Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sejarah Ditetapkannya 2 Mei Sebagai Hari Pendidikan dan Profil Ki Hajar Dewantara

Abdul Rochim • Rabu, 30 April 2025 | 23:39 WIB

SOSOK Ki Hadjar Dewantara yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.
SOSOK Ki Hadjar Dewantara yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.

RADAR KUDUS - Tahukah kamu, setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)?

Ternyata, tanggal ini bukan sekadar seremonial biasa.

Di baliknya, ada kisah perjuangan luar biasa seorang tokoh yang mengorbankan segalanya demi kemajuan pendidikan di Indonesia: Ki Hajar Dewantara.

Baca Juga: Mengenal Stadion Wergu Wetan Kudus, Markas Resmi dan Saksi Bisu Kejayaan Persiku Kudus

Hari Pendidikan Nasional mulai ditetapkan sejak tahun 1948.

Lalu dipertegas melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, sebagai penghormatan terhadap jasa besar Ki Hajar Dewantara—sosok pelopor pendidikan Indonesia.

Mengapa 2 Mei? Karena pada tanggal inilah, tahun 1889, Ki Hajar Dewantara lahir.

Namun hidupnya jauh dari sekadar perjalanan seorang guru.

Ia adalah pejuang sejati, yang rela diasingkan oleh pemerintah kolonial demi menyuarakan hak belajar bagi kaum pribumi.

Siapa Ki Hajar Dewantara Sebenarnya?

Lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, ia berasal dari keluarga bangsawan Pakualaman Yogyakarta.

Baca Juga: Persiku Kudus Dijuluki Laskar Telingsing, Inilah Sebenarnya Sosok Kiai Telingsing

Ia sempat menempuh pendidikan di STOVIA, sekolah kedokteran untuk pribumi, namun harus berhenti karena masalah kesehatan.

Tidak menyerah, ia justru terjun ke dunia jurnalisme dan aktivisme.

Bersama tokoh besar seperti Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo, ia mendirikan Indische Partij, partai politik pertama di Indonesia.

Karena keberaniannya mengkritik pemerintah kolonial Belanda, ia sempat diasingkan ke Pulau Bangka.

Namun dari keterasingan itu lahirlah semangat baru: ia mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara dan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922, lembaga pendidikan pertama yang membuka akses belajar untuk rakyat pribumi.

Filosofi yang Mengubah Wajah Pendidikan

Ajaran terkenalnya—"Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani"—mengubah cara pandang masyarakat terhadap guru.

Seorang guru bukan hanya pendidik, tapi juga teladan, motivator, dan penggerak perubahan.

Warisan Abadi Seorang Pahlawan

Karena dedikasinya terhadap pendidikan dan perjuangan tanpa pamrih untuk kesetaraan hak belajar, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Hari kelahirannya, 2 Mei, kini diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, momen penting untuk merenungkan kembali makna pendidikan sejati.


Biodata Singkat Ki Hajar Dewantara:

Jadi, masih menganggap Hari Pendidikan Nasional hanya sekadar upacara tahunan?

Kini kamu tahu bahwa di balik tanggal 2 Mei tersimpan kisah perjuangan yang luar biasa.

Yuk, teruskan semangat Ki Hajar Dewantara—karena pendidikan adalah kunci masa depan bangsa! (*/him)

Editor : Mahendra Aditya
#ki hajar dewantara #hari pendidikan nasional #2 Mei