Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mahasiswa Unnes yang Bunuh Diri di Semarang Diduga Sempat Tertekan oleh Keluarga dan Gadaikan Motor untuk Pinjol?

Nibros Hassani • Minggu, 6 Oktober 2024 | 00:51 WIB
Isi surat korban. Sumber foto: Twitter/X
Isi surat korban. Sumber foto: Twitter/X

RADAR KUDUS – Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Semarang (Unnes) Very Ivandi Sinaga, usia 20, ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya di Gang Pisang RT 02 RW 03, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Semarang pada Kamis (3/10/2024) sekitar pukul 17.45.

Usai kabar ini mencuat, banyak pesan dan perbincangan tentang alasan mahasiswa tersebut ngendat (bunuh diri).

Baca Juga: Cerita Teman Mahasiswa Unnes sebelum Bunuh Diri di Kosan Gunungpati Semarang: Dari Masalah Crypto hingga Judol

Salah satunya pesan terusan di WhatsApp yang menyebut dirinya bunuh diri karena tekanan keluarga.

Ia diduga tertekan setelah kedapatan keluarganya menggadaikan motor untuk judi online (judol).

“..ada mahasiswa meninggal gantung diri, info sementara karena judi online dia tertekan karena dimarahi ortunya dan motor pun yang dia pakai sudah digadai juga. Jadi mohon perhatiannya untuk lebih hati-hati dan waspada dengan diri kita masing-masing. Masa depan masih panjang, jangan gegabah,” demikian pesan terusan yang beredar di WhatsApp setelah kejadian tersebut.

Baca Juga: Isi Surat Wasiat Mahasiswa Unnes yang Tewas Gantung Diri di Kos Gunungpati Semarang

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus bunuh diri ini memicu kehebohan di lingkungan warga sekitar.

Kasus gantung diri ini juga menjadi perbincangan di media sosial.

Korban yang berasal dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat itu dikenal sebagai mahasiswa penyendiri.

Baca Juga: KRONOLOGI Tewasnya Mahasiswa Unnes Asal Kalbar usai Gantung Diri di Kamar Kos Gunungpati Semarang

Meski begitu, ia berbuat baik kepada temannya di kampus dan dikenal sebagai mahasiswa yang cukup pintar.

Karena baik, ia sampai rela lembur sampai pagi subuh demi membantu temannya.

Hal ini diungkapkan oleh sebuah akun Twitter/X anonim pada Jumat (4/10/2024). Akun dengan nama Rchfx itu mengaku sebagai teman sekelas dari korban.

Ia mengakui bahwa korban adalah anak penyendiri—yang disebutnya sebagai wibu nolep. Wibu yang anti sosial (no life).

Baca Juga: Tim Pengabdian Unnes Gelar Penguatan Responsive Caregiving bagi Caregiver di Kelurahan Mangunsari Kota Semarang

Meski sering menyendiri, menurutnya korban adalah anak baik-baik.

Iyaa dia anak rantau, dia anak baik-baik yang wibu yang nolep, bahkan bukber bareng (walaupun nonis) sebaik itu dia. Setoleransi itu dia. Kalian semua bisa ga sih stop kaya gini, satu kesalahan jangan nutupin kebaikan dia,” tulis akun tersebut.

Dalam komentarnya ia meminta kepada netizen untuk tidak menghakimi bahwa almarhum meninggal karena judi online (judol) atau pinjaman online (pinjol).

Baca Juga: PG PAUD UNNES lakukan pendampingan Literasi dan Numerasi di TK Tahfidzul Qur'an Permata Bunda Semarang

Menurutnya, almarhum adalah anak pintar dan baik di kelas.

Gw temen sekelasnya dia komting gw, gw ga tau dia bener judol atau ga seenggaknya menurut gw berita kaya gini kalo belum ada info valid judol jangan dikasih kata-kata itu. Kasian almarhum. Baru kemarin gue chattingan nanyain soal stupen, almarhum itu anak pinter di kelas,”

Akun itu juga menyebut bahwa korban pernah membantunya mengerjakan tugas kuliah.

Baca Juga: SOSOK Devi Agustina Guru Muda SDN Tayu Wetan Pati Alumni Unnes Semarang

Baca Juga: Memaksimalkan Potensi Wilayah, Pemkab Blora Minta Masukan Kemenko Perekonomian hingga Guru Besar Unnes

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#viral di medsos #mahasiswa bunuh diri #viral semarang #bundir #unnes semarang #Kalimantan Barat (Kalbar) #info semarang #Unnes #Ngendat #Berita Indonesia Hari Ini #bunuh diri #Very Ivandi Sinaga