Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspada! BPBD Cianjur Ungkap Tiga Kecamatan di Cianjur Selatan Berpotensi Terdampak Tsunami Jika Gempa Megathrust 8,7 Magnitudo Menyerang

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 25 Agustus 2024 | 01:33 WIB

warning receiver system
warning receiver system

RADAR KUDUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengidentifikasi tiga kecamatan di pesisir selatan yang berpotensi terdampak tsunami dengan ketinggian udara mencapai 18-26 meter jika gempa megathrust melanda 8,7 magnitudo.

Kecamatan tersebut adalah Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta. Ada total 18 desa di kecamatan ketiga ini yang dianggap berisiko tinggi terhadap dampak tsunami.

Baca Juga: Jadi Ancaman Megathrust, BMKG Sarankan Tak Panik dan Tetap Waspada kepada Warga Enggano

Imbauan untuk Warga

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Kusmana Wijaya, mengimbau kepada warga pesisir selatan untuk tidak panik meskipun ada potensi tsunami.

Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda alam yang menunjukkan terjadinya bencana.

Imbauan ini bertujuan agar warga dapat bertindak cepat dan aman saat menghadapi potensi bencana.

Baca Juga: Soal Ancaman Gempa Dahsyat Megathrust di Indonesia, BMKG Imbau Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Penempatan Relawan Tangguh Bencana (Retana)

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Cianjur telah menempatkan sekitar 90 orang Relawan Tangguh Bencana (Retana) di sepanjang pantai selatan.

Para relawan ini bertugas melakukan pengawasan, pelaporan, dan tindakan cepat seperti mengeluarkan warga jika terjadi tanda-tanda bencana.

Kehadiran Retana diharapkan dapat mempercepat respons dan memastikan keselamatan warga.

Pelatihan dan Kesiapsiagaan

BPBD Cianjur telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, termasuk pelatihan dan sosialisasi kepada warga pesisir selatan.

Pelatihan ini meliputi penanganan cepat ketika terjadi bencana, serta simulasi menggunakan jalur evakuasi yang telah dipasang di setiap kecamatan.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan warga dalam menghadapi bencana tsunami.

Pemasangan Rambu dan Jalur Evakuasi

Pemerintah daerah melalui BPBD Cianjur telah memasang rambu dan jalur keluar di berbagai titik, terutama di sepanjang bibir pantai selatan yang membentang di tiga kecamatan tersebut.

Rambu ini memandu warga untuk menuju titik aman jika terjadi bencana.

Baca Juga: Simak! Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak Megathrust, Ada Jawa hingga Sumatera

Simulasi bencana secara rutin dilakukan untuk memastikan bahwa warga memahami jalur evakuasi dan langkah-langkah penyelamatan.

Sistem Peringatan Tsunami

BPBD Cianjur memastikan bahwa alat peringatan tsunami yang dipasang oleh BMKG di pantai selatan akan berbunyi jika terjadi bencana.

Alat ini dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar segera melakukan evakuasi ke dataran yang lebih tinggi.

Jika alat peringatan mengalami kendala, Retana dan aparat setempat akan menggunakan suara keras di masjid-masjid untuk menyebarkan informasi dan peringatan kepada warga.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#cianjur diguncang gempa #cianjur gempa #Megathrust di Jatim #penyebab terjadinya gempa megathrust #Gempa Megathrust #mitigasi gempa megathrust #Cianjur #dampak gempa megathrust #apa itu megathrust #BPBD Cianjur #apa Itu zona megathrust di Indonesia #Cianjur Jawa Barat #wilayah megathrust #perbedaan gempa megathrust dan gempa biasa #gempa megathrust di Jawa Tengah