RADAR KUDUS – Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Nico Afinta, telah ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.
Ia akan dilantik sebagai Sekjen Kemenkumham pada Selasa (24/9/2024) mendatang.
Nico Afinta adalah salah satu perwira tinggi kepolisian RI yang namanya sering mengemuka dalam kasus-kasus besar.
Baca Juga: 7 Mayat Remaja Ditemukan Mengapung di Kali Bekasi, Begini Kronologinya
Seperti saat dirinya menengahi kasus pencabulan santriwati di Jombang, Jawa Timur dengan pelaku MSAT atau Mas Bechi, kasus Sambo yang melibatkan namanya, hingga saat tragedi Kanjuruhan dimana ia sedang menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.
Profil Irjen Pol Nico Afinta
Nico lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 April 1971.
Baca Juga: Prabowo Monitor Langsung Bebasnya Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens
Nico merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang pada 1992 dan menjadi perwira tinggi Polri yang berpengalaman dalam bidang reserse.
Sebelum menjadi Kapolda Jawa Timur, ia pernah menjadi Dirresnarkoba Polda Metro Jaya (2016) dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2017).
Baca Juga: Ibu Dokter Aulia Risma PPDS: Bantu Saya Cari Keadilan
Saat menjabat sebagai Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Nico berhasil mengungkap penyeludupan sabu seberat 1 ton asal China di Serang, Banten.
Pada awal-awal karir, ia juga beberapa kali bertugas di Semarang mulai dari Pamapta Poltabes Semarang (1993); Kanit Poltabes Semarang (1994); Kanit Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Tengah (2003); Wakasat Reskrim Polwiltabes Semarang (2004).
Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolrestabes Medan pada 2013.
Baca Juga: TMS Gegara Penilaian Tak Wajar Verifikator, Pelamar CPNS Lapor Ombudsman
Pada 2018 ia pernah penghargaan Law Enforcement Award dari Visa Security Summit 2018 di Singapura, setelah mengungkap kasus pencurian dana nasabah (skimming).
Sebelum menjadi Kapolda Jawa Timur, ia juga sempat menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Selatan pada 2020.
Baca Juga: SIMAK! Link Pengumuman Hasil Administrasi BPK RI CPNS 2024. Ini Linknya
Nico sempat menempuh kuliah di Universitas Padjajaran Bandung dan meraih gelar S2 serta S3 di bidang Hukum.
Editor : Noor Syafaatul Udhma