RADAR KUDUS - Pada 28 April 2025, Korea Utara secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan pasukan untuk berperang bersama Rusia melawan Ukraina.
Pengiriman pasukan ini dilakukan berdasarkan perintah langsung dari Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan merupakan bagian dari perjanjian kemitraan strategis antara kedua negara.
Latar Belakang Keterlibatan Korea Utara
Baca Juga: Ratusan Peserta Lomba Video Konten Literasi di Jepara Ikuti Pembekalan, Ini Rincian Hadiahnya
Keterlibatan Korea Utara dalam konflik Ukraina pertama kali terungkap pada Oktober 2024, setelah Ukraina merilis video yang memperlihatkan tentara Korea Utara menerima perlengkapan militer dari pasukan Rusia.
Sebelum itu, terdapat laporan bahwa Badan Intelijen Nasional Korea Selatan telah mengirim sebanyak 1.500 tentara Korea Utara ke Rusia.
Namun, baru pada April 2025, Rusia mengonfirmasi bahwa pasukan Korea Utara telah bertempur bersama mereka di wilayah Kursk, yang sempat diduduki pasukan Ukraina.
Peran Tentara Korea Utara di Kursk
Menurut laporan dari Korean Central News Agency (KCNA), pasukan Korea Utara memberikan kontribusi penting dalam pembebasan wilayah Kursk dari pendudukan Ukraina.
Mereka dianggap menunjukkan "keberanian luar biasa, semangat juang yang tak tertandingi, dan tekad untuk berkorban."
Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea Utara menegaskan bahwa pasukan mereka berperang di wilayah Rusia sebagai bagian dari kemitraan strategis dengan Rusia dan untuk mendukung "keadilan" dalam konflik tersebut.
Implikasi Geopolitik
Keterlibatan Korea Utara dalam perang Ukraina menandai perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri negara tersebut.
Korea Utara berperan aktif dalam konflik internasional, meskipun sebelumnya menerapkan kebijakan isolasionis.
Langkah ini juga memperkuat hubungan militer antara Korea Utara dan Rusia, yang telah terjalin sejak penandatanganan pakta bantuan militer pada Juni 2023.
Reaksi Internasional
Keterlibatan Korea Utara dalam perang Ukraina memicu reaksi dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, Pemerintah Ukraina menerapkan berbagai strategi dengan cara meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan militer terutama di daerah-daerah perbatasan.
Sementara itu, negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan sekutunya, mengecam keras tindakan Korea Utara dan Rusia, serta mengancam akan menerapkan sanksi lebih lanjut terhadap kedua negara.
Dengan semakin banyaknya keterlibatan negara-negara seperti Korea Utara dan Iran dalam konflik Ukraina, perang ini semakin memperlihatkan dimensi globalnya, melibatkan berbagai kekuatan internasional dengan kepentingan strategis mereka masing-masing.