YouTube Lembur Pakuan Channel—Dedi menjawab tudingan tersebut dengan gaya khasnya: lugas, namun tetap mengena.

“Saya baru dua bulan jadi gubernur. Masa semua kesalahan langsung ditumpahkan ke saya?” katanya sambil menahan tawa.

Kritik Tajam tapi Salah Sasaran?

Menurut Dedi, kritik adalah hal yang sangat ia terima. Bahkan, ia menyebut otokritik sebagai bagian penting dari kerja pemerintahan. Tapi ia menegaskan, kritik juga harus berdasarkan fakta yang benar dan logika yang lurus.

“Kalau saya jalan-jalan ke luar negeri, foya-foya pakai uang rakyat, silakan kritik saya. Tapi ini soal jalan kabupaten. Kok saya yang dimarahi? Bupatinya malah aman-aman aja,” sindirnya.

Dedi menjelaskan, setelah menerima laporan soal jalan rusak tersebut, pihaknya segera menelusuri dan mendapati bahwa ruas jalan itu masuk dalam tanggung jawab pemerintah kabupaten, bukan provinsi.

“Kunaon jalan kabupaten ngambek ka aing? Ari sia kunaon teu ngambek ka bupati-na? (Kenapa jalan kabupaten malah marahnya ke saya? Kenapa gak ke bupatinya?)” katanya, menciptakan gelombang tawa dan tepuk tangan audiens.

Gubernur Blusukan Vs Gubernur Pencitraan

Dedi juga mengungkapkan bahwa selama hampir tiga bulan menjabat, ia lebih sering turun langsung ke lapangan daripada duduk di balik meja Gedung Sate. Ia bahkan sempat menyebut bahwa kantornya bukan di gedung mewah, tapi “di pinggir kali, di TPS, di kampung-kampung.”

Ia menyindir keras model kepemimpinan yang hanya menonjolkan pencitraan: banyak keluar negeri, boros anggaran, tapi minim dampak untuk rakyat.

“Kalau ada gubernur yang kerjaannya keliling luar negeri, uang rakyat dihamburkan untuk dinas dan hotel, itu baru pantas dikritik,” ucapnya tegas.

Sebaliknya, ia mengklaim banyak penghematan dilakukan selama masa jabatannya. Tak jarang, ia harus merogoh kocek pribadi untuk membantu warga saat pemerintah daerah tersendat dalam birokrasi.

Sindiran Pedas dengan Balasan Tegas

Pernyataan Dedi menjadi viral bukan hanya karena kontennya, tetapi juga karena gaya bicaranya yang blak-blakan, jujur, dan sangat khas Sunda. Ia menjawab sindiran warga dengan candaan, namun tetap menyampaikan poin serius soal tanggung jawab pemerintah daerah dan objektivitas dalam menyampaikan kritik.

“Saya dihina karena kerja, sementara yang gak kerja malah dipuji. Lucu kan?” tuturnya, menahan geram.

Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Misi Hidup

Dedi juga menegaskan bahwa jabatannya sebagai gubernur bukanlah ajang politik semata. Baginya, ini adalah misi pribadi untuk membawa perubahan nyata di tanah Sunda.

“Saya gak butuh panggung. Saya pengen rakyat Jawa Barat bisa hidup layak, punya akses yang baik, dan bangga jadi urang Sunda,” kata Dedi penuh semangat.

Kisah ini tak hanya mencerminkan polemik antara harapan warga dan keterbatasan wewenang pemerintah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seorang pemimpin seharusnya bersikap saat dikritik.

Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa pemimpin bukan hanya soal menanggapi keluhan, tapi juga tentang menjelaskan dengan jujur, menyikapi dengan tegas, dan tetap rendah hati di tengah cibiran.


Keywords SEO: , , , , , jalan kabupaten rusak, , .

Editor : Mahendra Aditya
#respons Dedi Mulyadi soal kritik jalan rusak #Dedi Mulyadi #Dedi Mulyadi bapa tiri #jalan rusak Cirebon #kang dedi mulyadi #dedi mulyadi bayar denda pedagang #gubernur Jawa Barat viral #gubernur jawa barat dedi mulyadi #Gubernur Dedi Mulyadi sindiran #Dedi Mulyadi barak militer #kritik jalan rusak #Dedi Mulyadi spanduk Cirebon