Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hujan Meteor Eta Aquarids Bakal Ramaikan Langit Awal Mei, Cek Tanggalnya!

Muhammad Ulin Nuha • Selasa, 29 April 2025 | 02:30 WIB
Ilustrasi hujan meteor.
Ilustrasi hujan meteor.

RADAR KUDUS - Siapkan matamu ke langit malam, karena hujan meteor Eta Aquarids sedang mampir lagi!

Fenomena langit yang satu ini rutin terjadi setiap tahun, dan puncaknya tahun ini diprediksi terjadi pada 5 hingga 6 Mei 2024.

Mengutip dari NASA, hujan meteor Eta Aquarids dikenal karena kecepatan "ngebut"-nya — meteor-meteor ini melaju sekitar 66 kilometer per detik atau setara 148.000 mil per jam saat menabrak atmosfer Bumi. 

Kilatan meteor itu bisa melintas hanya dalam hitungan detik. Sebab, saking cepat gerakannya. 

Saat malam puncaknya, per jamnya bisa terlihat sampai sekitar 30 meteor!

Nah, malahan berdasarkan informasi dari Space.com, hujan meteor ini sudah dimulai sejak 15 April lalu dan terus terjadi hingga pada 27 Mei mendatang. 

Kalau mau dapat pemandangan terbaik, sebaiknya kamu berada di wilayah belahan Bumi selatan atau daerah yang dekat garis khatulistiwa.

Tapi tenang, buat kamu yang ada di belahan utara, tetap bisa kok menyaksikannya, meski mungkin jumlah meteornya tak sebanyak di selatan.

Asal-Usul Meteor Eta Aquarids

Kalau kamu penasaran, hujan meteor ini datang dari konstelasi Aquarius, tepatnya dari arah bintang Eta Aquarii.

Tapi jangan bingung mencari rasi bintangnya, karena meteor-meteor ini bisa muncul dari berbagai penjuru langit.

Menurut Pusat Sains Antariksa LAPAN, meteor Eta Aquarids ini berasal dari serpihan Komet Halley yang terkenal itu — komet legendaris yang mampir ke Bumi setiap 76 tahun sekali.

Beruntungnya, pada tahun ini hujan meteor jenis ini, bakal lebih bersahabat sekali dengan pencinta astronomi.

Sebab, karena fase bulan sudah masuk bulan sabit akhir atau usia bulan sudah 23 hari. 

Artinya, langit bakal lebih gelap tanpa banyak gangguan cahaya bulan!

Tips Menyaksikan Hujan Meteor

Mau nonton hujan meteor dengan maksimal? Gampang! Cari lokasi yang jauh dari cahaya kota, seperti pegunungan, pantai, atau tempat lapang tanpa banyak gedung tinggi.

Lebih seru lagi kalau sambil camping, bawa tenda, bekal camilan, dan ajak teman ngobrol seru sambil nunggu meteor jatuh.

Sementara itu, Bill Cooke dari NASA punya tips spesial untuk menyaksikan fenomena langit ini.

Yakni, keluar rumah sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Sebab, saat waktu itu peluang untuk melihat meteor-meteor itu akan lebih besar.

Jadi, siap-siap matikan gadget, gelar matras, dan nikmati pertunjukan langit gratis ini, ya! (lin)

Editor : Ali Mustofa
#Eta Aquarids #Langit Malam #Fenomena langit 2025 #lapan #hujan meteor #atmosfer #BRIN #fenomena alam #nasa #Space #bumi #rasi bintang #camping