RADAR KUDUS - Very Ivandi Sinaga, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Semarang (Unnes), usia 20, ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya, pada Kamis (3/10/2024).
Ia ditemukan sekitar pukul 17.45 dalam posisi tergantung di dekat kusen pintu kamar dengan kabel wifi yang melilit lehernya.
Kasus bunuh diri ini langsung membuat heboh warga sekitar kos yakni Gang Pisang RT 02 RW 03, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Semarang.
Tak hanya Very Ivandi yang merupakan warga Kelurahan Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, riwayat kasus bunuh diri mahasiswa memang bukan pertama kali.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan kasus bunuh diri seorang mahasiswa Unnes yang melompat dari lantai 4 Mal Paragon pada Selasa (10/10/2023) sekitar pukul 17.30.
Masih ingat?
Baca Juga: Begini Klarifikasi Mantan Pacar Mahasiswi UNNES yang Tewas Bunuh Diri di Mall Paragon Semarang
Korban adalah Nadaa Jiilaana Waffiananda (NJW), berusia 20 tahun yang merupakan warga Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.
Korban pun tewas di-TKP dalam posisi tengkurap, mengenakan celana panjang, dan baju lengan panjang.
Sosok NJW pun menjadi atensi warganet, apalagi ia memiliki akun TikTok @na***jwa.
Baca Juga: Ini Akun TikTok NJW, Mahasiswi UNNES yang Tewas Bunuh Diri di Mall Paragon, Banjir Komentar Duka Cita
Tak sedikit para pengguna TikTok yang tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh NJW.
Namun, tak sedikit pula yang mendoakan mahasiswi Prodi Biologi, Fakultas MIPA tersebut.
"Kamu hebat N*** sampai sejauh ini, tapi kamu menyerah karena keadaan yang membuatmu patah. Al-fatihah buat kamu," tulis akun TikTok @pelarianmu____
"Gak nyangka ya, yang kita liat baik-baik aja dalemnya beban yang dipikul, tenang di sana ya," tulis akun @jenniesiahaan2.5.9.7
Baca Juga: 4 Fakta Tewasnya Mahasiswi MIPA Unnes usai Terjun dari Lantai 4 Mall Paragon Semarang
Seperti Veri Ivandi Sinaga, NJW juga menuliskan semacam surat perpisahan dan surat wasiat untuk orangtuanya.
Hal itu diketahui saat ditemukan secarik kertas warna putih.
Surat itu ditulis dengan bahasa Inggris.
Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, pada intinya, melalui surat tersebut korban meminta maaf.
Baca Juga: SOSOK Febri Nadya Fitriana Mahasiswi UNNES Atlet Tarung Drajat asal Pati Peraih Medali PON XX Papua
Ia mengaku tidak menjadi sekuat oleh keinginan orang tuanya.
"Maa,, maaf karena tidak menjadi sekuat yang mama inginkan. Aku punya hadiah untukmu, dikirim dari kostnya Hani. Aku berharap aku bisa memberikan itu sendiri kepadamu, maaf," tulisnya.
Editor : Noor Syafaatul Udhma