RADAR KUDUS - Bedhaya Ketawang adalah tarian sakral dari Jawa Tengah yang hanya ditampilkan pada acara-acara khusus seperti penobatan raja.
Tarian ini penuh dengan nilai spiritual dan sakral, di mana para penari harus memenuhi persyaratan ketat, seperti harus masih perawan dan mengikuti ritual puasa serta pingitan di dalam keraton sebelum pementasan.
Makna Bedhaya Ketawang dalam Sejarah Mataram
Bedhaya Ketawang memiliki makna "Tarian dari Langit" dan dianggap sebagai simbol cinta Kanjeng Ratu Kidul kepada Raja-raja Mataram.
Menurut legenda, tarian ini pertama kali diciptakan oleh Panembahan Senopati atau Batara Guru, dan dalam pementasan perdananya, ditarikan oleh tujuh bidadari yang melambangkan permata berkilauan.
Kepercayaan Masyarakat terhadap Kanjeng Ratu Kidul
Masyarakat Jawa percaya bahwa Kanjeng Ratu Kidul, yang dianggap sebagai istri spiritual raja-raja Mataram, juga hadir dalam latihan menari ini untuk memastikan gerakan penari sempurna.
Bahkan dalam pementasan, diyakini bahwa Kanjeng Ratu Kidul menjelma atau merasuki salah satu penari, menjadikan tarian ini semakin sakral dan penuh makna.
Hubungan Bedhaya Ketawang dengan Gugusan Bintang Pleiades
Salah satu hal yang menarik dari Bedhaya Ketawang adalah konfigurasinya yang dikaitkan dengan gugusan bintang Pleiades.
Dipercaya bahwa posisi penari dalam tarian ini mengikuti konfigurasi bintang-bintang dalam Pleiades, yang juga terdiri dari 7-9 bintang utama, serupa dengan jumlah penari dalam tarian tersebut.
Pleiades: Simbol dalam Budaya Jawa dan Mitologi
Pleiades, yang dikenal sebagai "Bintang Tujuh" di Jawa, memiliki makna mendalam dalam budaya dan mitologi Jawa.
Dalam konteks Bedhaya Ketawang, Pleiades menjadi simbol yang menghubungkan tarian sakral ini dengan mitos bidadari dan kehadiran Kanjeng Ratu Kidul, memperkuat kepercayaan masyarakat akan kekuatan spiritual yang terkait dengan bintang-bintang ini.
Kesakralan dan Ritual dalam Pementasan Bedhaya Ketawang
Kesakralan Bedhaya Ketawang terletak pada persiapan dan pelaksanaan yang penuh dengan ritual.
Penari harus menjalani puasa dan pingitan untuk mencapai kesucian sebelum menari, mencerminkan dedikasi dan penghormatan terhadap spiritualitas dan nilai-nilai yang terkandung dalam tarian tersebut.
Baca Juga: 3 Weton yang Dinaungi Khodam Para Raja Jawa, Dikenal Kharismatik, Berwibawa, dan Mudah Kaya
Hubungan dengan Pleiades menambah dimensi mistis yang memperkuat pentingnya tarian ini dalam upacara kerajaan Jawa.
Editor : Noor Syafaatul Udhma