RADAR KUDUS – Agus Salim, korban penyiraman air keras viral lagi setelah diduga menyalahgunakan uang donasi sebesar Rp 1,5 miliar. Uang donasi yang seharusnya untuk pengobatan matanya yang terkena air keras diduga digunakan untuk membayar utang bibinya dan keluarganya. Hal itu dianggap menyalahi niat awal saat akan membuka penggalan dana.
Sudah Dibantu, Novi Malah Dipolisikan Agus
Tak hanya itu, setelah dibantu oleh Pratiwi Noviyanthi mendapatkan uang donasi Rp 1,5 miliar, kini Agus Salim malah melaporkan Novi ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Karena tindakan tersebut, tak sedikit masyarakat yang geram dan berkomentar negatif kepada Agus Salim. Salah satunya motif pelaku penyiraman air keras.
Netizen Soroti Perkataan Agus Salim Kepada Sosok yang Menyiramkan Air Keras
Banyak netizen yang menyoroti perkataan Agus kepada rekan kerjanya di kafe tempat mereka bekerja.
Dari informasi yang beredar, Aji, pelaku yang menjadi bawahan Agus Salim sakit hati setelah ditegur Agus Salim perkara pekerjaan.
Agus Salim Bilang Bangsat pada Pelaku
Dalam Podcast Denny Sumargo, Agus Salim menceritakan kronologi kejadian penyiraman air keras tersebut.
Agus mengatakan, pertengkaran antara dirinya dengan Aji dipicu karena Aji melakukan kesalahan.
“Agus ingin ngobrol baik-baik, tapi tangan Agus ditepis sama Aji,” katanya.
Agus mengaku terbawa emosi dengan pelaku hingga berkata kasar kepada pelaku. “Saya bilang, lama-lama lu bangsat juga ya. Udah balik sana,” katanya menirukan perkatannya saat menegur Aji.
“Bapak gak butuh orang kaya kamu, saking udah keselnya,” tuturnya.
Setelah cekcok tersbeut, pelaku semakin emosi dan sempat memukul dinding kafe di depannya hingga mengancam.
Agus menyebut, Aji anak baru di kafe tersebut. Kurang lebih satu pekan.
Dia juga menjelaskan bahwa Aji cukup berani dan susah diperingati. “Kalau tidak ditegur nanti saya yang dimarahi bos. Jadi saya memperingati, jangan kayak gitu,” tuturnya.
Agus mnceritakan, awal mula perseteruan dengan Aji bermula saat pelanggan komplain karena makanan yang dipesan tak kunjung datang. Agus menyebut bahwa Aji lupa mencatat di awal, sehingga dia pun menegur dan mulai cekcok.
Beberapa hari setelah kejadian, Agus disiram air keras. “Mungkin dendam, sakit hati karena ucapan saya bangsat,” katanya.
Editor : Noor Syafaatul Udhma