RADAR KUDUS – 21 April menjadi tanggal dimana masyarakat Indonesia merayakan Hari Kartini setiap tahunnya.
Perayaan ini diadakan dalam rangka menghormati perjuangan Ibu Kartini yang dikenal sebagai simbol pergerakan emansipasi perempuan di Indonesia.
Perjuangan Ibu kartini dalam memperjuangkan hak-hak yang sama bagi perempuan diabadikan dalam berbagai karya seni.
Menuangkannya dalam sebuah karya seni, salah satunya film, mampu memberikan semangat kepada para perempuan masa kini untuk mendapatkan hak mereka.
Selain film “Kartini”, terdapat banyak film yang mengisahkan tentang perjuangan para perempuan yang wajib untuk ditonton.
Berikut beberapa rekomendasi film yang mengisahkan tentang perjuangan perempuan.
- Kartini (2017)
Film dari Legacy Pictures yang tayang pada 19 April 2017 ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Robert Ronny sebagai produser.
Film dengan durasi 122 menit ini menceritakan tentang kisah Kartini (Dian Sastrowardoyo) dalam memperjuangkan kesetaraan hak bagi semua orang, termasuk pendidikan untuk perempuan.
Film ini memperlihatkan perjuangan Kartini melawan tradisi turun temurun dan norma sosial yang mengekang kebebasan perempuan, serta memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan pada masanya.
Bersama dengan kedua saudarinya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita), Kartini memperjuangkan pendidikan untuk kaum miskin dengan mendirikan sekolah.
- 3 Srikandi (2016)
Film garapan MVP Pictures ini disutradarai oleh Iman Brotoseno dengan Raam Punjabi sebagai produser. Film ini tayang pada tanggal 4 Agustus 2016 dengan durasi 121 menit.
Film “3 Srikandi” menceritakan tentang tiga atlet panahan asal Indonesia, yakni Nurfitriyana (BCL), Lilies (Chelsea Islan), dan Kusuma (Tara Basro), yang berhasil meraih medali perak pertama di Olimpiade Seoul 1988 cabang olahraga panahan.
Tidak adanya pelatih dan masalah rumit lainnya membuat 3 srikandi terancam tidak diberangkatkan menuju olimpiade.
Namun, Pak Udi (Donny Damara) yang berhasil membujuk “Robin Hood Indonesia” Donald Pandiangan (Reza Rahardian) membuat mereka memiliki harapan.
Siang dan malam 3 srikandi berlatih keras bersama dengan Donald untuk persiapan menuju olimpiade Seoul.
Perjuangan 3 srikandi yang berhasil membawa medali perak pertama cabang panahan ini mampu menggetarkan hati banyak orang.
- Sokola Rimba (2013)
Film ini digarap oleh Miles Films dengan Riri Riza sebagai sutradara dan Mira Lesmana sebagai produser. Film “Sokola Rimba” tayang pada 21 November 2013 dengan total durasi 90 menit.
Sokola Rimba mengisahkan tentang Butet Manurung (Prisia Nasution) yang telah menemukan kehidupan yang diinginkannya.
Butet mengabdikan dirinya untuk mengajarkan baca tulis dan menghitung kepada anak-anak yang tinggal di hulu sungai Makekal di hutan Bukit Duabelas.
Pertemuan Butet dengan seorang anak yang ingin belajar membaca darinya bernama Nyungsang Bungo (Nyungsang Bungo), membuatnya berkeinginan untuk memperluas wilayah kerjanya ke hilir sungai Makelar, tempat dimana Bungo tinggal.
Film ini menyorot perjuangan Butet yang mencari segala cara untuk mengajar baca tulis kepada anak-anak lain walaupun banyak yang menentang.
- Marlina: Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Film yang tayang pada 24 Mei 2017 ini disutradarai oleh Mouly Surya. Film dengan durasi 93 menit ini sudah didistribusikan ke 18 negara.
Film yang berlatar di sebuah padang sabana Sumba ini menceritakan tentang seorang janda bernama Marlina (Marsha Timothy) yang rumahnya didatangi perampok dan diancam akan mengambil harta dan juga kehormatan Marlina.
Marlina yang ingin memperjuangkan haknya pun meracuni para perampok tersebut dan membawa kepala dari ketua perampok Markus (Egi fedly) menuju kantor polisi.
Di perjalanan, ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Novi (Dea Panendra) yang mengerti perasaannya sebagai sesama perempuan.
Perjuangannya mencari keadilan di kantor polisi pun tidak membuahkan hasil. Dengan matinya keadilan bagi perempuan, Marlina bersama dengan Novi pun bertekad mencari sendiri keadilan bagi perempuan.
- Susi Susanti: Love All (2019)
Film ini rilis pada tanggal 24 Oktober 2019 dengan durasi 96 menit. Film ini disutradarai oleh Sim F dengan Daniel Mananta dan Reza Hidayat sebagai produser.
Film “Susi Susanti” mengangkat kisah perjalanan atlet bulu tangkis putri Indonesia yang meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Musim Panas 1992 Barcelona.
Susi Susanti memulai karirnya menjadi atlet bulu tangkis putri pada usia 14 tahun.
Di bawah bimbingan pelatihnya, Liang Chiu Sia, Susi mampu mendapatkan medali emas Olimpiade pertama untuk Indonesia dan mendapat pengakuan dunia.
Di tengah perilaku diskriminatif terhadap keturunan Tionghoa karena gejolak ekonomi di Indonesia, Susi terus berusaha melewati masa-masa sulit dengan terus berpegang teguh pada kegigihannya.
Susi membuktikan bahwa kepahlawanan dilihat dari besarnya pengorbanan untuk Tanah Airnya, bukan dari banyaknya prestasi yang dimiliki.
Rekomendasi film ini bukanlah sebuah film karangan semata, melainkan film yang mengangkat kisah nyata dari para perempuan-perempuan hebat dan tangguh di Tanah Air.
Film-film diatas memberikan pesan bahwa perempuan juga merupakan sosok yang kuat, yang mampu bertahan dan bangkit dari masalah yang dihadapi. (Faidzoh Iffatul Khoir)
Editor : Ali Mustofa