RADAR KUDUS – Tak merespon ajakan Pratiwi Noviyanthi untuk berobat menggunakan uang donasi yang dikelola yayasan, kini Agus Salim korban penyiraman air keras malah meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto.
Agus Salim sengaja tidak merespon ajakan berobat Novi karena masih kecewa dan berkonflik dengan Novi. Agus malah meminta Novi mentransfer uang donasi ke rekeningnya saja lewat media sosial.
Sebelumnya, Agus melaporkan Novi ke polisis dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penggelapan uang donasi untuk Agus Salim.
Kasus itu ditangani di Polda Metro Jaya. Oleh Polda Metro Jaya aksus tersebutsedang ditindaklanjuti.
Kasus perseteruan natara Agus Salim dengan Pratiwi Novonyanthi bermula saat ada dugaan penyalahgunaan uang donasi.
Uang donasi yang seharusnya digunakan untuk pengobatan mata Agus Salim diduga disalahgunakan untuk membayar utang keluarga Agus.
Tak hanya itu, uang itu juga tidak digunakan untuk berobat. Sebab Agus masih menggunakan BPJS Kesehatan meski belakang sudah ditolak oleh rumah sakit karena Agus terlibat kasus penganiayaan.
Setelah penolakan tersebut, Agus meminta uang donasi ke Novi. Namun saat dihubungi, Agus tidak merespon Novi.
Agus Meminta Bantuan Prabowo
Pengacara Agus, Farhat Abbas meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu Agus Salim. Sebab kasus Agus ini menyita perhatian publik karena uang donasi Rp 1,5 miliar diduga disalahgunakan.
Farhat Abbas mengatakan, Prabowo seharusnya mengundang Agus Salim ke istana dan membantunya.
Menurut Farhat, presidengan tidak menghadirkan tunanetra dengan suara bagus lalu dibayar masuk istana, tetapi seperti Agus. “Presiden harus membantu, turun tangan. Biar dokter-dokter dan masyakat sayang. Kalau dibiarkan begini bonyok, kita juga bonyok,” kata Farhat.
Sebab, menurut Farhat, orang yang dihadapai bukan pejuang membela Agus tetapi orang yang mempertahankan uang donasi Rp 1,3 miliar.
Karena tidak ditanggung BPJS lagi, Agus kini berobat menggunakan dana pribadi.
Agus Tak Merespon Ajakan Novi untuk Berobat
Kendati koar kora di media meminta Novi mengembalikan uang donasi, tetapi Novi mengaku tidak merespon ajakan Novi untuk berobat.
Novi mengaku, pihaknya sudah mencoba berkomunikasi dengan Agus, tetapi tidak direspon.
“Kami berkali-kali menelepon tetapi tidak direspon,” kata Novi.
Padahal, kata Novi, pihak yayasan ingin agar Agus segera ditangani dokter. Dengan begitu mata Agus bisa segera dilakukan tindakan.
“Proses hukum silakan tetap berjalan, tetapi saya tetap akan membantu pengobatan agar tetap berjalan,” terangnya.
Kuasa Hukum Novi, Gerry mengatakan sudah jadwal untuk konsultasi dengan dokter. Namun Agus tidak mendatangi rumah sakit.
“Sudah ada jadwalnya, tetapi tidak datang ke rumah sakit. Akhirnya kami surati, tetapi tidak direspon juga,” paparnya.
Ditanya apakah sudah menjenguk Agus, Novi mengaku belum bisa menjenguk Agus karena pihak Agus tidak merespon komunikasi. Jadi pihak Novi belum berani mendatangi rumahnya.
Editor : Noor Syafaatul Udhma