Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! Mpox atau Monkeypox Sudah Menyebar di Indonesia, Imbas Wabah Global dari Afrika?

Zakarias Fariury • Senin, 19 Agustus 2024 | 16:38 WIB
Gejala penderita yang terjangkit Virus Monkey Pox (WHO)
Gejala penderita yang terjangkit Virus Monkey Pox (WHO)

RADAR KUDUS - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah infeksi monkeypox (Mpox) di Indonesia, dengan total 88 kasus tercatat secara kumulatif sejak tahun 2022 hingga 2024.

Data terbaru ini menunjukkan bahwa penularan Mpox mengalami lonjakan terbesar pada tahun 2023.

Menurut laporan resmi Kemenkes, dari 88 kasus yang terdeteksi, sebanyak 73 kasus terkonfirmasi pada tahun 2023, menjadikan tahun tersebut sebagai periode dengan insiden tertinggi.

Sementara itu, sepanjang tahun 2024, telah tercatat 14 kasus Mpox, dengan satu pasien masih dalam proses perawatan hingga saat ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Yudhi Pramono, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing terhadap 53 pasien Mpox, tidak ditemukan varian virus clade 1b.

Clade 1b dikenal sebagai varian yang lebih parah dan baru-baru ini dilaporkan menyebar di luar Afrika, termasuk di Pakistan.

Meski begitu, Yudhi menegaskan bahwa pemerintah tetap waspada dan terus melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, terutama dengan memperketat pengawasan di pintu masuk negara.

“Kami akan mengambil beberapa langkah antisipasi, termasuk memperkuat pengawasan di pintu masuk negara dan memonitor pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala, terutama demam,” ujar Yudhi dalam konferensi pers virtual pada Minggu, 18 Agustus 2024.

Demam merupakan salah satu gejala awal yang dapat diidentifikasi pada pasien Mpox.

Yudhi menekankan bahwa dalam proses surveilans, pemerintah akan mengisolasi orang yang datang dari luar negeri jika mereka menunjukkan gejala demam.

Hal ini sangat penting karena masa inkubasi Mpox dapat berlangsung lama, bahkan lebih dari sebulan, sebelum gejala ruam muncul.

Selain itu, pemerintah juga memperketat pemantauan terhadap pelaku perjalanan dari negara-negara yang melaporkan temuan kasus clade IIb, guna menghindari potensi penyebaran lebih lanjut di dalam negeri.

Hingga saat ini, distribusi kasus Mpox di Indonesia mencakup beberapa wilayah, dengan DKI Jakarta mencatat jumlah kasus terbanyak.

Berikut adalah sebaran kasus Mpox di berbagai daerah di Indonesia:

Kemenkes terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan dini kasus Mpox, serta memastikan bahwa semua langkah mitigasi dilakukan secara efektif demi menjaga kesehatan dan keselamatan publik. (ury)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#mpox #Monkey Pox #cacar monyet #mpox di Indonesia