Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Keluarga Dokter Aulia Risma: Saat PPDS Minum Cairan Infus untuk Menahan Dehidrasi, Jual Sawah, dan Standby 24 Jam

Nibros Hassani • Selasa, 27 Agustus 2024 | 18:58 WIB
Ilustrasi dunia kedokteran. Foto: pixabay.com
Ilustrasi dunia kedokteran. Foto: pixabay.com

RADAR KUDUS – Kasus meninggalnya dokter yang tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) masih menjadi perhatian publik. Apalagi dokter tersebut diduga meninggal bunuh diri karena tidak kuat menahan bullying.

Pihak keluarga dari almarhumah dokter Aulia Risma yang menjadi korban sempat bercerita kepada media bagaimana almarhumah menjalani PPDS tersebut.

Baca Juga: 12 Kecamatan di Jawa, Banten dan Lampung Terancam Gempa Megathrust, Ini Daftarnya

Termasuk saat calon dokter spesialis tersebut harus menahan dehidrasi hingga minum cairan infus, jual sawah untuk kebutuhan kuliah spesialis meski sudah mendapat beasiswa, hingga standby 24 jam setiap hari.

Cerita ini disampaikan Vieta, tante dari Dokter Aulia Risma yang telah ditayangkan di Youtube pada Senin (27/8/2024).

Diketahui, sebelum meninggal dunia almarhum pernah sakit dan menjalani dua kali operasi saraf kejepit dan sempat menjalani rawat jalan di Poliklinik Psikiatri.

Baca Juga: Benarkah Megathrust Jadi Ancaman? Ini Penjelasan Menperin Agus Gumiwang

“Kalo untuk apa yang dihadapi sampe harus ke dokter Spesialis Kejiwaan mungkin yang tahu dokter kejiwaannya. Tapi yang sering dikeluhkan ya sakit almarhumah beratnya dia menjalani PPDS selama ini. Saraf kejepit itu kan buat orang biasa sudah menyakitkan ya” kata Vieta tante korban.

Vieta kemudian menjelaskan bagaimana keponakannya merasakan sakit saat menjalani PPDS. Almarhumah bercerita dirinya harus standby di Rumah Sakit 24 jam, baru pulang jam 2 malam dan standby lagi keesokan harinya jam 6 pagi.

Setelah operasi pun, kata Vieta, Almarhumah tidak mendapat keringanan saat menjalani PPDS.

Baca Juga: Pamit Netizen, Ini Dia Alasan Praz Teguh Berhenti dari Podcast PWK

“Habis operasi itu kan dia minta keringanan, tapi nggak ada keringanan. Dua minggu habis operasi dia aktif lagi, ngangkat pasien, ngangkat barang yang berat. Ngangkat minum tidak boleh dibantu siapapun,” jelasnya.

Selain itu, keponakan korban pernah bercerita harus menahan dehidrasi sampai minum infus.

“Pernah pas (mendampingi) operasi itu kan memang harus steril ya itupun gak boleh ke kantin, gak boleh ke minimarket. Kami tanya kalau kamu haus gimana? Katanya ya minum infus, menahan dehidrasi. Karena setetes air pun gak ada. Disitu gak boleh. Setelah kejadian itu dia pun masih semangat sekolah itu,” jelas Vieta.

Baca Juga: Simak! Kominfo bakal Blokir Bigo Live di Indonesia, Ini Alasannya

Katanya, almarhumah juga pernah diminta menyiapkan berbagai hal untuk seniornya. Seperti membeli rokok, biaya makan senior, hingga menyiapkan armada.

“Pernah disuruh beli rokok tengah malem, pernah cerita juga habis menyiapkan armada untuk seniornya, biaya menyiapkan makanan pun dari uang pribadi. Sampai ibaratnya mama papa risma sampai mau jual sawah ya karena untuk kebutuhan (PPDS). Namanya tabungan dipakai kan bisa terus menipis ya. Dia juga mau tidak mau hutang untuk menyanggupi permintaan senior-senior tersebut,” kata Vieta.

Baca Juga: Kabar Baik! BIN Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA, Ini Syarat dan Ketentuannya

Pihak keluarga pun menjelaskan mereka telah sempat mengajukan pengunduran diri almarhumah dari PPDS kepada Kementrian Kesehatan. Namun saat itu belum ada informasi yang jelas.

“Kita sudah sempat ke Kemenkes untuk pengunduran diri. Cuman karena Pak Menteri sempat sibuk ya terus yang ketemu dokter lain. Menyampaikan infonya kurang jelas. Dan ternyata setelah kejadian (meninggal) ternyata nggak ada aturan soal penalti (membayar uang ratusan juta) kalau undur diri,” jelasnya.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Bullying PPDS UNDIP #viral di medsos #Dokter Aulia Risma Lestari #bullying dokter #FK Undip #ppds