RADAR KUDUS – Isu gempa megathrust terus menjadi sorotan beberapa waktu ini. Gempa satu ini dikenal memiliki kekuatan dahsyat yang membuat masyarakat khaswatir.
Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah terjadinya gempa megathrust Nankai di Jepang. Kejadian serupa juga terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu.
Bencana dahsyat itu akhir-akhir ini dikaitkan dengan ramalam Jayabaya. Salah satu ramalan Jayabaya yang terkenal yakni Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.
Ada yang menggambarkan pulau Jawa terbelah karena bencana alam dahsyat. Ada pula yang menafsirkan pulau Jawa dipisahkan karena politik.
Kendati demikian, sebagian besar orang percaya bahwa akan ada bencana besar itulah yang akan membelah pulau Jawa.
Terlebih lagi Badan Meteorologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan akan ada potensi megathrust di Selat Sunda yang hanya tinggal menunggu waktu.
Ramalan Jayabaya Terbelahnya Pulau Jawa
Dalam sebuah kanal YouTube Kisah Dunia Lain, Ki Atmowijoyo memunculkan potensi gempa besar di pulau Jawa dengan ramalan Jayabaya.
Kemungkinan pulau Jawa akan terbelah memang memiliki dua prediksi. Terbelah karena bencana alam atau konflik sosial.
Ki Atmowijoyo mengatakan ramalan Jayabaya itu berbunyi “Wong Jowo Kari Separo” yang artinya orang Jawa akan tersisa sapruh. Namun tidak ada penjelasan detail karena bencana atau konflik sosial.
Bila dikaitkan dengan bencana alam, bisa jadi terjadi karena Indonesia mempunyai potensi mengalami bencana alam. Terlebih lagi ada isu adanya megathrust di Selat Sunda.
Siapa Prabu Jayabaya
Prabu Jayabaya merupakan Raja Panjalu atau Kediri yang memimpin pada tahun 1135-1157 masehi.
Sosoknya terkenal bijaksana, tegas, dan berbudi luhur.
Parabu Jayabaya inilah yang mampu mengantarkan Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan dan kejayaan dengan menciptakan sastra berkualitas seperti Kakawin Batarayuda, Gathutkacasraya, dan Hariwangsa.
Di masa kepemimpinan Prabu Jayabaya, sektor pertanian di Kerajaan Kediri juag berkembang pesat. Perekonomian berjalan lancar dan masyarakatnya sejahtera.
Baca Juga: Jayabaya Sudah Meramalkan Gempa Megathrust Akan Membelah Pulau Jawa, Simak Penjelasannya!
Prabu Jayabaya juga sering melakukan tirakat dan bermeditasi di hutan-hutan terpencil. Dia juga terkenal dengan ramalannya yang awalnya dituangkan dalam bentuk tembang atau kakawin yang ditulis oleh Jayabaya.
Kisah ramalan Prabu Jayabaya ini sangat terkenal. Ada tiga fenomena yang diyakini telah terjadi di ramalaman Jayabaya.
Berikut 3 Fenomena Terjadi karena Raalan Jayabaya
- Kedatangan Orang Asing
Dikisahkan, Prabu Jayabaya pernah meramalkan nusantara akan kedatangan orang asing. Yang terjadi, nusantara memang kedatangan orang berkulit putih yang membawa senjata. Ramalan ini Merujuk pada kedatangan penjajah yakni Belanda.
Tak hanya itu Jayabaya juga meramalkan kedatangan bangsa Jepang. Dalam ramalannya, Jayabaya menggambarkan mereka sebagai bangsa berkulit kuning dari utara.
- Kendaraan Bisa Berjalan Tanpa Kuda dan Terbang
Ramalan selanjutnya yakni akan ada kedaraan yang bisa berjalan tanpa bantuan kuda dan kendaraan itu bisa terbang.
Ramalan itu berbunyi “Kreto mlaku tanpo jaran, prau malku ing duwur awang-awang” yang artinya kereta berjalan tanpa kuda, terbang perahu di atas awan.
Kenyataan saat ini sudah banyak kendaraan yang bisa berjalan tanpa kuda seperti motor, mobil, hingga kereta. Ada juga pesawat terbang.
- Hujan Turun Yang Tidak Biasa
Dalam ramalan Jayabaya disebutkan bahwa akan ada hujan yang tidak sesuai dengan musimnya. Yang saat ini memang sering terjadi hujan yang turun tidak sesuai musim.
Nah salah satu ramalan paling terkenal dari Jayabaya yakni Pulau Jawa akan terbelah. Benar tidaknya ramalan ini, kita semua harus selalu waspada dengan kemungkinan bencana alam yang terjadi di Indonesia. Persiapkan diri dan pantau terus BMKG.
Editor : Noor Syafaatul Udhma