RADAR KUDUS – Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, jenderal polisi asal Blora dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan pada Senin, 14 Oktober 19.20 ternyata memiliki prestasi yang cukup besar. Bnayak kasus-kasu besar yang ditangani wakapolri satu ini.
Sosok yang diduga menjadi kandidat calon meneteri Prabowo Subianto ini pernah menangani kasus penistaan agama Ahok dan Ferdy Sambo.
Profil Komjen Pol Agus Andrianto
Komjen Pol Agus Andrianto diketahui lahir di Blora, 16 Februari 1967. Agus lulusan Akpol 1989 dan memiliki pengalaman di bidang reserse.
Agus bersekolah di SDN Tempelan, yang kemudian SDN 1 Blora.
Setelah lulus, dia melanjutkan sekolah di SMAN 1 Blora.
Agus kemudian melanjutkan kepolisiannya yakni AKBARI 1989, PTIK 1995, SESPIM, dan SESPIMTI pada 2012.
Dia sempat mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan mengambil S2 Ilmu Hukum.
Agus lahir dari kalangan PNS Camat. Tak heran pendidikannya cukup baik dan terjamin. Dia sebelas bersaudara.
Kasus besar yang ditangani Wakapoliri satu ini yakni kasus penistaan agama eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2016. Saat itu dia menjabat sebagai Bareskrim Polri.
Sejumlah penghargaan pun berhasil diraihnya.
Berikut Kasus Besar yang Pernah Ditangani Agus Andrianto
- Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin
Pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaludiin terjadi pada 2019.
Korban ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terperosok di Dusun II Nako Rindang, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat, 29 November 2019.
Jenazahnya ditemukan terbaring di kursi belakang mobil.
Saat itu, Agus Andrianto menegaskan bahwa Jamaluddin adalah korban pembunuhan. Ia menduga pelaku memiliki hubungan dekat dengan korban.
"Sedang didalami, tapi dugaan kita orangnya tidak jauh dari korban," ujarnya kala itu.
Agus kemudian dimutasi untuk jabatan baru sebagai Kabaharkam Polri sebelum sempat mengungkap pelaku.
Setelah penyelidikan lanjutan, terungkap bahwa otak di balik pembunuhan tersebut adalah istri korban, Zuraida Hanum, yang bekerja sama dengan dua eksekutor.
- Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan
Pada 13 November 2019, sebuah bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan.
Pelaku, Rabbial Muslim Nasution, menggunakan jaket ojek online saat memasuki markas kepolisian.
Setelah sempat diperiksa tanpa mencurigakan, pelaku meledakkan diri di dekat kantin SKCK sekitar pukul 08.45 WIB.
Agus Andrianto mengungkapkan bahwa pasca kejadian, Densus 88 Antiteror berhasil menangkap 23 tersangka, dengan tiga di antaranya tewas.
- Pembunuhan Eks Caleg di Labuhanbatu
Agus juga menangani kasus pembunuhan mantan calon legislatif NasDem, Maraden Sianipar, dan simpatisannya, Martua P Siregar.
Jasad keduanya ditemukan di perkebunan sawit di Labuhanbatu pada akhir Oktober 2019.
Polda Sumut berhasil menangkap lima tersangka, yang semuanya memiliki peran berbeda dalam pembunuhan ini.
Agus menjelaskan bahwa motif pembunuhan didasari konflik lahan kelapa sawit, di mana salah satu pelaku, WP alias Harry, berperan sebagai penyedia dana untuk menghabisi nyawa korban.
- Kasus Penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Komjen Pol Agus Andrianto turut andil dalam penanganan kasus penistaan agama yang melibatkan eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thaja Purnama atau Ahok pada 27 September 2016.
Ahok dilaporkan oleh sejumlah ormas ke polisi, dan pada 16 November 2016, jaksa menuntut Ahok dengan hukuman penjara satu tahun danmasa percobaan dua tahun.
- Kasus Ferdy Sambo
Saat menjabat sebagai Kepala Kabareskrim, Agus Andrianto mengungkap peran Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Ferdy Sambo yang juga membuat skenario tembak menembak di rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga.
Empat tersangka dalam kasus ini dikenai Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Masa Kecil Komjen Agus Andrianto
Sejak kecil, Komjen Agus dikenal sebagai sosok yang ulet, pekerja keras, dan rajin beribadah.
Hal tersebut disampaikan oleh adiknya, Agus Oni Setiawan.
"Kakak saya itu pekerja keras dan rajin ibadah, dari dulu memang begitu," ujar Oni.
Oni juga menyebut bahwa sang kakak selalu menjadi panutan dalam keluarga, seorang yang tidak pernah neko-neko dan patuh kepada orang tua.
Menurutnya, Agus Andrianto sejak kecil sudah dikenal sebagai anak yang rajin membantu orang tua.
Setiap pagi, Aguslah yang paling dulu bangun untuk membantu ibunya memasak dan membantu ayahnya mencuci.
Selain rajin membantu, Komjen Agus ternyata memiliki keahlian memasak.
“Beliau juga pandai membuat sambal dan fasih memarut kelapa untuk masakan bersantan,” kenang Oni sambil tertawa.
Komjen Pol Agus Andrianto menghabiskan masa pendidikannya di Blora, mulai dari SD hingga SMA.
Kehadiran Komjen Agus di kampung halamannya ini tidak hanya menandai pentingnya program kerja yang ia emban, tetapi juga mengingatkan akan akar kehidupan sederhana yang menjadi fondasi kesuksesannya kini.
Editor : Noor Syafaatul Udhma