Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

AWAS! Megathrust Event Mulai Bereaksi, Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Banten

Zakarias Fariury • Minggu, 16 Maret 2025 | 00:28 WIB
Ilustrasi Seismometer Gempa
Ilustrasi Seismometer Gempa

RADAR KUDUS -  Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,0 mengguncang wilayah selatan Banten pada Sabtu (15/3/2025) pagi.

Guncangan ini dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah hingga ke wilayah Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya menyebutkan bahwa gempa terjadi pada pukul 06.55 WIB.

Episenter atau pusat gempa terletak pada koordinat 7,16° Lintang Selatan dan 106,13° Bujur Timur.

Lokasinya berada di laut, sekitar 28 kilometer di barat daya Bayah, Banten, dengan kedalaman 59 kilometer di bawah permukaan laut.

Gempa Disebabkan Subduksi Lempeng Indo-Australia

Berdasarkan analisis yang dilakukan BMKG, gempa bumi ini merupakan jenis gempa dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Subduksi ini merupakan proses tektonik yang umum terjadi di zona pertemuan lempeng di wilayah Indonesia dan kerap menjadi pemicu gempa bumi besar.

"Gempa ini masuk dalam kategori megathrust event. Hiposenter dan mekanisme pergerakan patahannya menunjukkan bahwa ini merupakan gempa dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya.

BMKG juga menegaskan bahwa meskipun gempa ini tergolong megathrust, namun berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hal ini dikarenakan kekuatan gempa yang relatif kecil serta tidak adanya indikasi pergerakan vertikal yang signifikan pada dasar laut yang dapat memicu gelombang besar.

Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa ini dirasakan di berbagai wilayah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Beberapa daerah yang mengalami getaran cukup kuat di antaranya adalah Palabuhan Ratu, Cicurug, Kabandungan, Cidolog, Sukaraja, Simpenan, Bogor, Cianjur, Lebak, dan Pandeglang.

Di daerah-daerah tersebut, gempa tercatat dengan skala intensitas III MMI, yang berarti getaran dirasakan cukup nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berat yang melintas.

Sementara itu, wilayah lain seperti Serang, Depok, dan Tangerang merasakan gempa dengan skala intensitas II-III MMI.

Meskipun lebih lemah dibandingkan daerah lain, guncangan masih cukup terasa, terutama bagi warga yang berada di dalam bangunan.

Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan akibat gempa tersebut. Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi kapan saja.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Menanggapi gempa ini, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk selalu memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal mereka.

"Kami mengimbau warga agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa kembali kondisi rumah dan pastikan bangunan cukup tahan gempa sebelum kembali masuk ke dalamnya," kata BMKG dalam keterangannya.

Selain itu, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi di masa depan.

Salah satu langkah mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan memahami jalur evakuasi dan memastikan bangunan tempat tinggal telah sesuai dengan standar ketahanan gempa yang ditetapkan.

Indonesia di Jalur Megathrust, Waspada Potensi Gempa Besar

Sebagai negara yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik, Indonesia memang memiliki potensi gempa bumi yang tinggi.

Wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk Banten, merupakan salah satu zona megathrust yang berpotensi mengalami gempa besar akibat aktivitas subduksi lempeng.

Dalam beberapa tahun terakhir, BMKG terus mengingatkan masyarakat akan potensi gempa megathrust berkekuatan besar yang bisa terjadi di masa depan.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, termasuk memahami prosedur evakuasi dan memperkuat struktur bangunan, menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material.

Dengan adanya kejadian gempa ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapan dalam menghadapi potensi gempa bumi yang lebih besar di masa mendatang.

Editor : Mahendra Aditya
#bencana alam #gempa #apa itu megathrust #megathrust #sesar aktif #bmkg