RADAR KUDUS - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kecamatan Sumur, Banten, pada Sabtu siang pukul 10.31 WIB.
Pusat gempa terletak di koordinat 6,90 Lintang Selatan dan 105,08 Bujur Timur, atau sekitar 61 kilometer barat daya dari Kecamatan Sumur, dengan kedalaman 61 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya menginformasikan bahwa data awal dari gempa ini masih belum stabil dan bisa berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk.
Meskipun gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, muncul video yang menyebarkan informasi menyesatkan terkait kejadian tersebut, yang menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.
Fenomena Penyebaran Hoax di Tengah Ketakutan Megathrust
Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia tengah diwarnai kekhawatiran terkait ancaman gempa megathrust yang diprediksi dapat memicu gempa dan tsunami dahsyat di wilayah yang terdampak.
Kekhawatiran ini rupanya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk menyebarkan informasi palsu dan memicu ketakutan publik.
Salah satu video yang viral di platform YouTube berjudul "Full Video Detik-Detik Mengerikan Gempa Dahsyat Hajar Bayah Banten Hari Ini" menimbulkan kehebohan.
Video ini, yang diunggah pada 15 Agustus, telah dilihat lebih dari 1.408 kali dan disukai oleh 35 akun.
Namun, BMKG menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut tidak benar dan merupakan hoax.
BMKG juga menambahkan bahwa gempa di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang dilaporkan dalam video tersebut, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Masyarakat Dihimbau Waspada, Tapi Jangan Panik
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Indonesia dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
Informasi terkait gempa bumi dan potensi tsunami sebaiknya diperoleh dari sumber-sumber resmi dan terpercaya.
Penyebaran hoax hanya akan memperparah situasi dan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan kembali informasi yang diterima. (ury)
Editor : Ali Mustofa