Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Makin Rumit! Usai Dapat Donasi, Agus Salim Korban Penyiraman Air Keras Malah Laporkan Novi ke Polisi, Ada Apa?

Ali Mustofa • Kamis, 24 Oktober 2024 | 17:28 WIB
Agus Salim yang disiram air keras dan Wawa (Bibinya)
Agus Salim yang disiram air keras dan Wawa (Bibinya)

 

RADAR KUDUS – Kasus Agus Salim, korban penyiraman air keras di Cengkareng, Jakarta Barat masih terus berlanjut.

Kali ini Agus melaporkan Pratiwi Noviyanthi, seorang pegiat media sosial yang telah membantu mengumpulkan donasi biaya pengobatannya ke Polda Metro Jaya, Jakarta.

Novi dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya pada Sabtu (1910/).

Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Selasa (22/10).

“Saudara MAS ini melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah dengan media elektronik sebagaimana diatur UU ITE,” ujarnya.

Ade mengungkapkan, alasan Agus melaporkan Novi ke polisi dikarenakan merasa ada ancaman serta dituduh menyelewengkan uang donasi yang telah diberikannya diperoleh sebanyak Rp1,5 miliar.

“Ada fitnah dan tuduhan seolah-olah pelapor tidak amanah terhadap uang donasi tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, uang donasi Novi kepada Agus diduga dibagi-bagi untuk keluarga Agus Salim. Padahal uang donasi itu seharusnya digunakan untuk pengobatan Agus.  

Hal tersebut terurai dalam podcast Denny Sumargo, dimana pihak yayasan yang diwakili Pratiwi Noviyanti atau Novi dan Agus Salim beserta keluarga dipertemukan.

Novi mengaku kepada Elmi, istri Agus Salim yang diuduh telah menilap uang donasi sebesar Rp500 juta.

Dia merasa dibohongi karena Elmi tidak menginformasikan bahwa total donasi yang terkumpul mencapai Rp1,5 miliar.

“Terakhir, aku dapat info dari Mbak Wulan saat aku ada acara dengan timku. Dia bilang ada kemungkinan satu mata bisa dioperasi untuk membantu penglihatan. Aku ingat papaku pernah dioperasi mata karena terkena peluru airsoft gun," ujar Novi.

"Aku percaya keajaiban Allah, jadi aku tetap optimis untuk berjuang. Namun aku tidak tahu jika keduanya matanya divonis tidak bisa melihat. Komunikasi dengan Mbak Wulan terbatas, dan dia menyebut Mas Agus mengalami depresi,” lanjutnya.

Dalam podcast kedua, Novi mengatakan berkata, Agus masih menggunakan BPJS untuk pengobatan, tetapi pelayanan yang diterima tidak maksimal.

Bahkan, ada insiden di mana Agus berargumen dengan suster terkait perawatan yang dia terima.

“Kami memperjuangkan haknya dengan menggunakan pengacara dan mengirimkan surat terbuka. Ini bentuk kepedulian kami terhadap donasi yang masuk untuk Mas Agus,” katanya.

Sayangnya, selama ini, Novi mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penggunaan dana donasi tersebut.

Novi juga kecewa karena merasa tidak dilibatkan dalam keputusan terkait pengelolaan dana dan ketika meminta mutasi. Dia menemukan transfer ratusan juta ke istri agus dan Rp 50 juta ke kakaknya.

“Ketika aku meminta mutasi, ada transfer ratusan juta lima kali ke istri Mas Agus serta Rp 50 juta ke kakaknya. Katanya ATM Mas Agus rusak, jadi transferanya dipecah," ujar Novi.

"Saat pertemuan di rumahku untik klarifikasi, semua uang masih utuh dan belum digunakan. Namun aku kaget ketika mendengar bahwa Rp 100 juta dipakai untuk utang bayar rumah Wawa yang di luar pengobatan,” katanya.

Agus Salim sendiri mengklaim bahwa tidak ada perjanjian formal terkait penggunaan dana tersebut.

“Kami tidak diberitahu tentang bagaimana dana tersebut dikelola,” ungkapnya.

Editor : Ali Mustofa
#denny sumargo #pratiwi noviyanthi #Novi #polisi #penyiraman air keras #uu ite #pencemaran nama baik #uang donasi #polda metro #agus salim