Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gempa Megathrust Serang Indonesia, Kini Yogyakarta Digoyang, Wilayah Lain Waspada!

Eko S RK • Selasa, 27 Agustus 2024 | 04:36 WIB
Gempa yang terjadi di Yogyakarta
Gempa yang terjadi di Yogyakarta

RADAR KUDUS - Gempabumi batu saja terjadi di Yogyakarta pada Senin 26 Agustus 2024. Pukul 19.57.

Gempa ini terjadi di wilayah Samudra Hindia, Selatan Gunungkidul.

Berdasarkan rilis tertulis Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono dijelaskan jika Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo dan Bantul dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Kemudian juga terasa di daerah Karangkates, Malang, Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo, Surakarta dan Klaten dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Namun berpotensi ada gempa susulan.
Hingga pukul 20.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Beberapa waktu lalu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan terkait potensi munculnya Gempa Megathrust di Indonesia.

Gempa Megathrust adalah gempa besar yang bisa menyebabkan tsunami, gempa ini terjadi pada batas zona subduksi.

Sejarah gempa megathrust yang terakhir ada di Indonesia itu gempa bumi dan tsunami Aceh pada 2004.

Sementara untuk di Yogyakarta, memang sudah diperingatkan terkait ancaman gempa Megathrust.

Koordinator Observasi Stasiun Geofisika BMKG DIY Budiarta menyebut jika gempa berkekuatan lebih dari magnitudo 9, maka guncangan yang kuat akan terasa sampai DIY.

Terlebih Gempa Megathrust sudah beberapa kali terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budiarta menjelaskan, gempa megathrust telah terjadi sebanyak 12 kali di DIY sejak tahun 1849.

Beberapa gempa tersebut terjadi pada tahun 1840 dan 1859 yang menyebabkan tsunami, serta tahun-tahun lainnya seperti 1867, 1875, 1937, 1943, 1957, 1981, 1992, 2001, 2004, dan 2006.

Karena potensi tersebut, BMKG dan BPBD saat ini telah bekerja sama untuk memasang tanda-tanda peringatan berupa peta inundasi di pesisir selatan DIY.

Selain Yogyakarta belakangan beberapa daerah juga mengalami gempabumi.

Sepanjang Jumat 23 Agustus 2024, Indonesia mengalami 20 kali guncangan gempa bumi yang tersebar di 9 wilayah.

Tercatat, Sulawesi dan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ( NTT ) paling banyak mengalami guncangan.

Pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman 7 kilometer Barat Laut Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 23 Agustus 2024 pukul 17:30:28 WIB di Lintang Selatan 2.52 - Bujur Timur 121.17

Dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menyebutkan, Sulawesi terhitung 10 kali gempa susulan dan Pulau Sumba 9 kali gempa yang terjadi sejak pagi hari. (TOS)

Editor : Ali Mustofa
#Megatrust #gempa #megathrust #yogyakarta #Gempabumi