Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Misteri Pleiades atau Bintang Tujuh dalam Astronomi dan Budaya Jawa, Benarkah Ada Hubungannya dengan Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari?

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 25 Agustus 2024 | 04:32 WIB
Konjungsi Bulan dan Gugus Bintang Pleiades
Konjungsi Bulan dan Gugus Bintang Pleiades

RADAR KUDUS - Pleiades, juga dikenal sebagai "Bintang Tujuh," adalah gugusan bintang terbuka yang terdiri dari lebih dari seribu bintang, meskipun hanya tujuh yang terlihat jelas dari Bumi.

Ketujuh bintang utama ini diberi nama berdasarkan mitologi Yunani: Alcyone, Celaeno, Electra, Maia, Merope, Taygeta, dan Sterope.

Pleiades sering disebut sebagai rasi bintang, namun sebenarnya adalah sebuah asterism yang menjadi bagian dari rasi Taurus.

Baca Juga: Simak! Super Blue Moon Hiasi Langit Indonesia, Catat Waktunya

Baca Juga: Apa Itu Blue Moon? Fenomena Bakal Muncul Malam Ini

Pleiades dalam Mitologi Yunani

Dalam mitologi Yunani, Pleiades adalah tujuh putri dari Titan Atlas yang memanggul bola Bumi di atas bahunya.

Nama-nama mereka diabadikan sebagai nama bintang-bintang utama Pleiades.

Gugusan ini memiliki peran penting dalam dunia pelayaran zaman kuno, di mana kemunculan Pleiades di langit menandakan dimulainya musim pelayaran di Laut Tengah.

Nama Pleiades di Indonesia

Di Indonesia, Pleiades dikenal dengan berbagai nama.

Di Jawa, gugusan ini disebut "Lintang Kartika" atau "Bintang Tujuh".

Nama tersebut menunjukkan betapa pentingnya Pleiades dalam budaya Jawa.

Meskipun terkadang ada kerancuan dengan Ursa Major, Bintang Tujuh dalam konteks Pleiades memiliki makna yang lebih mendalam.

Pleiades dalam Mitologi Jawa: Kisah Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari

Pleiades sering dikaitkan dengan kisah Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari dalam mitologi Jawa.

Kisah ini menceritakan Jaka Tarub, seorang pemuda yang mencuri selendang salah satu bidadari yang sedang mandi, Nawangwulan, dan akhirnya menikahinya.

Tujuh bintang Pleiades dianggap sebagai representasi dari tujuh bidadari tersebut, dengan Nawangwulan yang turun ke Bumi untuk menyusui putri setiap kali salah satu bintang tidak terlihat.

Baca Juga: Bikin Takjub! Ini Dia Daftar Fenomena Astronomi Spektakuler yang Terjadi Pada Bulan Agustus 2024, Catat Tanggalnya

Signifikansi Pleiades dalam Tradisi Perkawinan Jawa

Dalam tradisi Jawa, Pleiades memiliki pengaruh yang besar, terutama dalam ritual pernikahan.

Malam sebelum upacara pernikahan, dikenal sebagai "Malam Midodareni," di mana pengantin putri tidak tidur dan tidak keluar calon kamar.

Dipercaya bahwa pada malam ini, Nawangwulan dan saudara-saudaranya akan turun dari Kahyangan untuk mendandani calon pengantin, sehingga ia akan tampil sangat cantik keesokan harinya.

Pengaruh Pleiades dalam Kehidupan Sehari-hari

Pleiades atau Bintang Tujuh juga muncul dalam berbagai kepercayaan lain, seperti melihat pelangi yang diyakini sebagai tanda bidadari turun dari Kahyangan.

Kisah Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari menjadi bagian integral dari budaya Jawa, di mana setiap bidadari digambarkan dengan warna pakaian yang berbeda, mencerminkan warna-warna pelangi.

Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh Pleiades dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#bintang #Pengaruh Pleiades #Lintang Kartika #Bintang Tujuh #bintang malam #Pleiades dalam Mitologi Jawa #Bintang Tujuh Pleiades #fenomena langit #budaya jawa #Tradisi Perkawinan Jawa #Pleiades #astronomi