RADAR KUDUS - Para pecinta Liga Italia atau biasa disebut tifosi Serie A bakal sedikit kecewa, pasalnya Indonesia tidak mendapatkan Hak siar untuk Serie A.
Permasalahan ini muncul lantaran keinginan Infront untuk menjual hak siar secara terpisah di setiap negara, terutama di wilayah dengan pasar yang menjanjikan seperti Indonesia.
Negara ini dikenal memiliki basis penggemar terbesar di Asia Tenggara untuk sejumlah klub besar Italia seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, AS Roma, Lazio, dan Fiorentina.
Permasalahan ini semakin menjadi sorotan setelah Carlo Garganese, seorang jurnalis sepak bola terkemuka asal Italia, mengungkapkan kritik tajamnya melalui akun media sosial X.
Dalam cuitannya, Garganese menyoroti ketidakmampuan Infront, perusahaan yang ditunjuk sebagai agen pemasaran oleh operator liga, dalam menjual hak siar Serie A ke berbagai negara.
Ia menilai, hingga dua hari menjelang kick-off musim baru, Serie A masih belum memiliki kepastian mengenai hak siar di beberapa pasar besar, termasuk Indonesia dan Australia.
"48 jam menuju dimulainya musim baru, Serie A masih belum memiliki hak siar TV di beberapa pasar BESAR," ujar Garganese melalui akun X-nya, @carlogarganese, pada Kamis, 15 Agustus 2024.
Diketahui, Indonesia dengan populasi sekitar 275 juta jiwa menjadi salah satu negara yang hingga kini belum mencapai kesepakatan.
Selain itu, Australia, yang dikenal memiliki banyak penduduk keturunan Italia, juga masih berada dalam ketidakpastian.
Di beberapa negara, hak siar memang sudah diperoleh oleh media lokal, namun akses untuk menonton pertandingan sangat terbatas, atau jumlah pertandingan yang ditayangkan sangat sedikit.
Hal ini semakin memperburuk situasi, mengingat banyak penggemar yang berharap dapat menyaksikan seluruh pertandingan Serie A secara penuh.
Garganese juga menyoroti sikap Lega Serie A dan Infront yang tampak lebih fokus mengejar keuntungan dari pasar hak siar Amerika Serikat, sementara pasar besar lainnya, seperti Asia Pasifik, kurang diperhatikan.
Kritik tajam ini diarahkan kepada Anna Guarnerio, International Media Rights Director of Lega Serie A, dan Infront selaku mitra agensi yang dianggap gagal dalam mengelola hak siar liga.
Di sisi lain, menurut laporan yang diterbitkan di situs resmi Infront pada 20 Februari 2024, perusahaan ini telah mencapai kesepakatan untuk menjadi distributor hak siar Serie A di 36 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, untuk siklus musim 2024-2027.
Kontrak ini mencakup tidak hanya pertandingan Serie A, tetapi juga Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.
Kesepakatan ini berbeda dengan siklus sebelumnya (musim 2021-2024), di mana Infront tidak memiliki hak untuk memasarkan kedua turnamen tersebut.
Selama beberapa tahun terakhir, penayangan Serie A di Indonesia dan beberapa negara Asia Pasifik lainnya dilakukan oleh beIN Sports, saluran olahraga premium asal Qatar.
BeIN Sports menayangkan pertandingan melalui platform over the top (OTT) mereka sendiri, serta mendistribusikannya ke berbagai mitra lokal, termasuk Vidio, IndiHome TV (yang kontraknya berakhir pada Juli 2024), dan MNC Vision Networks (hingga November 2022).
Bahkan, RCTI yang pertama kali memperkenalkan Serie A di Indonesia juga sempat memperoleh sublisensi dari beIN Sports untuk menayangkan pertandingan melalui platform free to air (FTA) pada musim 2019-2022.
Namun, hingga saat ini, proses negosiasi hak siar di Indonesia masih belum mencapai titik terang.
Rumor menyebutkan bahwa salah satu grup media besar di Indonesia sedang berupaya untuk mendapatkan hak siar Serie A secara penuh, yang memungkinkan mereka memonetisasi penayangan di seluruh platform, termasuk free to air (FTA), direct to home (DTH), IPTV, dan OTT.
Di sisi lain, beIN Sports yang sebelumnya menjadi pemegang hak siar tampaknya tidak akan menyerah begitu saja.
Mereka dikabarkan kembali melakukan penawaran (bidding) untuk mempertahankan hak siar Serie A di sejumlah negara Asia Pasifik, demi menjaga pangsa pasar yang telah mereka bangun selama ini.
Selain itu, beIN Sports juga telah memperpanjang kontraknya dengan operator La Liga hingga musim 2026-2027, serta mengamankan hak siar untuk UEFA Club Competitions (Liga Champions, Europa League, Conference League, dan UEFA Super Cup) untuk siklus musim 2024-2027 di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Dengan dimulainya musim Serie A yang tinggal hitungan jam, tifosi di Indonesia hanya bisa berharap agar ada kejelasan mengenai hak siar dalam waktu dekat.
Keterlambatan dalam penyelesaian negosiasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka harus melewatkan pertandingan-pertandingan awal musim, yang tentu saja akan menjadi kekecewaan besar bagi para penggemar sepak bola di tanah air. (ury)
Editor : Abdul Rokhim