Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Ratu Kalinyamat, Pahlawan Nasional Asal Jepara sekaligus Cucu dari Raden Patah, Pendiri Kesultanan Demak Bintoro

Noor Syafaatul Udhma • Jumat, 18 Oktober 2024 | 21:36 WIB
Sosok Ratu Kalinyamat
Sosok Ratu Kalinyamat

RADAR KUDUS – Jepara tidak hanya melahirkan R.A Kartini, pahlawna nasional yang memperjuangakna emansipasi perempuan, tetapi juga Ratu Kalinyamat. Ratu Kalinyamat merupakan pahlawan nasional yang juga dari Kabupaten Jepara.

Ratu Kalinyamat memimpin Jepara  selama tiga dekade pada abad ke-16 Masehi. Selama memimpin Jepara, Ratu Kalinyamat berhasil menyejahterakan masyarakat Jepara.

Jepara menjadi wilayah dengan kekuatan maritim yang kuat. Bahkan Ratu Klainyamat 2 kali mengirim pasukan untuk menyerang Portugis di Malaka.

Profil Ratu Kalinyamat

Ratu Kalinyamat memiliki nama asli Retna Kencana. Dia merupakan keturunan Raja Kesultanan Demak. Dia merupakan putri dari Sultan Trenggono dan cucu dari Raden Patah, pendidiri Kesultanan Demak Bintoro.

Raden Patah (1500-1518) konon merupaan putra dari Prabu Brawijaya V, Raja Kerajaan Majapahit. Sedangkan Sultan Trenggono merupakan anak dari Raden Patah yang memimpin Kerajaan Demak pada 1521-1546 Masehi.

Dikutip dari Indonesia The Land of 1000 Kings (2004) karya Dwitri Wluyo, Sultan Trenggono menikahi anak perempuan Arya Damar, Adipati Palembang (masih wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit).

Dari pernikahan itu lahirlah Retna Kencana atau yang lebih dikenal Ratu Kalinyamat. Retna Kencana bukan lahir di Jepara, melainkan di Demak. Tepatnya di lingkungan Kerajaan Demak Bintoro. Namun dia dikenal dari Jepara karena tinggal dan memimpin Jepara.

Menikah dengan Anak Pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam Bernama Sultan Hadlirin

Retna Kencana menikah dengan Pangeran Thoyib, putra Sultan Mughayat Syah, pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam yang bertahta pada 1514-1528.

Pangeran Thoyib ditugaskan memimpin wilayah pesisir sebelah timur Kesultanan Demak yakni daerah Kalinyamat.

Dari situlah kemudian nama Kalinyamat tersemat untuk Pangeran Thoyib yang memimpin daerah tersebut bersama istrinya, Retna Kencana. Pangeran Thoyib mendapat gelar Sultan Hadlirin.Dalam perjalananya memimpin Jepara, Sultan Hadlirin meninggal dunia pada 1549. Dia dibunuh orang-orang suruhan Arya Penangsang, Bupati Jipang Panolan yang kala itu melakukan perlawanan terhadap Kesultanan Demak.

Prabu Brawijaya V Merupakan Buyut Ratu Kalinyamat

Prabu Brawijaya V atau Bhre Kertertabhumi merupakan Raja Kerajaan Majapahit yang konon melarang warga Cepu Blora khususnya keturunan Adipati Cepu mendaki Gunung Lawu.  

Prabu Brawijaya V konon memiliki anak bernama Raden Patah dari seorang selir, putri China bernama Siu Ban Ci.

Dari pernikahan Raden Patah dengan beberapa istrinya lahirlah Pati Unus, Pangeran Seda Lepen, SultanTrenggono, hingga Ratu Nyawa.

Dari Sultan Trenggono lahirlah Ratu Retna Kencana atau Ratu Kalinyamat. Ratu Kalinyamat merupakan putri kedua dari Sultan Trenggono yang merupakan raja ketiga di Kerajaan Demak. Tak heran, Ratu Kalinyamat merupakan buyut dari Prabu Barwijaya V. Itu artinya Ratu Kalinyamat masih memiliki darah Majapahit.

Nama Kalinyamat diberikan berdasarkan tempat yang ada di Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang merupakan salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Demak.

Ratu Kalinyamat merupakan tokoh yang memiliki peranan penting sebelum runtunya Kerajaan Demak. Khususnya pada saat dinasti Demak mengalami konflik politik yakni perebutan kekuasaan di antara keturunan Raden Patah.

Sepeninggal Sultan Trenggana, Ratu Kalinyamat beserta suaminya Sultan Hadlirin mendapat wilayah kekuasaan di Pati, Jepara, Juwana hingga Rembang.,

Bersama suaminya, Ratu Kalinyamat memperoleh daerah bernama Kalinyamat sebaai puast kekuasaan di wilayah Jepara hingga Rembang.

Setelah Sultan Trenggana wafat, daerah Kalinyamat digabungkan denga daerah Prawoto yang sebelumnya menjadi kekuasaan Sunan Prawata yang merupakan kakak dari Ratu Kalinyamat.

Di bawah kekuasaan Ratu Kalinyamat, Jepara menjadi pintu gerbang pelabuhan dan bandar perdagangan Kerajaan Demak. Tak heran, Jepara menjadi daerah yang kaya dan masyarakatnya sejahtera.

Sebagai penguasa, Ratu Kalinyamat menjadi kerjasama dengan penguasa lain.

Bahkan buyut dari Prabu Brawijaya V ini  dikisahkan sangat kuat hingga mampu menyerang Portugis di Aceh hingga Malaka dengan mengirimkan 15.000 prajurit.

Itulah sejarah tentang Ratu Kalinyamat yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya V yang melarang orang Cepu Blora, Bojonegoro, dan keturunan Adipati Cepu mendaki Gunung Lawu.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Ratu Kalinyamat #kalinyamatan #Raden Patah #gunung lawu #ratu kalinyamatan #jepara #kesultanan aceh darussalam #jepara adalah #aceh #ra kartini #kalinyamatan jepara #kerajaan majapahit #Kerajaan Demak #Prabu Brawijaya V #ratu kalinyamat pahlawan nasional #blora #sultan hadlirin #pahlawan nasional #perempuan #prabu brawijaya #ratu kalinyamat jepara #mitos #pahlawan nasional 2023 #Cepu Blora