RADAR KUDUS – Di tengah kisruh tentang nasab Ba’alawi, lebih umum tentang habaib di Indonesia, Dr. H. Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau sering disapa Habib Luthfi bin Yahya menerima anugerah Bintang Mahaputra Adipradana.
Sejak Kamis malam Jumat (15/8), ucapan selamat bagi Habib Luthfi sudah menghiasi lini masa media sosial (medsos).
Bintang Mahaputra Adipradana merupakan kelas kedua dari tanda kehormatan Bintang Mahaputra.
Gelar bintang ini, diberikan kepada sosok yang secara luar biasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal ini selaras dengan Habib Luthfi yang memang getol menyerukan soal keutuhan NKRI. Termasuk slogan “NKRI harga mati!”.
Sedangkan Habib Luthfi sendiri, selain menjadi pendakwah, Habib Luthfi menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah.
Tak hanya itu, beliau juga menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Warimpres) Republik Indonesia sejak 13 Desember 2019 lalu.
Habib yang berdomisili di Pekalongan ini, juga menjadi tokoh thoriqoh Syadziliah. Beliau juga menjadi rais ‘aam Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman) ke-8.
Beliau juga rutin menggelar majelis ta’lim, dzikir, dan salawat setiap Jumat Kliwon.
Setiap maulid Nabi Muhammad SAW, di kediaman beliau juga digelar maulid akbar, yakni acara peringatan kelhiran Nabi Muhammad secara besar-besar. Dihadiri dari berbagai perjuru Indonesia. (lin)
Editor : Abdul Rokhim