Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh, Ada 88 Kasus Cacar Monyet Jenis Clade 2 Masuk Indonesia, Terbanyak Ada di DKI Jakarta

Nibros Hassani • Rabu, 21 Agustus 2024 | 16:38 WIB
Ilustrasi virus Mpox alias cacar monyet
Ilustrasi virus Mpox alias cacar monyet

RADAR KUDUS – Kementrian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan data konformasi kasus Monkeypox (Mpox) terbaru di Indonesia. Hingga Sabtu (17/8/2024), terdapat 88 kasus konfirmasi Mpox.

88 kasus cacar monyet itu tersebar paling banyak di DKI Jakarta sebanyak 59 konfirmasi kasus, Jawa Barat 13 konfirmasi kasus, Banten 9 konfirmasi, Jawa Timur 3 konfirmasi, Daerah Istimewa Yogyakarta 3 konfirmasi, dan Kepulauan Riau 1 konfirmasi.

Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Tampilkan Rendang, Makanan Nomor 1 Paling Lezat di Dunia

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia Tahapan Seleksi CPNS Kemenkumham 2024, Lulusan SMA Sederajat Terbuka Lebar

Melansir dari laman resmi Kemenkes , 87 kasus tersebut telah dinyatakan sembuh.

Tolong. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr. Yudhi Pramono, MARS menjelaskan, jenis cacar monyet yang muncul di Indonesia adalah jenis Clade IIB.

Kata Yudhi, Clade II ini menyebarkan wabah Mpox pada Tahun 2022 hingga saat ini banyak menular dari kontak seksual. Jenis Mpox ini juga memiliki risiko kematian lebih rendah.

Baca Juga: Kabar Baik, Pemprov Jakarta Buka 4.413 Formaai CPNS 2024 dan Persiapan Gaji Kisaran Rp 20 Juta per Bulan, Catat Link dan Jadwal Seleksinya

Baca Juga: Marteen Paes Masuk, STY Siap Jadikan Timnas Indonesia Dream Team Tanpa Pemain Lokal, Begini Penjelasannya

Selain itu, Mpox menular melalui kontak langsung dengan ruam bernanah di kulit, termasuk saat berhubungan seksual. Kelompok risiko utama cacar monyet adalah laki-laki yang melakukan hubungan seks sejenis.

“Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko tinggi Mpox. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenisnya,” jelas dr. Yudhi.

Baca Juga: Hebat! Pelajar Indonesia Raih Delapan Medali di IESO 2024, Salah Satu Siswa dari Kudus

Baca Juga: 14 Keuntungan Lolos Seleksi CPNS, Mulai dari Dapat Jaminan Pensiun, Dapat Banyak Tunjangan, hingga Dapat Beasiswa

Atas temuan ini mengimbau masyarakat agar menggunakan masker medis jika merasa tidak sehat. Bila muncul gejala seperti ruam bernanah atau keropeng pada kulit, harus segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

Sementara itu, Dr.dr. Prasetyadi Mawardi, SPKK(K), dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) mengatakan, varian Mpox Clade I, baik 1a maupun 1b, belum terdeteksi di Indonesia. Sejak tahun 2022 hingga saat ini, varian yang ditemukan di Indonesia adalah varian Clade II.

Baca Juga: Meski Ada Potensi Megathrust, BMKG Tetap Mengimbau Warga untuk Tenang, Melaut, dan Beraktivitas di Pantai

Baca Juga: Bahlil Lahadalia, Senior HMI Resmi Dilantik sebagai Menteri ESDM, Apa Saja Tugasnya?

“Clade I memang menurut refleksi angka fatalitas rate nya relatif lebih tinggi dibandingkan Clade II, terus kemudian varian ini biasanya disebabkan oleh kontak dekat (kontak erat), tidak melulu kontak seksual,” jelasnya.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#dki jakarta #positif cacar monyet #mpox di Indonesia #berita hari ini #cara mencegah cacar monyet #kemenkes