Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Dokter yang Resign dari PPDS: Bullying Masih Terjadi Bahkan Setelah Lulus, Ada Senior yang Menghalangi Junior untuk Dapat Kerja

Nibros Hassani • Selasa, 27 Agustus 2024 | 19:00 WIB
Ilustrasi dunia kedokteran. Foto: pixabay.com
Ilustrasi dunia kedokteran. Foto: pixabay.com

RADAR KUDUS - Kabar mengenai budaya bullying (perundungan) di dunia kedokteran masih menyita perhatian publik. Apalagi sempat dikabarkan sebelumnya seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RS Kariadi Semarang itu diduga bunuh diri karena tidak kuat menjalani program pendidikan tersebut.

Setelah berita itu viral, mulai ada banyak dokter di Indonesia yang berani berbicara bagaimana mereka menjalani PPDS dan perlakuan apa saja yang mereka dapatkan.

Salah satunya dokter Marcelius yang pernah menjalani PPDS pada tahun 2020 dan kemudian memutuskan untuk resign pada 2022.

Baca Juga: 12 Kecamatan di Jawa, Banten dan Lampung Terancam Gempa Megathrust, Ini Daftarnya

Kisah ini juga diceritakan dalam wawancara dokter Marcelius bersama TvOne dan tayang pada Senin (27/8/2024).

Selama PPDS ia mengaku tidak mendapatkan bullying dari sisi keuangan. Namun ia mengaku pernah mendapat kekerasan fisik hingga verbal.

Saat menjalani PPDS di semester 1, Ia mendapat sejumlah kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, ditampar hingga mendapat lemparan botol didepan pasien dan perawat.

Baca Juga: Waspada! BPBD Cianjur Ungkap Tiga Kecamatan di Cianjur Selatan Berpotensi Terdampak Tsunami Jika Gempa Megathrust 8,7 Magnitudo Menyerang

Setelah resign ia pun berhenti mendapat intimidasi itu. Namun ia juga mendapat cerita dari teman dokter spesialisnya yang baru lulus, bahwa ada senior yang masih melakukan bullying berupa intimidasi pekerjaan.

Hal ini berkaitan dengan persaingan antar dokter spesialis saat lulus dengan juniornya.

Dokter spesialis junior yang baru lulus pun dihalangi untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Briptu Putri Sirty Cikita Dihujat Netizen di Instagram, Duta Sopan Indonesia?

Baca Juga: BREAKING NEWS! Puluhan Rumah Di Ternate Diterjang Banjir Bandang, Begini Kondisinya

“Ada memang senior-senior yang menghalangi junior-junior ini untuk bekerja. Istilahnya kalau kita bilang, kalau ada dokter baru kuenya dibaginya lebih banyak. Logikanya kesana. Apalagi distribusi dokter ini juga sedikit. Jangan salah. Temen saya itu mau kerja di suatu tempat yang bukan di Jawa. Jadi waalupun kita udah lulus, budaya bullying ini berlanjut ternyata,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku PPDS adalah proses yang sangat berat. Dirinya bahkan pernah selama 6-8 bulan harus tidur di Rumah Sakit karena harus stand by (berjaga) dan tidak pernah pulang. Menurutnya itu wajar tapi tidak normal.

Baca Juga: Briptu Sirty Citika saat Bikin Konten Dihujat Netizen, Disebut Tidak Sopan, Intimidatif hingga Mencemarkan Instansi Sendiri

Ia juga menilai kasus dugaan bunuh diri yang dialami dokter Risma Aulia juga dipicu oleh PPDS yang berat.

“Kita memang harus punya kesempatan untuk hidup. Kita nggak bisa menyatakan dia bunuh diri karena dia direct cause-nya seperti itu, tapi kan suatu proses menjadi sekarang. Almarhumah bunuh diri otomatis trigger (pemicu-Rednya dari sejak dia masuk dari PPDSnya. Saya dengar dia pernah depresi sejak semester 1, lalu sempat kesulitan keuangan. Ada chat yang menunjukkan dia habis Rp 220 juta walau dia beasiswa,” jelasnya.

Baca Juga: Orang Grobogan Hebat, Crazy Rich Joko Suranto Bersanding dengan Gus Yusuf di Jateng 1

Menurutnya, dunia kedokteran harus jujur mengenai hal-hal yang terjadi di dalam PPDS bila ingin berbenah dari kesalahan.

“kalau kita gak mau akuin, gimana kita mau berbenah. Semua orang harus sadar dulu ini gak normal. Citra diri kita akan terbenahi sendiri ketika kita berbenah mengatasi bullying ini sndiri, daripada kita fokus membenahi citra kita tapi nggak membenahi problem riil-nya,” kata dokter Marcelius.

Baca Juga: KPK Diminta Periksa Pejabat Kejaksaan yang Diduga Terima Suap, Diungkap Menantunya Sendiri saat Bela Erina Gudono di Instagram

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#dokter resign dari ppds #viral di medsos #ppds depresi #bullying dokter #ppds #kemenkes