Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengapa Tanggal 2 Mei Ditetapkan Sebagai Hari Pendidikan Nasional? Simak Penjelasannya

Fairus Salsabila Zahro • Rabu, 30 April 2025 | 21:23 WIB
ILUSTRASI mengenang sejarah Hari Pendidikan Nasional di Indonesia.
ILUSTRASI mengenang sejarah Hari Pendidikan Nasional di Indonesia.

RADAR KUDUS - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

Pada hari tersebut, kita Bangsa Indonesia mengenang Bapak Pendidikan Nasional yaitu Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hadjar Dewantara.

Namun, mengapa Hari Pendidikan Nasional ini diperingati setiap tanggal 2 Mei? Simak pembahasan berikut.

Ki Hadjar Dewantara merupakan sosok pahlawan yang memperjuangkan pendidikan nasional.

Beliau lahir di Yogyakarta, tanggal 2 Mei 1889 dan nama aslinya adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Ki Hadjar Dewantara menempuh pendidikan di sejumlah sekolah terkemuka kala itu, yakni dimulai dari Europeesche Lagere School (ELS) atau Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa.

Setelah itu melanjutkan pendidikan ke School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen (STOVIA) yang ada di Jakarta, akan tetapi tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sekolah tersebut dikarenakan alasan kesehatan.

Ki Hadjar Dewantara dikenal pintar, memiliki wawasan yang luas mengenai pendidikan dan juga kebudayaan lokal. 

Tidak hanya berperan sebagai pendidik, beliau juga memiliki pekerjaan sebagai jurnalis.

Pernah menjadi wartawan di beberapa tempat yaitu Sediotomo, De Express, Oetoesan Hindia, dan lain-lain.

Tulisannya berisi kritik yang tajam terhadap masa pemerintahan kolonial Belanda saat itu.

Pada tahun 1912, Ki Hadjar Dewantara bersama Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker mendirikan Indische Partij, yaitu sebuah partai politik di Indonesia yang beraliran nasionalis.

Kemudian tahun 1922, beliau mendirikan National Onderwijs Instituut Taman Siswa (Perguruan Taman Siswa).

Pada tahun 1950, Ki Hadjar Dewantara diangkat menjadi seorang Menteri Pendidikan pertama di Indonesia.

Selain itu, juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari UGM pada tahun 1959, serta dikukuhkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI saat itu.

Salah satu semboyannya, “Tut Wuri Handayani” yang artinya "di belakang memberikan dorongan" menjadi salah satu slogan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sampai saat ini.

Beliau wafat di usia 70 tahun pada 26 April 1959. Walaupun telah tiada, jasa-jasanya tetap dikenang sampai kapanpun.

Maka dari itu, setiap tahun saat tanggal 2 Mei yang merupakan hari kelahirannya, diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas.

Penetapan Hari Pendidikan Nasional secara resmi telah tertuang di dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 316 Tahun 1959.

Konsep triloginya dalam pendidikan merupakan salah satu warisan terbesar Ki Hadjar Dewantara, yaitu "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani".

Ini berarti di depan memberi contoh, di tengah membangun semangat, di belakang memberikan dorongan. 

Maksudnya adalah "di depan, pendidik harus memberikan teladan yang baik, di tengah atau di antara murid, pendidik harus menciptakan ide dan prakarsa, di belakang, pendidik harus dapat memberi dorongan atau arahan".

Editor : Ali Mustofa
#ki hadjar dewantara #hari pendidikan nasional #2 Mei