Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Terima Uang Rp 1 Miliar Pindah ke Yayasan, Agus yang Disiram Air Keras Malah Laporkan Novi ke Polisi

Noor Syafaatul Udhma • Senin, 21 Oktober 2024 | 16:29 WIB
Keluarga Agus Salim saat memberi klarifikasi soal uang donasi
Keluarga Agus Salim saat memberi klarifikasi soal uang donasi

RADAR KUDUS – Kasus Agus Salim yang disiram air keras di Cengkareng, Jakarta Barat semakin panas. Uang donasi yang dialihkan ke yayasan karena diduga disalahgunakan membuat Agus Salim kecewa. Dia pun melaporkan Pratiwi Noviyanthi atau Novi dan Denny Sumago, orang-orang yang membantu menggalang donasi ke polisi.

Agus Salim bersama pengacaranya Farhat Abbas mengaku kecewe dengan perbuatan Novi dan Denny Sumargo yang seolah menyudutkan Agus Salim dan keluarga.

Novi Dilaporkan Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Agus Salim didampingi pengacara Farhat Abbas mendatangi Polda Metro Jaya pada Sabtu, 19 Oktober 2024 malam.

Farhat Abbas mengatakan telah melaporkan Novi atas dugaan pencemaran nama baik.

“Ini Wulan dan Wawa ya buay laporan pertama nanti menyusul Agus. Mereka ini bukan orang kecil, tetapi orang yang dikecil-kecilkan. Mereka bukan orang yang menyusahkan, tapi mereka memang susah. Tapi jangan dipermalukan ya,” kata Farhat Abbas.

Keluarga Agus Berhak Atas Donasi Tersebut

Farhat Abbas mengatakan bahwa Agus Salim dan keluarganya memiliki hak konstitusional.

“Hati-hati buat Novi. Mereka juga punya sikap dan hak konstitusi, hak hukum, hak mendapatk keadilan dan perlakukan yang dihormati. Bayangkan orang yang tidak merugikan dan tidak menipu, dituduh seolah-olah dibully sehingga mereka malu. Ini semua kami laporkan,” kata Farhat.

Diduga Uang Donasi Rp 1,5 Miliar Disalahgunakan

Donasi sebanyak Rp 1,5 miliar diduga disalahgunakan oleh keluarga Agus Salim. Diduga uang donasi dibagi-bagi untuk keluarga Agus Salim. Padahal uang donasi itu seharusnya digunakan untuk pengobatan Agus. 

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Denny Sumargo mengundang Agus Salim dan keluarga serta Pratiwi Noviyanti dipertemukan dalam podcast. Dari kedua belah pihak diminta untuk mengutarakan hal yang simpang siur.

Setelah itu kedua belah pihak akhirnya berdamai. Uang donasi untuk Agus Salim akhirnya diambil yayasan agar tidak disalahgunakan.

 

Uang Donasi Diduga untuk Bayar Utang Bibi (Wawa) Agus Salim

Diduga Agus Salim memberikan uang Rp 98 juta untuk Wawa (bibinya) yang sudah merawatnya. Uang itu digunakan untuk melunasi utang rumah Wawa. Hal itu membuat Prawiti Noviyanti yang menginisiasi penggalangan dana kecewa. Sebab uang donasi itu untuk pengobatan Agus, bukan untuk yang lain. Apalagi untuk membayar utang.

Novi Kecewa dengan Keluarga Agus Salim yang Menyalahgunakan Uang Donasi

Dalam podcast Denny Sumargo, pihak yayasan yang diwkaili oleh Pratiwi Noviyanti atau Novi dan Agus Salim beserta keluarga dipertemukan.

Novi mengungkapkan kekecewaannya kepada Elmi, istri Agus Salim yang diuduh telah menilap uang donasi sebesar Rp 500 juta.

Dia merasa dibohongi karena Elmi tidak menginformasikan bahwa total donasi yang terkumpul mencapai Rp 1,5 miliar.

