RADAR KUDUS – Sosok Ratu Kalinyamat terkenal sebagai perempuan penguasa pesisir utara Jawa yang berasal dari Jepara. Namanya sangat populer. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga para penjajah. Kiprahnya dalam memajukan Jepara diakui.
Ratu Kalinyamat memimpin Jepara selama tiga dekade pada abad ke-16 Masehi. Selama memimpin Jepara, Ratu Kalinyamat berhasil menyejahterakan masyarakat Jepara.
Jepara menjadi wilayah dengan kekuatan maritim yang kuat. Bahkan Ratu Kalinyamat 2 kali mengirim pasukan untuk menyerang Portugis di Malaka.
Anak dari Sultan Trenggono dan Cucu Kesayangan Raden Patah, Pendiri Kesultanan Demak Bintoro
Dalam buku Melacak Gerakan Perlawanan dan Laku Spiritualitas Ratu Kalinyamat, Sri Wintala menuliskan bahwa Ratu Kalinyamat merupakan putri dari Sultan Trenggono dan Ratu Pembayun. Sultan Trenggono merupakan raja Kesultanan Demak Bintoro yang memerintah pada 1521-1546.
Ratu Kalinyamat juga merupakan cucu kesayangan dari Raden Patah yang merupakan raja pertama sekaligus pendiri Kesultanan Demak Bintoro.
Karena Raden Patah diketahui merupakan anak dari Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit, secara otomatis, Ratu Kalinyamat merupakan cicit dari Prabu Brawijaya V dan memiliki trah Kerajaan Majapahit.
Istri dari Sultan Hadlirin
Ratu Kalinyamat merupakan istri dari Pangeran Thoyib atau Sultan Hadlirin, penguasa Jepara. Sultan Hadlirin diketahui sebagai putra Sultan Mughat Syah dari Kesultanan Aceh Darussalam.
Ratu Kalinyamat memiliki nama asli Retna Kencana. Dia menikah dengan Sultan Hadlirinkarena kepentingan politik antara Kesultanan Demak dengan Kesultanan Aceh Darussalam.
Kendati pernikahan karena kepentingan politik, namun rasa cinta Ratu Kalinyamat dengan sang suami sangat besar.
Sultan Hadlirin dan Kakaknya Terbunuh
Kisah cinta antara Ratu Kalinyamat dan suami harus berakhir karena Sultan Hadlirin terbunuh dalam perang. Tak heran Ratu Kalinyamat marah dan berniat membalas dendam.
Tak hanya itu, kakak ratu Kalinyamat yakni Sunan Prawata juga terbunuh. Hal itu membuat Ratu Kalinyamat semakin marah.
Prabu Brawijaya V Merupakan Buyut Ratu Kalinyamat
Prabu Brawijaya V atau Bhre Kertertabhumi merupakan Raja Kerajaan Majapahit yang konon melarang warga Cepu Blora khususnya keturunan Adipati Cepu mendaki Gunung Lawu.
Prabu Brawijaya V konon memiliki anak bernama Raden Patah dari seorang selir, putri China bernama Siu Ban Ci.
Dari pernikahan Raden Patah dengan beberapa istrinya lahirlah Pati Unus, Pangeran Seda Lepen, SultanTrenggono, hingga Ratu Nyawa.
Dari Sultan Trenggono lahirlah Ratu Retna Kencana atau Ratu Kalinyamat. Ratu Kalinyamat merupakan putri kedua dari Sultan Trenggono yang merupakan raja ketiga di Kerajaan Demak. Tak heran, Ratu Kalinyamat merupakan buyut dari Prabu Barwijaya V. Itu artinya Ratu Kalinyamat masih memiliki darah Majapahit.
Nama Kalinyamat diberikan berdasarkan tempat yang ada di Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang merupakan salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Demak.
Ratu Kalinyamat merupakan tokoh yang memiliki peranan penting sebelum runtunya Kerajaan Demak. Khususnya pada saat dinasti Demak mengalami konflik politik yakni perebutan kekuasaan di antara keturunan Raden Patah.
