Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Kasus Pencopotan Jilbab Paskibraka, Kepala BPIP Yudian Wahyudi Ternyata Pernah Memicu Kontroversi, Apa Saja?

Nibros Hassani • Kamis, 15 Agustus 2024 | 21:32 WIB
Yudian Wahyudi. Foto: Facebook BPIP
Yudian Wahyudi. Foto: Facebook BPIP

RADAR KUDUS – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi memberikan penjelasan kepada pers terkait pelepasan Jilbab anggota Paskibraka pada Kamis (15/8/2024).

Dalam keterangan itu ia beralasan pelepasan jilbab adalah aksi sukarela dari anggota putri yang juga merujuk pada aturan Paskibraka dari BPIP yang harus seragam.

Usai pernyataan tersebut beredar, banyak masyarakat menilai pernyataannya kontroversial dan bisa memicu konflik.

Baca Juga: Cak Imin PKB Usul Kepala BPIP Yudian Wahyudi Diganti, Sebut Merusak Persatuan Bangsa, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

Apalagi pada Paskibraka tahun-tahun sebelumnya Jilbab diakomodir dalam aturan dan difasilitasi.

Beberapa tokoh juga menilai statement Yudian tidak Pancasilais dan bisa memecah belah kesatuan bangsa.

Ternyata, bukan kali pertama Yudian menyatakan statement yang mengundang kontroversi.

Pelarangan Cadar di UIN Sunan Jogjakarta

Pria kelahiran 1960 ini juga pernah viral saat menjadi Rektor UIN Sunan Kalijaga.

Ia mengeluarkan surat keputusan B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 perihal pembinaan mahasiswi bercadar tertanggal 20 Februari 2018.

Kebijakan ini pun sontak menuai protes dari berbagai pihak, meski ada juga yang mendukung.

Baca Juga: POTRET dan Detail Aturan Pakaian Paskibraka 2024 dari BPIP, Tak Ramah Jilbab?

Ketika itu Yudian beralasan kebijakan itu dibuat demi menjaga ideologi mahasiswa dan mahasiswi UIN Kalijaga serta memudahkan kampus dalam kegiatan belajar mengajar.

Kepada media, Yudian menaruh curiga mahasiswi yang bercadar akan dengan mudah menggunakan joki saat ujian tanpa bisa diketahui.

Meski begitu, kabarnya kebijakan ini langsung dicabut dalam waktu yang belum sampai sebulan.

Alasan pencabutan aturan bagi mahasiswi bercadar itu untuk menjaga iklim akademik yang kondusif.

Baca Juga: 18 Anggota Paskibraka Nasional Lepas Jilbab saat Pengukuhan, Begini Respon PPI

Mengeluarkan pernyataan “Agama musuh terbesar Pancasila”

Saat diwawancarai oleh sebuah media pada Februari 2020, alumni Harvard Law School ini menjelaskan soal keinginannya mempertahankan NKRI.

Ditengah penjelasannya, Yudian menyebut musuh terbesar Pancasila adalah agama.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” demikian potongan keterangan Yudian.

Usai pernyataan itu muncul, Yudian dipanggil menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI.

Baca Juga: Ikuti Jejak Prestasi Kakaknya Binta dan Kanza, Syatta Harumkan Kudus dan Jogja di Tingkat Nasional

Ia juga mendapat banyak kritik dari sekitar 15 orang anggota dewan dari berbagai fraksi yang merasa kecewa dengan pernyataan yang ia lontarkan.

Selain itu, Yudian juga pernah mengklarifikasi kalimat 'konstitusi di atas kitab suci' yang juga terlontar darinya.

Ia beralasan kalimat tersebut artinya konstitusi akan menaungi warga negara yang sedang menjalankan amanat kitab suci

 

Editor : Ali Mustofa
#jilbab #viral di media sosial #pancasila #uin jogjakarta #cadar #bpip #kontroversi #paskibraka #paskibraka 2024 lepas hijab #copot jilbab #Yudian Wahyudi