RADAR KUDUS – Seorang ibu rumah tangga di Pamulang, Tangerang Selatan, dikabarkan meninggal dunia setelah mengantre LPG 3 kg alias gas melon.
Dalam video yang sempat viral di media sosial (medsos), peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (3/2) sekitar pukul 12.30 WIB.
Sang adik korban bernama Rohaya, dalam keterangannya mengungkapkan, ibu RT yang meninggal dunia adalah Yonih.
Menurutnya, sebelum membeli LPG 3 kg, korban Yonih masih beraktivitas seperti biasa di pagi hari.
Lanjut Rohaya, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 11.00 WIB, membawa dua tabung gas melon kosong.
Kemudian ibu rumah tangga itu berjalan kaki menuju agen gas terdekat yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.
Setibanya di lokasi, korban harus mengantre selama kurang lebih 1 jam, sebelum akhirnya mendapatkan tabung gas melon yang dibutuhkan.
Setelah antrean panjang itu, Yonih pun kembali pulang dengan berjalan kaki.
Di tengah perjalanan, korban sempat beristirahat di dekat sebuah tempat laundry. Beberapa saat kemudian, menantunya datang untuk menjemput Yonih pulang ke rumah.
Namun, sesampainya di rumah, Yonih tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri.
"Sesampai di rumah langsung pingsan. Dia sempat mengucapkan 'Allahu Akbar' dua kali, tapi setelah itu tidak merespons," ungkap Rohaya, adik korban.
Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Meninggalnya ibu rumah tangga saat membeli tabung gas melon ini memicu perhatian public.
Terutama terkait kelangkaan LPG 3 kg yang belakangan sering terjadi di berbagai daerah.
Banyak warga kesulitan mendapatkan LPG Subsidi dan terpaksa mengantre lama hingga berjam-jam di agen maupun pangkalan resmi.
Editor : Ali Mustofa