Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengapa Megathrust Begitu Ditakuti Para Ilmuwan? Ini Penjelasannya

Zakarias Fariury • Jumat, 16 Agustus 2024 | 19:45 WIB
Sumber: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Sumber: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

RADAR KUDUS - Seiring dengan telah dikeluarkannya pernyataan dari BMKG tentang munculnya potensi megathrust di Indonesia banyak yang tidak mengetahui apa itu megathrust.

Megathrust, istilah yang mungkin terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat, sebenarnya menyimpan potensi bahaya yang sangat besar.

Megathrust adalah zona pertemuan antar-lempeng tektonik di kerak Bumi, tempat di mana lempeng-lempeng tersebut saling bertumpuk.

Tekanan yang terakumulasi di zona ini bisa menghasilkan gempa bumi besar dan memicu tsunami yang dahsyat.

Indonesia, sebagai salah satu negara yang berada di lingkaran api Pasifik (Ring of Fire), memiliki beberapa zona megathrust yang menjadi perhatian utama para ahli gempa dan pemerintah.

Megathrust ini tidak hanya mencakup wilayah di laut, tetapi juga di dekat kawasan padat penduduk, membuat potensi kerusakan dan korban jiwa sangat signifikan.

Potensi Tsunami Dahsyat

Tidak hanya gempa, megathrust juga berpotensi memicu tsunami yang dapat meluluhlantakkan wilayah pesisir.

Hal ini disebabkan oleh mekanisme patahan yang terjadi di zona megathrust, di mana lempeng yang saling bertumpuk tiba-tiba patah dan bergerak vertikal, mengganggu kolom air laut dan menciptakan gelombang tsunami. Berikut daftar Daerah yang berpotensi terkena:

1. Pesisir Barat Sumatera

Megathrust Sumatera membentang sepanjang pantai barat Sumatera dan berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 8,9 serta tsunami setinggi puluhan meter.

Wilayah yang berisiko tinggi: 

2. Pesisir Selatan Jawa

Megathrust Jawa Bagian Selatan membentang  sepanjang pantai selatan Jawa dengan potensi gempa besar disertain dengan tsunami.

Wilayah yang berisiko tinggi:

3. Nusa Tenggara

Megathrust di selatan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur memiliki potensi gempa dan tsunami yang signifikan.

Wilayah yang berisiko tinggi:

4. Sulawesi Utara

Megathrust di lepas pantai utara Sulawesi dapat menghasilkan gempa besar dan tsunami.

Wilayah yang berisiko tinggi:

5. Maluku

Megathrust Banda di Laut Banda, antara Sulawesi dan Maluku, memiliki potensi gempa besar.

Wilayah yang berisiko tinggi:

Seismic Gap: Menunggu Waktu Pecah

Salah satu konsep penting dalam memahami megathrust adalah seismic gap—zona di mana energi tektonik terus terakumulasi tetapi belum dilepaskan dalam bentuk gempa besar selama puluhan hingga ratusan tahun.

Kondisi ini membuat zona tersebut menjadi sangat rawan.

Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki beberapa segmen megathrust yang sudah lama tidak melepaskan energinya.

Di antaranya adalah Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

Kedua zona ini, menurut para ilmuwan, hanya tinggal menunggu waktu untuk "pecah" dan memicu gempa besar.

Megathrust yang sudah pernah terjadi

Sejarah mencatat ada lima gempa megathrust paling dahsyat, termasuk Gempa Valdivia di Chili (1960), Gempa Alaska (1964), Gempa Aceh (2004), Gempa Tohoku di Jepang (2011), dan Gempa Kamchatka di Rusia (1952).

Gempa-gempa ini memiliki kekuatan di atas 9 magnitudo dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa yang sangat besar.

1. Gempa Valdivia

Pada 22 Mei 1960, Gempa Valdivia, dikenal juga sebagai Gempa Chili Besar, mengguncang dengan kekuatan yang belum pernah tercatat sebelumnya, yakni antara 9,4 hingga 9,6 magnitudo.

Guncangan yang berlangsung selama 10 menit ini memicu tsunami yang menghantam wilayah-wilayah seperti Chili selatan, Hawaii, Jepang, Filipina, dan Selandia Baru.

Gelombang tsunami setinggi 25 meter di Chili dan 10,7 meter di Hawaii menyebabkan kehancuran besar.

Estimasi korban tewas bervariasi antara 1.000 hingga 7.000 orang, dengan kerugian material mencapai USD 800 juta.

2. Gempa Alaska

Gempa Alaska yang terjadi pada 27 Maret 1964 adalah gempa paling kuat yang pernah tercatat di Amerika Utara, dengan kekuatan 9,2 magnitudo.

Gempa yang berlangsung selama empat menit 38 detik ini memicu tsunami setinggi 8,2 meter, yang menghancurkan desa Chenega dan menewaskan 23 dari 68 penduduknya.

Secara keseluruhan, gempa ini menyebabkan 131 korban jiwa dan kerusakan besar di Alaska, Hawaii, dan Jepang.

Patahan sepanjang 970 kilometer yang pecah melepaskan energi yang telah terkumpul selama 500 tahun.

3. Gempa Aceh

Pada 26 Desember 2004, gempa berkekuatan tinggi mengguncang lepas pantai barat Sumatera, memicu tsunami dahsyat dengan gelombang mencapai 30 meter.

Bencana ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah, menewaskan sekitar 227.898 orang di 14 negara, dengan dampak terparah di Banda Aceh, Indonesia.

Tsunami yang dihasilkan menghancurkan wilayah pesisir di Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand, mempengaruhi jutaan kehidupan dan menyebabkan kerusakan ekonomi yang parah.

Gempa ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dan paling lama dalam sejarah seismik.

4. Gempa Tohoku

Gempa Tohoku, yang terjadi pada 11 Maret 2011, merupakan gempa terkuat dalam sejarah Jepang, dengan pusat gempa di kedalaman laut sekitar 29 km di timur Semenanjung Oshika.

Gempa ini memicu tsunami setinggi 40,5 meter di Prefektur Iwate dan Sendai, menyebabkan 15.897 korban jiwa, ribuan terluka, dan hilang.

Selain memindahkan Pulau Honshu sejauh 2,4 meter, gempa ini juga mengakibatkan bencana nuklir di Fukushima, dengan ledakan di tiga reaktor akibat kegagalan sistem pendingin dan hilangnya daya listrik, memaksa evakuasi massal di sekitar area tersebut.

5. Gampa Kamchatka

Pada 5 November 1952, gempa berkekuatan 9.0 magnitudo mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, memicu tsunami besar yang menghantam Severo-Kurilsk, Kepulauan Kuril, dan wilayah Sakhalin Oblast.

Tiga gelombang tsunami, dengan ketinggian mencapai 18 meter, menyebabkan kehancuran massal dan menewaskan 2.336 orang, menjadikannya salah satu bencana terburuk dalam sejarah Rusia.

Meskipun beberapa warga sempat menyelamatkan diri dari gelombang pertama, banyak yang kembali ke kota dan tewas oleh gelombang berikutnya.

 

Editor : Abdul Rokhim
#Gempa Megathrust Lombok-Sumbawa ##Gempa Megathrust #Potensi Megathrust Mentawai #megathrust indonesia #Daftar wilayah yang terancam gempa Megathrust #Gempa Megathrust #daerah terkena gempa megathrust ## Zona Megathrust #Megathrust Selat Sunda #Zona Megathrust Mentawai-Siberut #megathrust #gempa megathrust di indonesia ##Megathrust Mentawai #sumber gempa megathrust