Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Ini Ribuan Driver Ojol Se-Jabodetabek bakal Lakukan Demo Besar-besaran, Apa Tuntutannya?

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 29 Agustus 2024 | 17:48 WIB
Illustari ojol
Illustari ojol

RADAR KUDUS - Ribuan driver ojek online (ojol) dari berbagai aplikasi seperti Grab dan Gojek Se-Jabodetabek merencanakan aksi demo besar-besaran pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Aksi ini dipicu oleh rasa ketidakpuasan yang semakin memuncak di kalangan mitra terhadap kebijakan perusahaan aplikasi dan minimnya dukungan pemerintah.

Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menjelaskan bahwa demo ini bertujuan untuk menyuarakan keresahan para driver yang merasa tertekan dengan berbagai aturan yang tidak berpihak pada mereka.

Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Azizah Salsha, Istri Pratama Arhan yang Diterpa Isu Perselingkuhan dan Dugaan Video Syur

Tuntutan Para Driver

Pertama, masalah tarif yang dinilai tidak adil. Potongan pendapatan yang mencapai 20 hingga 30 persen menjadi beban berat bagi para driver.

Mereka mendesak pemerintah untuk merevisi dan menambahkan pasal dalam Permenkominfo No. 1 Tahun 2012 terkait formula tarif layanan pos komersial, agar lebih menguntungkan bagi para mitra ojol.

Kedua, para driver meminta pemerintah untuk melegalkan pekerjaan ojek online dalam undang-undang.

Selama ini, ketiadaan payung hukum yang jelas membuat posisi tawar para driver lemah di hadapan perusahaan aplikasi.

Mereka berharap dengan adanya legalitas, kesejahteraan dan keadilan bagi para driver dapat lebih terjamin.

Lokasi dan Waktu Demo

Demo akan digelar di beberapa lokasi strategis di Jakarta, termasuk Istana Merdeka, kantor Gojek di Petojo, Jakarta Pusat, dan kantor Grab di Cilandak, Jakarta Selatan.

Aksi akan dimulai pada pukul 12.00 WIB, dengan estimasi jumlah peserta mencapai 500 hingga 1.000 driver.

Respon dari Perusahaan Aplikasi

Menanggapi rencana demo ini, pihak Gojek menyatakan bahwa mereka tetap terbuka terhadap aspirasi mitra driver.

Rosel Lavina, Head of Corporate Affairs Gojek Indonesia, menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi secara kondusif dan tertib.

Meski demikian, ia menyayangkan keputusan sebagian driver untuk mematikan aplikasi selama demo, yang dapat mengganggu layanan bagi pelanggan.

Sementara itu, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menjelaskan bahwa tarif layanan pengantaran Grab telah dihitung sesuai dengan ketentuan Permenkominfo No. 1/2012 dan dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan driver dan stabilitas permintaan pasar.

Ia juga menegaskan bahwa Grab tetap berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan mitra driver.

Baca Juga: Viral di Medsos, Presiden Jokowi Dipanggil dengan Nama Mulyono oleh Warga saat Kunjungan ke Sleman

Dampak Demo Terhadap Layanan

Beredar kabar bahwa selama aksi demo, para driver ojol tidak akan menerima pesanan apapun dari pelanggan, termasuk layanan pengantaran, makanan, dan paket.

Namun, Igun Wicaksono mengklarifikasi bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku bagi peserta demo.

Driver yang tidak ikut serta dalam aksi ini tetap bebas untuk menerima pesanan, sehingga layanan ojol tidak sepenuhnya terhenti.

Harapan Driver dari Aksi Ini

Dengan aksi demo ini, para driver ojol berharap pemerintah dan perusahaan aplikasi dapat lebih memperhatikan kesejahteraan mereka.

Tuntutan untuk revisi tarif dan legalitas pekerjaan ojek online menjadi prioritas utama.

Mereka berharap aksi ini dapat memicu perubahan yang signifikan dalam industri transportasi online di Indonesia, demi terciptanya kondisi kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi para mitra driver.

Editor : Ali Mustofa
#Driver Ojol demo #payung hukum #driver ojol #transportasi #grab dan gojek demo #ojol #aplikasi #grab #ojek online #pelanggan #gojek #kesejahteraan