Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Nusron Wahid Politik asal Kudus Calon Menteri di Pemerintahan Prabowo: Istiqomah Mengajar Kitab dan Ikuti Majelis

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:43 WIB

 

SELAPAN SEKALI: Nusron Wahid saat mengajar di Yayasan Assaidiyah Al-Qudsy di Desa Mejobo, Mejobo, Kudus.
SELAPAN SEKALI: Nusron Wahid saat mengajar di Yayasan Assaidiyah Al-Qudsy di Desa Mejobo, Mejobo, Kudus.

KUDUS — Di tengah kesibukannya sebagai politisi, Nusron Wahid, yang kini digadang-gadang menjadi calon menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran, tetap menjaga tradisi santri di kampung halamannya, Kudus.

Meski sibuk dengan urusan duniawi, Nusron masih istiqamah mengajar kitab dan mengikuti majelis di daerahnya.

Nusron Wahid, yang masa kecilnya tumbuh di lingkungan pesantren, tak lepas dari akar keagamaannya.

Saat menempuh pendidikan tingkat madrasah aliyah, ia belajar di MA Qudsiyah Kudus dan SMA NU Al Maruf.

Latar belakang santri ini terus ia pegang meski karier politiknya melesat hingga tingkat nasional.

Keponakannya, Arief Wahyudi, yang juga anggota DPRD Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa Nusron secara rutin mengajar para santri di Yayasan Assaidiyah Al-Qudsy, Desa Mejobo, Kudus.

Setiap 40 hari sekali, Nusron meluangkan waktu untuk mengajar kitab Aqidatul Awam setiap Jumat pagi usai Salat Subuh."

Ini sudah menjadi rutinitas beliau. Meski sesibuk apapun, beliau tetap menyempatkan diri untuk mengajar," ujar Arief.

Arief menambahkan bahwa sikap istiqamah ini menunjukkan kepribadian santri tulen yang tetap menjalankan amanah para gurunya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh bagi para santri modern agar tidak hanya fokus pada ilmu dunia, tetapi juga tetap memegang teguh ajaran agama.

"Beliau patuh pada perintah gurunya, dan ini contoh bagi kita semua," katanya.

Selain mengajar, Nusron juga rutin mengikuti majelis zikir dan pengajian yang dipimpin oleh Gus Idror, putra bungsu KH. Maemun Zubair.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari kesehariannya saat pulang ke Kudus.

Wahyudi juga mengungkapkan bahwa kunci sukses dalam karier Nusron adalah pengorbanan dan daya juang yang tinggi, kualitas yang ia dapatkan dari pengalaman menjadi santri.

"Untuk mencapai puncak, seorang santri harus berani berkorban, baik waktu, tenaga, maupun lainnya," katanya.

Isu yang beredar tentang kemungkinan Nusron Wahid menjadi menteri, menurut Wahyudi, merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Namun, jika hal itu terwujud, Wahyudi percaya bahwa Kabupaten Kudus akan mendapatkan manfaat lebih, terutama dalam hal komunikasi dengan pemerintah pusat dan kemudahan pembangunan infrastruktur.

"Kudus akan lebih mudah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat karena kedekatan emosional dengan putra daerahnya yang berpotensi menjadi menteri," ujarnya.

Kemungkinan ini diharapkan bisa membawa dampak positif bagi Kabupaten Kudus, terutama dalam hal alokasi anggaran dan pembangunan yang lebih terarah demi kemajuan daerah. (gal/lin)

Editor : Abdul Rokhim
#nusron wahid #profil nusron wahid #Menteri prabowo #politikus #Kudus