“Terakhir, aku dapat info dari Mbak Wulan saat aku ada acara dengan timku. Dia bilang ada kemungkinan satu mata bisa dioperasi untuk membantu penglihatan. Aku ingat papaku pernah dioperasi mata karena terkena peluru airsoft gun. Aku percata keajaiban Allah, jadi aku tetap optimis untuk berjuang. Namun aku tidak tahu jika keduanya matanya divonis tidak bisa melihat. Komunikasi dengan Mbak Wulan terbatas, dan dia menyebut Mas Agus mengalami depresi,” kata Novi.

Novi mengatakan bahwa saat podcast kedua, Agus masih menggunakan BPJS untuk pengobatan, tetapi pelayanan yang diterima tidak maksimal.

Bahkan, ada insiden di mana Agus berargumen dengan suster terkait perawatan yang dia terima.

“Kami memperjuangkan haknya dengan menggunakan pengacara dan mengirimkan surat terbuka. Ini bentuk kepedulian kami terhadap donasi yang masuk untuk Mas Agus,” katanya.

Sayangnya, selama ini, Novi mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penggunaan dana donasi tersebut.

Novi juga kecewa karena merasa tidak dilibatkan dalam keputusan terkait pengelolaan dana dan ketika meminta mutasi. Dia menemukan transfer ratusan juta ke istri agus dan Rp 50 juta ke kakaknya.

“Ketika aku meminta mutasi, ada trnasfer ratusan juta lima kali ke istri Mas Agus serta Rp 50 juta ke kakaknya. Katanya ATM Mas Agus rusak, jadi transferanya dipecah. Saat pertemuan di rumhaku untik klarifikasi, semua uang masih utuh dan belum digunakan. Namun aku kaget ketika mendengar bahwa Rp 100 juta dipakai untuk utang bayar rumah Wawa yang di luar pengobatan,” kata Novi.

Agus Salim sendiri mengklaim bahwa tidak ada perjanjian formal terkait penggunaan dana tersebut. “Kami tidak diberitahu tentang bagaimana dana tersebut dikelola,” ungkapnya.

Kronologi Kasus Agus Salim Disiram Air Keras

Kasus Agus Salim yang disiram air keras bermula ketika Agus berboncengan mengendarai sepeda motor. Korban tampak dibuntuti oleh dua orang pelaku yang juga berboncengan motor.

Pelaku lantas memepet korban dan seketika menyiramkan cairan diduga air keras ke arah wajah Agus Salim. Kedua pelaku langsung memutar balik kendaraan dan tancap gas meninggalkan lokasi.

Sementara itu, korban terlihat turun dari motornya dengan kondisi tubuh yang berasap lantaran diduga terkena air keras. Korban tampak mengusap mukanya sembari meringis kesakitan meminta bantuan warga sekitar. 

Warga pun berjibaku mengambil ember berisikan air lalu menyiramkannya ke korban. Korban tampak tergeletak tak berdaya kesakitan lantaran peristiwa yang terjadi.

Kejadian dipicu lantaran ketika Agus Salim bekerja di sebuah kafe di Jakarta terlibat konflik dengan teman kerjanya yakni Aji yang diduga merasa sakit hati usai ditegur Agus.

Bermula ketika Agus dan istri mengurus kafe. Agus yang berperan sebagai pemimpin di kafe, menegus Aji yang saat itu masih menjalani masa pelatihan alias magang.

“Permasalahannya sepele, jadi ada pelanggan yang order dia kan masih baru satu pekan lebih kerja, cuma anaknya agak berani apa yang dibilangin,” katanya.

Agus mengatakan waktu itu ada pelanggan ada order ke palaku. Namun pelaku dia gak catat makanan itu di awal. Pelanggan komplainkarena makannya idak kunjung datang. Kemudian Agus menegur pelaku. Bukan mengakui kesalahan, pelaku malah mengancam Agus.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#air keras #Denny Sumargo Dipolisikan #Denny Sumargo dihujat #denny sumargo #pratiwi novianthi #pratiwi noviyanthi #Novi #polisi #pencemaran nama baik #denny sumargo diperiksa polisi #uang donasi #dipolisikan #disiram air keras #agus salim