Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terungkap, Bukan Hanya 2, tapi Ada 15 Zona Megathrust yang Mengelilingi Indonesia, Begini Penjelasannya

Zakarias Fariury • Selasa, 20 Agustus 2024 | 03:04 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADAR KUDUS - Indonesia, sebagai salah satu negara dengan aktivitas tektonik tertinggi di dunia, memiliki sejumlah zona megathrust yang tersebar di seluruh wilayahnya.

Megathrust, sebagai daerah pertemuan lempeng tektonik, dikenal memiliki potensi besar untuk memicu gempa bumi berkekuatan besar dan tsunami yang menghancurkan.

Di Pulau Jawa saja, terdapat empat zona megathrust yang menjadi perhatian utama para ilmuwan.

Megathrust merupakan area pertemuan antarlempeng tektonik yang mampu melepaskan energi dalam jumlah besar secara berulang dalam siklus tertentu, yang bisa berlangsung hingga ratusan tahun.

Baca Juga: Jadi Ancaman Serius! Berikut Daftar Wilayah di Indonesia yang Berpotensi Terkena Dampak Gempa Megatrust Menurut BMKG

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki dua zona megathrust yang menjadi ancaman signifikan, yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

Pernyataan ini disampaikan Daryono setelah terjadinya gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 pada Kamis (8/8), yang memicu tsunami di Jepang dan berasal dari Megathrust Nankai.

Istilah "Seismic gap" Merujuk pada zona sumber gempa yang memiliki potensi besar, namun belum mengalami gempa besar dalam kurun waktu puluhan hingga ratusan tahun.

Baca Juga: Ancaman Serius, Jakarta Dibayangi 2 Megathrust, Bisa Setara Gempa Aceh? Ini Penjelasannya

Ia menjelaskan bahwa pelepasan energi di kedua segmen megathrust ini 'tinggal menunggu waktu' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun tidak mengalami gempa besar.

Menurut Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, segmen Megathrust Mentawai-Siberut dan Megathrust Selat Sunda terakhir kali menyebabkan gempa besar lebih dari ratusan tahun yang lalu.

Ini menunjukkan bahwa akumulasi energi di zona ini telah mencapai titik yang diserap.

Namun, ancaman megathrust di Indonesia tidak hanya terbatas pada dua segmen tersebut. Berdasarkan peta yang sama, terdapat 13 megathrust lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, sehingga total ada 15 zona megathrust yang mengelilingi nusantara.

Beberapa di antaranya bahkan telah mengalami pemecahan segmen, membentuk segmen baru seperti Segmen Mentawai yang terbagi menjadi Segmen Mentawai-Siberut dan Segmen Mentawai-Pagai.

Baca Juga: Megathrust Jadi Ancaman, Pulau Jawa Bisa Terbelah? Ini Penjelasannya

Pulau Jawa, sebagai pulau dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, juga tidak luput dari ancaman megathrust.

Berdasarkan sejumlah penelitian, megathrust yang berada di dekat Pulau Jawa memiliki potensi memicu tsunami hingga mencapai puluhan meter. Situasi ini membuat Pulau Jawa harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa besar.

Berikut adalah daftar lengkap empat segment megathrust yang mengancam Pulau Jawa, sebagaimana dikutip dari Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017:

  1. Megathrust Bali

    • Potensi Magnitudo maksimum: 9,0
    • Pertumbuhan per tahun: 4 cm
    • Dimensi: panjang 500 km, lebar 200 km
    • Sejarah gempa: Belum ada catatan sejarah gempa besar di zona ini.
  2. Megathrust Jawa Tengah-Jawa Timur

    • Potensi Magnitudo maksimum: 8,9
    • Pertumbuhan per tahun: 4 cm
    • Dimensi: panjang 440 km, lebar 200 km
    • Sejarah gempa: Tercatat gempa M 7,2 pada tahun 1916 dan M 7,8 pada tahun 1994.
  3. Megathrust Selat Sunda-Banten

    • Potensi Magnitudo maksimum: 8,8
    • Pertumbuhan per tahun: 4 cm
    • Dimensi: panjang 280 km, lebar 200 km
    • Sejarah gempa: Gempa besar dengan Magnitudo 8,5 terjadi pada tahun 1699 dan 1780.
  4. Megathrust Jawa Barat

    • Potensi Magnitudo maksimum: 8,8
    • Pertumbuhan per tahun: 4 cm
    • Dimensi: panjang 320 km, lebar 200 km
    • Sejarah gempa: Gempa besar tercatat dengan Magnitudo 8,1 pada tahun 1903 dan M 7,8 pada tahun 2006.

Baca Juga: Fakta Terbaru, Ternyata Pulau Jawa Sering Diguncang Megathrust, Berikut Detail Terjadinya Megathrust, Jawa Timur Paling Parah

Meskipun para ahli dapat meramalkan potensi kekuatan gempa di zona-zona megathrust ini, teknologi saat ini belum mampu memprediksi dengan tepat kapan gempa besar akan terjadi.

“Meski para ahli mampu menghitung perkiraan Magnitudo gempa maksimum di zona megathrust, namun teknologi saat ini belum mampu memprediksi angkanya dengan tepat, apalagi memastikan kapan terjadinya gempa megathrust tersebut,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Baca Juga: BMKG Keluarkan 4 Poin Penjelasan Terkait Megathrust, Salah Satunya Potensi Gempa Ternyata Sudah Ada sebelum Tsunami Aceh 2004

Dengan segala paparan ini, kesiapsiagaan masyarakat di sekitar zona-zona megathrust menjadi kunci untuk meminimalisir dampak bencana gempa dan tsunami yang mungkin terjadi.

Pulau Jawa, dengan kepadatan penduduknya yang tinggi, harus selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan terburuk dari ancaman megathrust ini.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#megathrust indonesia #Daftar wilayah yang terancam gempa Megathrust #megathrust adalah #Gempa Megathrust #gempa megathrust jakarta #Megathrust Selat Sunda #gempa megathrust di indonesia #gempa megathrust adalah