RADAR KUDUS - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto hadir dalam Uji Coba Makanan Bergizi Gratis (MBG) pertama di Jawa Tengah.
Wiranto juga ikut sidak (silaturahmi mendadak) dan berkumpul langsung terlaksananya program Mitigasi Operasional dan Uji Coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Salatiga pada Kamis (12/9/2024).
Dalam berbagai hal, Wiranto bercerita masa kecilnya di Solo. Ia mengaku dulunya ia termasuk anak kurang gizi.
Baca Juga: Viral! Paman di Bulukumba Sulsel Aniaya Keponakannya Sendiri Gegeara Sering Curi Uang Nenek
Wiranto bercerita dirinya adalah anak dari guru dengan sembilan bersaudara. Cerita itu kemudian disambut tawa dan senyuman hadirin.
Meski dengan kondisi seperti itu, kata Wiranto, ia bisa menjadi Panglima TNI.
Menurutnya, apabila anak-anak sekarang gizinya lebih cukup maka di masa depan mereka bisa menjadi lebih hebat.
"Saya dulu tinggal di Solo, tetangganya Pak Walikota. Saya dulu termasuk anak kurang gizi. Betul itu. Anak guru SD, saudaranya 9. Saya merasa saya kurang gizi. Kurang gizi aja Alhamdulillah bisa jadi panglima TNI. Loh iya, apalagi kalau gizinya cukup . Bisa jadi presiden,” kata Wiranto.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini seharusnya sudah mampu memberikan makanan bergizi gratis untuk anak sekolah.
Baca Juga: Simak! Arab Saudi Terapkan Aturan Baru untuk Jemaah Haji, Ini Daftarnya
Apalagi menurutnya, program ini juga bisa mendukung pencerdasan kehidupan bangsa.
“Kenapa angka stunting masih cukup tinggi, banyak anak yang lahir kurang gizi, dan ini berpengaruh pada cita-cita kita nanti,” jelas Wiranto.
Diketahui, program Mitigasi Operasional dan Uji Coba Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah yang pertama kali terselenggara di Jawa Tengah.
Baca Juga: 7 Fasilitas Megah yang Akan Diambil Alih Prabowo Subianto dari Presiden Jokowi setelah Lepas Jabatan
Pertama Kota Salatiga sebagai pilot project , lalu berlanjut di kota lain di Jateng: Kota Surakarta, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Tegal.
Pj Walikota Salatiga Yasip Khasani menjelaskan ada 9 sekolah yang menjadi pilot project pada Kamis (12/9/2024) terdiri dari 4 SD dan 5 SMP.
Baca Juga: Gempa Dahsyat Guncang Gianyar Bali, BPBD Bali Ungkap Dampaknya
Baca Juga: Trending, Indonesia di Guncang 2 Gempa Bersamaan, Sinyal Bahaya dari Zona Megathrust?
Masing-masing anak SD mendapat jatah anggaran Rp 15 ribu untuk satu kotak makan, dan anak SMP Rp 16 ribu. Nilai tersebut belum termasuk susu.