Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Duka! Hamzah Sulaiman, Pencipta Karakter Raminten Berpulang di Usia 75 Tahun

Asri Kurniawati • Kamis, 24 April 2025 | 23:02 WIB

Kabar duka Hamzah Sulaiman (Raminten) meninggal dunia.
Kabar duka Hamzah Sulaiman (Raminten) meninggal dunia.

RADAR KUDUS - Dunia seni dan budaya Yogyakarta berduka atas kepergian Hamzah Sulaiman, seniman, pengusaha, dan pencipta karakter ikonik Raminten, yang meninggal dunia pada Rabu (23/4/2025), pukul 22.34 WIB di Rumah Sakit Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Hamzah, yang juga menyandang gelar Kanjeng Mas Tumenggung Tanoyo Hamiji Nindyo, wafat di usia 75 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Kabar mengenai wafatnya Hamzah Sulaiman pertama kali disampaikan melalui akun Instagram resmi Raminten Cabaret (@ramintencabaret) dan The House of Raminten (@houseoframinten), kebenaran informasi ini didukung juga oleh akun terkait Hamzah Batik (@hamzahbatikofficial).

Baca Juga: 5 Fakta Unik Tentang Hamzah Sulaiman Pendiri Raminten, Raja Dunia Kuliner di Jogja

Dalam unggahan di @houseoframinten, pihak keluarga dan tim manajemen mengungkapkan rasa kehilangan mendalam melalui pesan, “Selamat jalan Kanjeng... Engkau bukan hanya pemimpin, tapi juga guru dan panutan kami,” disertai dengan foto Hamzah dan karakter raminten yang selalu melekat di dalam hati masyarakat.

Ucapan duka dari penggemar, rekan seniman, dan masyarakat umum membanjiri kolom komentar, sementara kabar ini juga menyebar luas di platform X, di mana komunitas seni menyampaikan belasungkawa.

Hamzah Sulaiman ialah seorang anak bungsu, ia memiliki lima bersaudara dalam keluarga pendiri Group Mirota yang merupakan perusahaan retail terkenal di Yogyakarta.

Ia adalah putra dari pasangan Hendro Sutikno (Tan Kiem Tik) dan Tini Yuniati (Nyoo Tien Nio). Hamzah sempat mengenyam pendidikannya di perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada dalam jurusan biologi, namun kemudian ia beralih di Universitas Sanata Dharma mengambil jurusan Bahasa Inggris. Kecintaannya pada seni dan budaya membawanya menekuni dunia seni peran, tari, dan desain busana.

Karakter Raminten lahir Ketika Hamzah bermain dalam ketoprak komedi dengan judul Pengkolan yang kini telah menjadi identitas budaya dan bisnisnya. Pada pertunjukan seni tersebut, ia memerankan sosok wanita Jawa tua yang ia beri nama Raminten, yang kemudian menjadi ikon budaya Yogyakarta.

Karakter Raminten bukan hanya bersinar di atas panggung saja, akan tetapi karakter Raminten juga telah memberikan inspirasi atas pendirian The House of Raminten dan The Waroeng of Raminten, dua rumah makan yang mengusung nuansa tradisional Jawa dengan sentuhan modern.

Tidak hanya itu, Hamzah juga merintis Raminten Cabaret Show, sebuah pertunjukan kabaret yang merupakan paduan dari seni tradisional dan kontemporer, menjadi sebuah daya tarik wisata malam di Yogyakarta dan untuk merayakan keberagaman.

Baca Juga: Profil dan Serajah Asal Usul Raminten, Dimulai dari Panggung Komedi jadi Raja Kuliner di Jogja

Sebagai generasi kedua Grup Mirota, Hamzah juga mengelola berbagai usaha keluarga, termasuk pusat oleh-oleh Hamzah Batik dan sanggar tari. Dedikasinya dalam dunia seni dan bisnis menjadikannya figur yang disegani, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di kancah nasional.

Kepergian Hamzah Sulaiman meninggalkan duka mendalam bagi komunitas seni dan budaya. Ia dikenang oleh masyarakat luas sebagai sosok visioner yang dapat menggabungkan tradisi dan modernitas.

Rekan seniman lainnya mengenang momen berbagi panggung dengan Hamzah di pertunjukan ketoprak TVRI, menyebutnya sebagai sosok yang inspiratif.

Raminten Cabaret Show dan rumah makan The House of Raminten menjadi warisan abadi Hamzah, yang tidak hanya menghibur tetapi juga memperkenalkan budaya Jawa kepada generasi muda dan wisatawan.

Baca Juga: Lebih Dekat Sosok Hamzah Sulaiman Raminten, Generasi Kedua Mirota Group, Ini Silsilah Keluarganya

Kiprahnya dalam melestarikan seni tradisional melalui pendekatan yang segar dan inklusif akan terus dikenang sebagai bagian dari identitas budaya Yogyakarta.

Jenazah Hamzah Sulaiman disemayamkan di rumah duka di Yogyakarta, dan prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 24 April 2025, dihadiri oleh keluarga, rekan seniman, dan masyarakat. Kabar ini menjadi pengingat akan betapa besar kontribusi seorang seniman dalam menjaga dan memajukan budaya lokal.

Selamat jalan, Kanjeng Raminten. (Asri Kurniawati)

Editor : Ali Mustofa
#hamzah sulaiman #kabar duka #asal usul raminten #hamzah sulaiman meninggal #hamzah raminten #raminten jogjakarta #Hamzah Sulaiman meninggal dunia #raminten meninggal di usia 75 tahun #sosok seniman raminten #sejarah raminten #yogyakarta #raminten #raminten jogja #profil raminten #raminten yogyakarta #raminten show