RADAR KUDUS – HOS Tjokroaminoto atau Haji Oemar Said Tjokroaminoto merupakan salah satu pahlawan Indonesia yang berjuang dalam kemerdekaan Indonesia.
Dia dikenal sebagai Guru Bangsa karena pemikiran, nasionalisme, dan perjuangannya dalam kemerdekaan Indonesia.
Tjokroaminoto tidak dianggap sebagai pemimpin pergerakan saja, tetapi pemikir yang menginsprasi banyak tokoh seperti Presiden RI Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Baca Juga: Mengenal Sosok RA Kartini, Pahlawan Nasional Asal Jepara yang Perjuangkan Emansipasi Perempuan
Profil HOS Tjokroaminoto
HOS Tjokroaminoto lahir di Ponorogo, Jawa Timur pada tanggal 15 Agustus 1882.
Dia sosok yang tumbuh dalam lingkungan religius, namun modern dan terbuka. Baik dari segi pemikiran hingga pendidikan.
HOS Tjokroaminoto menamatkan pendidikan di OSVIA (sekolah pamong praja) lalu bekerja sebagai pegawai pemerintah kolonial Belanda.
Selama bekerja, Tjokroaminoto merasa gelisah dengan ketidakadilan yang dialami rakyat Indonesia. Hal itu mendorongnya meninggalkan pekerjaan dan terjun bersama pemuda-pemuda Indonesia dalam pergerakan nasional.
Pada tahun 1912, Tjokoroaminoto bergabung dengan Sarekat Islam (SI), organisasi pada masa itu menjadi wadah bagi rakyat Indonesia dalam menyuarakan ketidakpuasan terhadap penjajahan.
Sarekat Islam berkembang pesat menjadi kekuatan politik yang mempengaruhi juataan anggota di seluruh Indonesia.
Tjokroaminoto tidak hanya memimpin Serikat Islam dengan bijaksana, tetapi juga membekali anggotanya dengan pemikiran yang revolusioner dan semangat nasional yang tinggi.
Silsilah Keluarga HOS Tjokroaminoto
HOS Tjokroaminoto memiliki ayah beranama Raden Mas Tjokroamiseno, seorang pejabat wedana Kleco, Magetan. Kakeknya bernama Raden Mas Adipati Tjokronegoro, pernah menjabat sebagai Bupati Ponorogo.
Mertuanya bernama RM Mangoensoemo, Wakil Bupati Ponorogo pada masa itu. Buyutnya bernama Kyai Ageng Kasan Besari II, tokoh agama di Ponorogo dan Warengnya bernama Pakubuwono III, raja Mataram yang terkenal melawan penjajah.
HOS Tjokroaminoto merupakan anak kedua dari 12 bersaudara. Saudaranya yakni Raden Mas Oemar Djaman Tjokroprawito, Raden Ayu Tjokwodisoerjo, dan Raden Mas Poerwadi Tjokrosoedirjo.
Tjokroaminoto Ternyata Buyut dari Maia Estianty
HOS Tjokroaminoto menikah dengan Suharsikin. Dari pernikahannya tersebut lahirlah Siti Oetari Tjokroaminoto dan Harsono Tjokroaminoto.
Anak sulungnya, Siti Oetari Tjokroaminoto, saat masih berusia 16 tahun menikah dengan Soekarno. Namun pernikahan tersebut gagal. Siti Oetari Tjokroaminoto akhirnya menikah dengan Sigit Bachroensalam dan memiliki anak Ir. Harjono Sigit Bcahroensalam yang merupakan ayah dari Maia Estianty. Sehingga Maia Estiyanti merupakan cicit dari HOS Tjokroaminito.
Maia Estiany sendiri merupakan musisi dan produser musik papan atas di Indonesia. Dia memiliki tiga orang anak yakni Ahmad Al Ghazali, El Rumi, Dul Jaelani
Pemikiran HOS Tjokroaminoto
- Pendidikan
Sebagai seorang pemikir, Tjokroaminoto sangat menekankan pentingnya pendidikan bagi rakyat Indonesia. Dia yakin kemerdekaan hanya bisa dicapai jika rakyat Indonesia memiliki kesadaran dan pendidikan. Untuk itu, Tjokroaminoto memberikan pendidikan politik kepada anggotanya agar mampu berpikir kritis.
- Persatuan Berbangsa
Pemikiran penting lainnya dari Tjokroaminoto yakni persatuan berbangsa. Dia yakin, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya untuk melawan penjajahan dan mencapai kemerdekaan.
Tjokroaminoto menekankan dengan persatuan, bangsa Indonesia dapat menjadi kuat.
- Keadilan Sosial
Tjokroaminoto dikenal menentang feodal dan ketidakadilan. Kemerdekana sejati bukan hanya terbebas dari penjejahan fisik tetapi juga berpusat pada perekonomian.
- Kepemimpinan yang Berintegritas
Tjokroaminoto selalu menunjukkan keberanian, kepedulian, ketegasan, kebijaksanaan kepada rakyat. Dengan sikap tersebut dia berharap dapat memajukan bangsa.
Itulah profil HOS Tjokroaminoto, pahlawan Indonesia yang sudah berjuang bersama pemuda Indonesia dalam memerdekaan Indonesia. Dia juga merupakan buyut dari musisi papan atas Indonesia, Maia Estianty
Editor : Noor Syafaatul Udhma