RADAR KUDUS – Per hari Kamis (19/9/2024) seluruh instansi telah mengumumkan hasil seleksi administrasi kepada pelamar di web sscasn.
Setelah hasil muncul, banyak pelamar CPNS yang tidak lolos administrasi melayangkan protes atas penilaian verifikator yang dinilai tidak wajar. Protes ini muncul dan menjadi perbincangan di media sosial.
Baca Juga: Pembunuh Gadis Penjual Gorengan di Padang Pariaman Ditangkap di Rumah Kosong, Ini Sosoknya
Ada juga pelamar yang melapor pada Ombudsman.
Dari alasan ketidaklolosan yang beredar mulai dari ketidaklengkapan penulisan perguruan tinggi, surat tidak sesuai, hingga ada yang kuliah di Indonesia namun harus tetap menyertakan konversi nilai.
Baca Juga: Catat Baik-Baik, Ini Link Pengumuman Hasil Administrasi PUPR CPNS 2024
Melansir dari Badan Kepegawaian Negara, setelah pengumuman tahapan administrasi, para pelamar yang tidak lolos bisa mengajukan diri pada masa sanggah mulai 20-22 September 2024.
Beberapa instansi yang dilaporkan di media sosial pun beragam, mulai dari Kementrian Agama hingga KPU.
Baca Juga: Simak! Pengumuman Hasil Administrasi BAKAMLA RI CPNS 2024
Mereka menyebut banyak kesalahan dari verifikator sehingga mereka tidak lolos.
“Pelamar di Instansi KPU banyak yang dapat TMS (Tidak Memenuhi Syarat) karena kesalahan verifikator. Helpdesk KPU sama verifikator gak sinkron.. TMS cuma karena gak ditulis lengkap bagi pelamar lulusan PT luar negeri, jadi harus banget ya menuliskan data diri yang tidak sesuai denga napa yang diunggah?” tulis akun @fenti*** di kolom komentar sosial media BKN.
Baca Juga: KRONOLOGI Tewasnya Sopir Travel Fortuner di Jambi, Bawa 3 Penumpang Mencurigakan sebelum Hilang
Sementara itu di Twitter ada juga yang melaporkan alasan TMS karena lulusan luar negeri harus menggunakan ijazah yang disetarakan.
Padahal, perguruan tinggi yang dimaksud adalah London School of Public Relation, yang mana sekolahnya masih ada di Jakarta. Bukan luar negeri.
“Terkomedi pagi ini, sepupu telepon katanya gak lolos pemberkasan CPNS. Alasannya lulusan luar negeri butuh ijazah yang telah disetarakan. Padahal, sepupu gue lulusan London School. Ngaco banget verifikatornya. Kuliah di tanah abang sampe dikira kuliah di Westminster,” tulis akun @Aldhi*****.
Baca Juga: NYATA! Gempa Megathrust Jadi Ancaman Serius, Ini Daerah di Indonesia yang Diprediksi Terdampak
Ada juga pihak melaporkan ketidakwajaran verifikator kepada Ombudsman secara online.
Sementara itu dari pihak Ombudsman menyatakan masih menunggu tanggapan terkait hal tersebut.
“Mengenai seleksi CPNS, silahkan melaporkan melalui website Ombudsman atau kantor perwakilan. Terima kasih,” tulis admin yang membalas laporan tersebut.
Baca Juga: SIMAK! Pendaftaran KPPS Resmi Dibuka, Ini Daftar Gajinya
Sementara itu, dari data 17 September Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut tahun ini total ada 3,9 juta pelamar CPNS. Sekitar 2,8 juta pelamar memenuhi dan lolos tahap verifikasi administrasi, sementara 599.528 pelamar tidak memenuhi syarat (TMS) dalam tahap verifikasi
Editor : Abdul Rokhim