Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Breaking News! BMKG Peringatkan Kembali tentang Gempa Megathrust yang Ancam Indonesia. Kapan?

Zakarias Fariury • Sabtu, 26 April 2025 | 16:37 WIB
Peta Lokasi Zona Megathrust
Peta Lokasi Zona Megathrust

RADAR KUDUS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi gempa megathrust yang dapat berdampak serius pada wilayah-wilayah dengan struktur tanah lunak, termasuk ibu kota Jakarta.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa meskipun pusat gempa megathrust diperkirakan berada ratusan kilometer dari Jakarta, bukan berarti ibu kota terbebas dari ancaman.

Justru, karakteristik tanah lunak di Jakarta berpotensi memperkuat getaran gempa yang menjalar dari pusatnya.

Baca Juga: AWAS! Megathrust Event Mulai Bereaksi, Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Banten

“Apa yang perlu disiapkan masyarakat atau pemerintah? Kota-kota dengan tanah lunak seperti Jakarta harus tetap waspada. Meskipun jaraknya jauh dari sumber gempa, tanah lunak dapat memperkuat guncangan,” ujar Dwikorita dalam keterangan yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (25/4/2025).

Sebagai perbandingan, Dwikorita menyinggung peristiwa gempa yang terjadi di Myanmar pada awal April 2025 lalu.

Getarannya terasa cukup kuat hingga ke Bangkok, Thailand—kota yang secara geografis berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.

Kondisi ini terjadi karena karakteristik tanah di Bangkok yang juga tergolong lunak, serupa dengan Jakarta.

“Kenapa Bangkok bisa terdampak cukup besar padahal jauh dari pusat gempa? Karena tanahnya lunak. Jadi, meskipun jaraknya jauh, tanah lunak akan memperkuat rambatan gelombang gempa,” jelasnya.

Menurutnya, fenomena ini menyebabkan guncangan menjadi lebih kuat ketika gelombang gempa merambat melalui tanah yang lunak.

Sebaliknya, wilayah yang berada di atas tanah atau batuan keras justru dapat meredam kekuatan getaran gempa.

Baca Juga: Jadi Ancaman Serius! Berikut Daftar Wilayah di Indonesia yang Berpotensi Terkena Dampak Gempa Megatrust Menurut BMKG

“Contohnya Pelabuhan Ratu, meskipun lebih dekat ke episentrum di selatan Jawa, potensi guncangannya bisa lebih rendah dibandingkan Jakarta karena batuannya keras. Gelombang gempa akan lebih mudah diredam jika melalui batuan keras,” terang Dwikorita.

Ia menjelaskan, mekanisme rambatan gelombang gempa dipengaruhi oleh jenis tanah yang dilalui.

“Ketika gelombang menembus batuan keras, dia akan diredam. Tapi begitu masuk ke lapisan lunak, guncangannya akan menguat kembali,” tambahnya.

Menghadapi potensi ini, BMKG mendorong pemerintah pusat dan daerah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur, terutama bangunan bertingkat yang berdiri di atas tanah lunak.

Baca Juga: Kapan Gempa Megathrust bakal Guncang Indonesia? Ini Prediksi BMKG

“Pertanyaannya sekarang, sudah siapkah gedung-gedung tinggi di Jakarta menghadapi guncangan yang menguat? Kami telah mengingatkan Kementerian PU dan pemerintah provinsi agar melakukan inspeksi menyeluruh terhadap struktur bangunan, memastikan ketahanannya terhadap gempa,” tegas Dwikorita.

BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap gempa tidak hanya berfokus pada lokasi episentrum, tetapi juga harus memperhitungkan kondisi tanah yang bisa memperparah dampak, termasuk di kota-kota besar seperti Jakarta. (*)

 
Editor : Ali Mustofa
#megathrust adalah #Gempa Megathrust #lokasi megathrust #Megathrust Selat Sunda #gempa bumi #sesar aktif #bmkg #ancaman Megathrust #gempa megathrust bmkg