Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Malas Kena Macet di Mudik Lebaran 2025? Ini Tips dan Triknya Biar Perjalananmu Lancar

Zakarias Fariury • Kamis, 6 Maret 2025 | 16:05 WIB
Ilustrasi Jalan Tol
Ilustrasi Jalan Tol

RADAR KUDUS - Mudik Lebaran 2025 diprediksi akan menjadi salah satu arus mudik terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah memperkirakan lebih dari 100 juta orang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menentukan tanggal keberangkatan yang tepat agar terhindar dari kemacetan panjang.

Selain itu, sejumlah langkah antisipasi juga disarankan demi memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.

Hindari Mudik di Tanggal Puncak Arus

Berdasarkan prediksi Kepolisian Republik Indonesia, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 28-30 Maret 2025. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Kepolisian akan menggelar Operasi Ketupat mulai 28 Maret hingga 8 April 2025.

"Diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 28 hingga 30 Maret, sementara puncak arus balik terjadi pada 8 April ke atas," ujar Wakil Asisten Utama Operasi (Waastamops) Kapolri, Irjen Endi Sutendi, dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (24/2/2025).

Dengan demikian, masyarakat yang ingin menghindari kemacetan panjang disarankan untuk tidak melakukan perjalanan pada periode tersebut.

Kapan Sebaiknya Berangkat Mudik?

Karena puncak arus mudik diperkirakan pada 28-30 Maret dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 31 Maret 2025, maka waktu terbaik untuk berangkat mudik adalah sebelum tanggal 28 Maret.

Pemerintah juga sedang mengkaji penerapan skema Flexible Work Arrangement (FWA) atau Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mengurangi kepadatan arus mudik.

Jika aturan ini diterapkan, ASN dan pekerja BUMN dapat mulai bekerja dari luar kantor sejak 24 Maret 2025.

"Mungkin dalam waktu dekat akan ada surat khusus terkait penerapan WFA bagi ASN dan BUMN. Ini bertujuan untuk mengurangi lonjakan pemudik di tanggal-tanggal puncak," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Balai Kota Jakarta, Senin (3/3/2025).

Selain ASN dan pegawai BUMN, pemerintah juga mengimbau perusahaan swasta untuk menerapkan kebijakan serupa agar waktu mudik lebih fleksibel.

"Tak hanya ASN, perusahaan swasta juga diharapkan memberikan kebijakan internal terkait FWA bagi sebagian karyawan," ujar Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Adita Irawati.

Jika aturan ini berlaku, pemudik bisa merencanakan perjalanan sejak akhir pekan 22-23 Maret 2025 dan memulai WFA pada 24 Maret 2025.

Tips Mudik Lebaran 2025 agar Aman dan Nyaman

Perjalanan jarak jauh membutuhkan persiapan matang agar tetap aman dan nyaman. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho, membagikan beberapa tips penting bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan:

1. Pastikan Kondisi Kendaraan Prima

Jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan telah melakukan servis kendaraan sebelum berangkat.

Periksa kondisi oli mesin, ban, bahan bakar, serta fungsi lampu dan rem. Sementara bagi yang menggunakan transportasi umum, pastikan memilih moda transportasi resmi yang aman dan nyaman.

2. Rencanakan Rute Perjalanan

Gunakan aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze untuk mengetahui kondisi lalu lintas secara real-time.

Pemudik juga disarankan untuk menyiapkan jalur alternatif guna menghindari titik-titik kepadatan lalu lintas.

3. Pastikan Kondisi Tubuh Fit

Perjalanan panjang membutuhkan stamina yang prima. Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya tunda perjalanan atau beristirahat lebih sering.

Pengemudi disarankan untuk beristirahat setiap 2 hingga 2,5 jam guna menghindari kelelahan yang dapat berujung pada kecelakaan.

"Gunakan rest area dengan baik, siapkan obat-obatan, dan jangan paksakan mengemudi bila lelah," kata Irjen Agus.

4. Cek Muatan dan Biaya Perjalanan

Pemudik dilarang membawa barang yang berlebihan karena dapat mempengaruhi keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu, pastikan saldo e-toll mencukupi agar tidak mengalami kendala di gerbang tol.

5. Manfaatkan Pos Pelayanan Polri

Polri telah menyiapkan pos-pos pelayanan di sepanjang jalur mudik untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan.

Jika terjadi keadaan darurat, pemudik bisa mendatangi pos pelayanan terdekat untuk mendapatkan bantuan.

"Silakan singgah di pos-pos pelayanan Polri apabila membutuhkan informasi atau ingin melaporkan sesuatu," ujar Irjen Agus.

Mudik Lebaran 2025 diperkirakan akan menjadi salah satu arus mudik terbesar dalam sejarah. Dengan lonjakan pemudik yang signifikan, perjalanan dapat menjadi sangat padat, terutama pada tanggal-tanggal puncak arus mudik dan arus balik.

Oleh karena itu, pemudik disarankan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memilih tanggal keberangkatan sebelum puncak arus mudik, serta menerapkan langkah-langkah keamanan selama perjalanan.

Jika memungkinkan, pemudik bisa memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang tengah dikaji oleh pemerintah agar dapat mudik lebih awal dan menghindari kemacetan.

Dengan persiapan yang matang dan perencanaan yang baik, perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.(*)

Editor : Mahendra Aditya
#mudik gratis #jalan tol #tips #Link Mudik Gratis #mudik lebaran #mudik