RADAR KUDUS - Nama bukan sekadar rangkaian huruf, tetapi juga cerminan budaya, sejarah, dan harapan keluarga terhadap individu yang menyandangnya.
Dalam hal ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang lebih akrab disapa Jokowi, memiliki kisah menarik terkait nama aslinya yang mungkin belum banyak diketahui orang.
Ternyata, nama asli yang diberikan kepadanya saat lahir adalah Mulyono.
Nama Mulyono sempat menjadi sorotan publik dan bahkan menjadi trending topic di media sosial X (sebelumnya Twitter) pada Kamis, 22 Agustus 2024, saat gelombang protes terhadap Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) terjadi.
Nama ini ramai diperbincangkan karena memiliki makna yang mendalam dan kaitan erat dengan masa kecil Presiden Jokowi.
Asal Usul Nama Mulyono
Nama Mulyono diberikan oleh kedua orang tua Jokowi, Widjiatno Notomihardjo dan Sudjitami Notomihardjo, saat ia lahir pada tahun 1961 di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Nama ini, yang bermakna "mulia," mencerminkan harapan orang tuanya agar putra sulung mereka tumbuh menjadi seseorang yang dihormati dan berjasa.
Jokowi adalah anak pertama dari empat bersaudara, dengan tiga adik perempuan. Ayahnya bekerja sebagai tukang kayu, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.
Keluarga Jokowi hidup dalam kesederhanaan, bahkan harus berpindah-pindah tempat tinggal karena keterbatasan ekonomi.
Mereka pernah tinggal di bantaran Kali Anyar, Solo, sebelum akhirnya tergusur oleh Pemerintah Kota Solo dan menumpang di rumah kerabat di daerah Gondang.
Perubahan Nama dari Mulyono ke Joko Widodo
Masa kecil Jokowi tidaklah mudah. Seperti diungkapkannya dalam buku "Jokowi Menuju Cahaya" yang diterbitkan pada tahun 2018, Jokowi sering kali mengalami masalah kesehatan saat masih bayi.
Kondisi inilah yang membuat kedua orang tuanya mempertimbangkan ulang nama Mulyono yang sebelumnya diberikan.
Menyadari bahwa nama tersebut mungkin kurang cocok dengan kondisi kesehatan putra mereka, Widjiatno dan Sudjitami akhirnya mengganti nama Mulyono menjadi Joko Widodo.
Nama baru ini dipilih dengan harapan Jokowi akan tumbuh sehat dan sejahtera, sesuai dengan makna "selamat dan sejahtera" yang terkandung dalam nama Joko Widodo.
Perjalanan Pendidikan dan Karier
Meski tumbuh dalam kondisi yang serba sulit, Jokowi berhasil menempuh pendidikan formal dengan baik.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 112 Tirtoyoso, Solo, pada tahun 1973, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surakarta hingga lulus pada tahun 1976.
Setelah itu, Jokowi bersekolah di SMA Negeri 6 Surakarta dan lulus pada tahun 1980. Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, di mana ia mengambil program studi teknologi kayu.
Keputusannya untuk mendalami teknologi kayu bukanlah kebetulan. Sejak kecil, Jokowi sudah akrab dengan dunia perkayuan berkat pekerjaan ayahnya sebagai tukang kayu.
Di UGM, ia mempelajari berbagai aspek mengenai kayu, mulai dari pemanfaatan hingga teknologi yang digunakan dalam pengolahan kayu, yang kemudian menjadi landasan kuat bagi kariernya di bidang usaha meubel sebelum terjun ke dunia politik.
Asal Usul Nama "Jokowi"
Nama panggilan "Jokowi" yang kini menjadi identitas populer Presiden Joko Widodo juga memiliki cerita tersendiri.
Panggilan ini berasal dari seorang sahabatnya asal Prancis, Bernard Chene, yang menjadi mitra bisnisnya ketika Jokowi masih berkecimpung dalam usaha meubel di Solo.
Mereka bertemu pada tahun 1999, saat Jokowi mulai merambah bisnis ekspor mebel ke pasar Eropa melalui Bernard Chene.
Untuk memudahkan komunikasi dan mengenali Jokowi di tengah banyaknya pengusaha lain, Bernard Chene memberi Jokowi panggilan "Jokowi," yang kemudian melekat dan dikenal luas hingga kini.
Perjalanan nama dari Mulyono ke Joko Widodo, hingga akhirnya dikenal sebagai Jokowi, mencerminkan perjalanan hidup yang penuh liku-liku dan perjuangan.
Nama tersebut bukan hanya sebuah identitas, tetapi juga menggambarkan harapan, keteguhan, dan perjalanan seorang anak tukang kayu yang berhasil menjadi pemimpin bangsa. (ury)
Editor : Abdul Rokhim