Sepeninggal Sultan Trenggana, Ratu Kalinyamat beserta suaminya Sultan Hadlirin mendapat wilayah kekuasaan di Pati, Jepara, Juwana hingga Rembang.,
Bersama suaminya, Ratu Kalinyamat memperoleh daerah bernama Kalinyamat sebaai puast kekuasaan di wilayah Jepara hingga Rembang.
Setelah Sultan Trenggana wafat, daerah Kalinyamat digabungkan denga daerah Prawoto yang sebelumnya menjadi kekuasaan Sunan Prawata yang merupakan kakak dari Ratu Kalinyamat.
Di bawah kekuasaan Ratu Kalinyamat, Jepara menjadi pintu gerbang pelabuhan dan bandar perdagangan Kerajaan Demak. Tak heran, Jepara menjadi daerah yang kaya dan masyarakatnya sejahtera.
Sebagai penguasa, Ratu Kalinyamat menjadi kerjasama dengan penguasa lain.
Bahkan buyut dari Prabu Brawijaya V ini dikisahkan sangat kuat hingga mampu menyerang Portugis di Aceh hingga Malaka dengan mengirimkan 15.000 prajurit.
Itulah sejarah tentang Ratu Kalinyamat yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya V yang melarang orang Cepu Blora, Bojonegoro, dan keturunan Adipati Cepu mendaki Gunung Lawu.
Jasa-Jasa Ratu Kalinyamat
Selama memimpin, Jepara tumbuh pesat. Dalam sumber Portugis yang ditulis Meilink-Roelofsz, Jepara menjadi pelabuhan terbesar di pantai utara Jawa dan memiliki armada laut yang besar dan kuat pada abad ke-16.
Ketenaran Ratu Kalinyamat terdengar hingga ke negeri seberang. Pada 1550, Sultan Johor meminta bantuan Ratu Kalinyamat untuk mengusir penjajah Portugis dari Malaka.
Ratu Kalinyamat menyanggupi dengan mengirim 40 kapal perang yang mengangkut 4.000 orang tentara ke Malaka. Di sana sebut, H.J.de Graaf dalam Awal Kebangkitan Mataram (2001), armada perang Jepara bergabung dengan Persekutuan Melayu yang berkekuatan lebih dari 150 kapal.
Pasukan gabungan Jepara dan Melayu dengan hebatnya bertempur melawan tentara Portugis dan nyaris meraih kemenangan di Malaka.
Namun, 2.000 prajurit Ratu Kalinyamat dilaporkan gugur dalam perang dan sebagian menjadi korban badai di lautan. Sisa pasukan tersebut kemudian memutuskan pulang ke Jawa setelah berperang selama 3 bulan penuh di darat maupun laut.
Pada 1573, datang permohonan dari Sultan Aceh, Ali Riayat Syah untuk kembali melawan Purtugis di Malaka. Ratu Kalinyamat yang memang pernah menjadi istri pangeran dari Aceh langsung mengiyakan permohonan bantuan.
Klai ini armada perang dari Jepara jauh lebih besar yakni dengan kekuatan 300 kapal dan 15.000 prajurit, Pasukan ini tiba di Malaka pada 1574.
Sayang Portugis membajak kapal-kapal milik Ratu Kalinyamat yang belakangan datang membawa perbekalan bahan pangan. Alhasil, para prajurit Jepara yang sedang bertempur pun kekurangan makanan dan sekitar 7.000 orang gugur di Malaka.
Kekuatan Jepara semakin lemah dan memutuskan pulang. Jumalah pasukan tersisa sepertiga saja yang bisa kembali ke Jepara.
Beberapa tahun setelah peristiwa itu, Ratu Kalinyamat meninggal dunia pada 1579 di Jepara. Jenazahnya dimakamkan di Kompleks Makam Masjid Mantingan, Jepara, Jawa Tengah bersama suaminya, Sultan Hadlirin.
Ratu Kalinyamat Ditetapkan sebagai Pahlawan
Ratu Kalinyamat resmi ditetapkan sebagai pahlawna nasional. Penganugerahan gelar pahlawan nasional ini tertuang dalam keputusan Presiden Nomor 1145-TK-2023 Tanggal 6 November 2023, tentang Penganugerahan Ratu Kalinyamat diberikan gelar pahlawan nasional, sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa.
Editor : Noor Syafaatul Udhma